Simple Black . . . tema Modif Jupiter MX

No Comments »

4422_1090876225370_1030419960_30257400_3136361_nKonsep yang digunakan dalam modifikasi sepeda motor saya adalah simple black, bukannya ngikoood aliran jarum black, sebab saya anti rokok (no offense for smoke lover), tapi terinspirasi Kawasaki Ninja Black Edition yang terlihat lebih gahar dengan warna ini & Mas Marco Melandri dengan ZX RR-nya. Modifikasi pertama adalah disektor kemudi. Pada Jupiter MX saya rasakan getaran yang cukup kuat pada handle stang pada saat mesin beroperasi, hal ini berbeda sekali dengan semua produk Kawasaki yg mempunyai handling mantap dan nyaman (sy juga pengguna Kawasaki), untuk itu saya mengganti bandul stang ori Yamaha dengan bandul stang ori Suzuki Satria yang lebih besar dan berat.

n1030419960_30257405_120470Kemudian ditambahkan Stabilizer Fork Racing One yang efektif pula mengurangi getaran. Lanjut, inner tube & per fork juga diganti dengan part dari Jupiter Z sehingga sektor depan turun sekitar 3 cm (sangat menunjang penggunaan footstep underbone karena posisi tubuh condong kedepan), oli fork diisi dengan oli powersteering mobil sebanyak 65 ml (untuk memperoleh rebound yg optimal),     dengan demikian diperoleh kenyamanan dan handling yang stabil. Modifikasi berikutnya adalah penggunaan spion kotak besi Outlaw Miller untuk memperoleh kesan sporty minimalis yang ada pada design Jupiter MX, penggantian handpad Kitaco untuk menambah kesan stylish & kenyamanan berkendara.

4422_1090881625505_1030419960_30257409_7697402_nUntuk footstep diganti dengan jenis underbone, dari sekian banyak merk, saya memilih produk after market dari Kitaco sebab kualitasnya sudah diakui dan masih memperhatikan faktor keselamatan pengendara yaitu switch lampu rem yang masih berfungsi dengan baik. Disektor pengapian dilakukan penggantian koil ori dengan koil KITACO untuk memperbesar bunga api yang dihasilkan oleh busi sehingga campuan udara dan bbm diruang bakar terbakar dengan sempurna, hal ini akan meningkatkan efisiensi penggunaan bbm untuk menghasilkan tenaga, otomatis konsumsi bbm juga akan lebih hemat. Untuk radiator ditambahkan kawat kasa sebagai cover untuk mencegah kerikil atau kotoran masuk ke kisi-kisi radiator.

4422_1090876065366_1030419960_30257396_4243323_nBan standart pabrikan Yamaha yaitu Dunlop 70/90 – 17 F dan 80/90 – 17 R diganti dengan ban tapak lebar FDR 90/80 – 17 XT F dan 90/80 – 17 MP76 R, disamping terkesan kokoh juga untuk menambah kestabilan motor & ban ini mencengkram permukaan aspal jalan dengan sangat baik (berstandart SNI). Untuk bodywork saya hanya menggunakan scoutlite yang jauh lebih ekonomis dari pada dengan sistem pengecatan. Warna yang saya pilih adalah hitam dengan beberapa aksen cutting stiker. Penempatan cutting stiker hanya ditempatkan pada sayap saja untuk memperoleh kesan rapi dan bersih (neat dan clean). Untuk mika dilapis dengan stiker film yang bertujuan sebagai anti gores dan mika tidak cepat kusam.

Sumber : http://ninja250r.wordpress.com

MODIFIKASI, MOTOR August 7th 2009

Modifikasi Yamaha Mio Bergaya Balap

No Comments »


Siapa sangka Yamaha Mio bisa disulap tampilannya jadi motor bergaya sporty yang macho. Itu dilakukan Antonius Chandra yang melakukan modifikasi skubek berlambang garputala ini. Kerangka dipotong oleh bos Ton’s Chrome itu. Namun, dimensinya masih mengikuti aslinya.
Diakui oleh Antonius, rangka belakang yang dipotongnya mulai dari pegangan mesin. Sebagai gantinya, bagian itu dibuat dari pipa bulat sepanjang 60 cm. Perubahan ini tak lain untuk mendapatkan efek nungging yang menjadi ciri khas motor sport.

Selain buritan nungging, kerangka deltabox yang menjadi ciri khas motor sport tidak diabaikan Antonius. Meski di sini bikinannya bukan sebagai sasis, “Sekadar variasi untuk menahan tangki sekalian sebagai bracket footstep,” tegas Antonius.

Penutup bodi (fairing) dibuat sederhana tanpa banyak lekukan aneh. Ini disengaja dilakukan karena mengacu pada motor balap. Namun, pengerjaannya tetap mempertimbangkan hambatan angin.

Untuk bagian depan, agar sesuai tema, Antonius tidak mau ceroboh; terutama dalam pemakaian lampu karena, kalau salah pilih, bisa berantakan. Akhirnya, “Gue enggak mau gambling, makanya comot aja punya Honda CBR R150, kan sudah pasti sporty,” bilang Anton.

Di bagian buntut, model balap yang udah kental diperkuat lagi dengan bentuk knalpot. Model undertail sepasang, kata pria yang terobsesi meng-custom Harley-Davidson ini, sengaja dilapis krom agar tampak clean.

Harmonisasi bagian belakang kian kuat dengan adanya pemakaian lampu rem Suzuki Shogun. Walau kecil, lanjut Anton, itu fungsional dan bikin asyik tampilan. (sumber: kompas)

MODIFIKASI, MOTOR August 7th 2009

Motif Airbrush Motor

No Comments »



Airbrush emang gak ada matinya. Sampai saat ini, airbrush masih merupakan salah satu teknik menyulap tampilan motor yang banyak disukai modifmania. Nah, berikut beberapa contoh motif airbrush motor yang mungkin bisa jadi inspirasi anda.






Sumber : http://indomodif.blogspot.com

MODIFIKASI, MOTOR August 7th 2009

Modifikasi Honda Beat

No Comments »


Pengen bikin Honda Beat kamu tampil beda. Coba lakukan modifikasi seperti Honda Beat milik Yanuar ini.
Pada bagian bodi dibiarkan terkesan standar. Yang diganti cuma sok belakang, handel dan grip. Sedang knalpot masih custom. Yang lainnya, pemakaian pelek belakang yang lebarnya 6 inci. (sumber: kompas)

MODIFIKASI, MOTOR August 7th 2009

Tips agar Motor Hemat atau Irit BBM/Bensin

No Comments »



Motor yang boros BBM memang kadang bikin bete. Indomodif punya tips agar motor hemat atau irit pemakaian BBM/bensin.

Mesin
Jeroan mesin yang sudah aus bikin tenaga ngedrop. Udah larinya enggak ada tapi justru minum bensin berlebih. Misal piston baret, ring lemah, klep bocor atau paking head bocor. Jika ini terjadi pada motor Anda segera perbaiki. Pokoknya jeroan mesin harus dikembalikan seperti kondisi standar.

Pengapian
Lejutan api yang besar serta timing yang tepat sangat dubutukan saat proses pembakaran. Makanya cek kondisi busi, koil serta CDI jangan sampai menurun performanya. Jika perlu ganti CDI dengan tipe racing yang memiliki spek kurva sesuai dengan motor standar. Misalnya pakai CDI XP202, BRT atau Rextor. Hasil test OTOMOTIF, aplikasi CDI racing terbukti mampu menghemat bensin.

Karburator
Bersihkan serta kembalikan spuyer ke ukuran standar. Jika spuyer karburator sudah tidak standar lagi atau pernah diganti dengan ukuran lebih besar, sebaiknya dikembalikan ke ukuran standar. Kondisi jarum skep berikut dudukannya (needle jet) yang telah aus sebaiknya diganti baru.

Tekanan Ban
Tambahlah angin jika kempis. Mungkin dikira sepele. Tapi kondisi ban yang kempis bikin tarikan motor jadi berat. Ujung-ujungnya dibutuhkan minum bensin lebih banyak.

Jangan memutar gas secara spontan
Putaran handel gas semestinya harus runut dan bertahap disesuaikan dengan putaran mesin. Jika handel gas diputar secara spontan, otomatis bahan bakar yang akan diisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. (sumber: rileks/astraworld)

TIPS N TRICK August 7th 2009

Tips Membeli Motor Bekas

No Comments »

Di tengah harga motor baru yang mulai merangkak naik, tak ada salahnya kita melirik motor bekas. Tapi sebelum membeli, anda perlu jeli dan memperhatikan betul kondisi motornya. Jangan sampai kecewa di kemudian hari. Berikut tips membeli motor bekas.

1. Cek harga pasaran.
Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga pasaran terlebih dahulu. Bisa dari koran, majalah, situs tertentu, dll.

2. Cek nomor rangka/mesin.
Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB.

3. Cek kondisi fisik.
Periksa kondisi body, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.

4. Cek kondisi oli.
Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran Oli tidak berlebihan, karena Oli yg berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.

5. Cek speedometer.
Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

6. Hidupkan mesin motor.
Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar didalam mesin.

7. Cek perpindahan gigi.
Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

8. Cek rangka atau sasis motor.
Perhatikan kelurusan roda depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

9. Cek kebocoran.
Usahakan anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.

10. Cek kondisi kelistrikan.
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki tidak ada permasalahan. (sumber: bb17.info)

MOTOR, TIPS N TRICK August 7th 2009

Sejarah Motor Harley Davidson

No Comments »

Siapa tak kenal Harley Davidson. Sejarah Harley Davidson awalnya dari sebuah ide sederhana. Yakni dari niat William Harley dan Arthur Davidson membuat motor yang bisa melahap tanjakan yang ada di daerah Milwaukee, Wisconsin, USA.
Terobosannya yang paling penting adalah mesin berkonfigurasi V, yang kemudian juga dikenal dengan Knucklehead, Panhead, Shovelhead, Evolution, sampai Twin Cam. Mesin ini belakangan menjadi acuan bagi perusahaan lain, khususnya dari Jepang, dalam membuat motor besar.
Mulai dengan Mesin 60 cc
HARLEY dan Davidson memulai perjalanan panjang ini pada 1903, ketika usia mereka masih di awal 20-an. Hasil perdana utak-atik dua anak muda ini adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc. Bisa jalan dan berhasil melahap tanjakan dengan gampang. Belakangan, karena sukses ini, dua saudara Arthur, Walter dan William Davidson, ikut bergabung.

Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley-Davidson Motorcycles Co.
Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ”pabrik” di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson.

Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley-Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah.

Enam tahun setelah berdiri, Harley-Davidson memperkenalkan mesin dua silinder konfigurasi V dengan sudut 45 derajat. Kapasitas mesin itu 49,5 kubik inci (sekitar 790 cc) dan mampu menghasilkan sekitar tujuh tenaga kuda. Dengan mesin itu, kecepatan 60 mil per jam bisa dicapai. Ketika itu, Harley-Davidson tak mengira mesin model itu bakal jadi salah satu ciri khas produk mereka.

Tahun yang sama, Harley-Davidson berhasil menerobos angka produksi 1.000 unit, tepatnya 1.149 unit. Persaingan dari pabrik lain mulai terasa, dua tahun kemudian. Rupanya, sukses Harley-Davidson menjadi inspirasi bagi pabrik lain untuk memulai usaha. Pada 1911, paling tidak muncul sekitar 150 merek motor. Mereka tentu jadi pesaing Harley-Davidson, walaupun tak berat-berat betul.

Buktinya, Harley-Davidson tak sulit menambah produksi. Pada 1913, ketika pabrik sudah diperluas, produksi Harley-Davidson hampir mencapai 13.000 unit. Jumlah itu bertambah lagi selama periode 1916 sampai 1918, menjadi sekitar 20.000 unit. Ini terutama karena Pemerintah Amerika Serikat memesan kendaraan roda dua untuk keperluan Perang Dunia I.

Menaklukan The Great Depression
MEMASUKI 1920-an, Harley-Davidson menjadi pabrik motor terbesar di dunia, dengan jumlah produksi 28.189 unit. Untuk memasarkan produknya itu, Harley-Davidson punya agen di 67 negara. Pada dekade ini, Harley-Davidson memperkenalkan sejumlah inovasi. Kapasitas mesin V dikembangkan menjadi 74 inci kubik (sekitar 1.184 cc). Tangki bensin desain tetes air mata diperkenalkan pada 1925. Pada 1928, motor Harley-Davidson mulai dilengkapi rem depan.

Semua prestasi itu cukup menjadi modal Harley-Davidson dalam menghadapi The Great Depression, resesi ekonomi 1933. Walau jumlah produksi menurun sampai 3.700 unit, Harley-Davidson mampu bertahan. Pembuat motor lain yang juga bertahan adalah Indian. Perusahaan ini kemudian menjadi satu-satunya pesaing Harley-Davidson hingga 1950-an.

Ketika depresi selesai, Harley-Davidson langsung tancap gas. Mereka memperkenalkan model EL dengan mesin berkapasitas 976 cc. Model mesin seperti ini populer dengan sebutan Knucklehead. Dengan Knucklehead, Harley-Davidson perlahan bangkit. Pada 1936, jumlah produksi Harley-Davidson mencapai 9.812 unit.

Perang Dunia II membawa berkah tersendiri, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi Harley-Davidson. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour, seluruh kemampuan produksi Harley-Davidson dialokasikan untuk menghasilkan motor bagi kepentingan pasukan Sekutu. Kebutuhan konsumen sipil ditinggalkan sama sekali.

Selama 1941-1945, sekitar 90.000 unit Harley-Davidson seri WML dibuat. Untuk prestasi itu, Harley-Davidson mendapat medali ”E” dari Angkatan Laut Amerika Serikat.

Usai perang, Harley-Davidson kembali membuka keran produksi sipilnya. Eh, ternyata banyak veteran perang yang kepincut performa motor itu, dan ingin mengembalikan romantisme mengendarai Harley-Davidson. Ribuan unit Harley-Davidson, baik produksi sesudah perang maupun model lama, berpindah ke rumah para veteran, cikal bakal penggemar fanatik Harley-Davidson.

Bersaing dengan Indian
PADA 1948, produksi Harley-Davidson menjadi 31.163 unit. Tahun itu, Harley-Davidson kembali memperkenalkan inovasi barunya, yaitu mesin 74 inci kubik yang dilengkapi hydraulic valve lifters dan cylinder head aluminium. Mesin ini disebut The Panhead karena tutup kepala silindernya menyerupai penggorengan terbalik.

Memasuki 1950-an, generasi kedua keluarga pendiri mulai menjadi motor penggerak perusahaan itu. Ketika merayakan hari jadi ke-50, Harley-Davidson tinggal sendirian di pasar motor Amerika. Pesaing tradisionalnya, Indian, sudah gulung tikar.

Pada 1957, Harley-Davidson memperkenalkan The Sportster, yang disebut-sebut sebagai The Father of Superbikes, biangnya motor besar. Setahun kemudian, Harley-Davidson memperkenalkan Duo Glide, yang menggunakan suspensi belakang hidrolik untuk melengkapi suspensi depan yang menggunakan model garpu.

Berikutnya, pada 1963, Harley-Davidson mengadopsi penggunaan fiberglass ke dalam motor-motornya. Untuk keperluan ini, mereka membeli 60% saham Tomahawk Boat Manufacturing Co, produsen fiberglass di Wisconsin.

Tahun 1950-1960 juga ditandai dengan hadirnya komunitas bikers, yang memperkenalkan budaya pengendara motor. Mereka gampang dikenali karena menggunakan jaket kulit, penuh tato, dan berambut panjang. Citra Wild Ones ini diperkenalkan Marlon Brando lewat film berjudul sama.

Komunitas resmi Harley-Davidson sendiri baru didirikan pada 1983, dengan nama Harley Owner Group (HOG). Ini menjadi komunitas pemilik Harley-Davidson terbesar yang disokong langsung oleh produsen. Saat ini, jumlah anggota HOG mendekati satu juta orang di seluruh dunia.

Masa Gelap Akibat Merger
PADA 1965, Harley-Davidson masuk bursa. Empat tahun kemudian, American Machine and Foundry (AMF) melakukan merger dengan Harley-Davidson. Namun, masa merger ini dianggap sebagai masa paling gelap dalam sejarah Harley-Davidson. Pasalnya, pada 1970 dan 1980, motor buatan Jepang yang harganya sangat murah memasuki pasar.

Ketika Honda, Kawasaki, dan Suzuki masuk pasar Amerika Serikat, pangsa pasar Harley-Davidson turun drastis. Dari semula 80% pada 1969, menjadi 20% sepuluh tahun kemudian. Penurunan pangsa pasar itu membuat gerah sejumlah eksekutif Harley-Davidson. Mereka pun mencari jalan untuk menyelamatkan perusahaan.

Untuk mengembalikan Harley-Davidson ke khitahnya, mereka mengajukan proposal ke Citicorp. Dengan sokongan dana US$ 80 juta dari Citicorp, mereka membeli kembali saham yang dikuasai AMF (Citicorp menjual saham itu ke Heller-Financial Corporation pada 1986). Konsep dan filosofi produksi dan jualan Harley-Davidson pun diperbaiki.

Semula, motor Harley-Davidson adalah produk yang terjangkau dan mudah dipakai serta dimodifikasi. Itu diubah dengan menjadikan Harley-Davidson produk mahal dan onderdilnya sulit dicari. Untuk mengganti lampu belakang, misalnya, pemilik motor Harley-Davidson tak bisa cuma membeli batoknya. Tapi harus membeli keseluruhan sepatbornya.

Selain Marlon Brando, sejumlah selebriti menjadikan motor Harley-Davidson bagian dari penampilan mereka. Baik di layar lebar, layar kaca, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada 1956, Elvis Presley, si Raja Rock ‘n’ Roll, dan sebuah motor Harley-Davidson menjadi sampul majalah Enthusiast.

Pertengahan 1990-an, Arnold Schwarzeneger tampil dengan Harley-Davidson di film Terminator. Aksi Lorenzo Lamas dan Harley-Davidson Softail bertangki bensin kuning dengan lidah api merah dalam film serial Renegade juga menjadi tontonan favorit pada akhir 1990.

Aktor Keanu Reeves juga sempat membagikan 12 unit Harley-Davidson, yang total harganya mencapai US$ 200.000, kepada semua pemeran pengganti film Matrix Reloaded. Menurut Reeves, ini merupakan tanda terima kasihnya kepada para stuntman itu.
(sumber: gatra.com)

Motor-motor Harley Davidson masa kini:



Sumber : http://indomodif.blogspot.com

MOTOR August 7th 2009

Modifikasi Honda Tiger Jadi Streetfighter R6

1 Comment »


Siapa bilang Honda Tiger tak bisa dimodifikasi? Buktinya, karya Rexindo Auto Custom (RAC) Yogyakarta ini bisa diubah menjadi model streetfighter ala Yamaha R6. Di sini penggawang RAC Rizal ingin mempertontonkan kesempurnaan detail dan finishing. Namun, ciri khas RAC yang telah dikenal banyak orang, pemakaian barang custom tetap dipertahankan.

Selama ini, setiap memodifikasi RAC, ia acap menggunakan pelat galvanis. Pada Honda Tiger ini pun, kata Rizal, masih kentara, seperti pada tangki, lengan ayun (swing arm), sepatbor, dan fairing.

Untuk lengan ayun memang memakai besi pelat sebagai bahan utama dan diperkokoh lagi dengan balutan pelat galvanis. Untuk rumah lampu depan dan belakang dibikin dari bahan fiberglass. Namun, khusus yang belakang, bahannya khusus, yakni fiber cair merah.

“Dengan bahan cairan ini akan mudah mencetak sesuai yang diinginkan. Selain itu, juga aman bagi kesehatan dibandingkan dengan fiber biasa,” jelas pemodifikasi yang beralamat di Jl Wahid Hashim No 212, Depok, Sleman, Yogyakarta ini.

Lampu sein dicomot dari Honda Supra X 125. Rizal sengaja menggunakan produk lokal agar, jika pecah, mudah menggantikannya. Tampilan motor tambah gahar dengan pemakaian knalpot Yoshimura dipadu rem cakram ganda di depan, menguatkan kesan streetfighter sejati. (sumber:kompas)


Sumber : http://indomodif.blogspot.com

MODIFIKASI, MOTOR August 7th 2009

Daftar Harga Sepeda Motor Honda Baru

No Comments »

Anda berencana beli sepeda motor Honda baru? Informasi daftar harga (on the road) berikut ini mungkin bermanfaat. Paling tidak sebagai referensi ketika hendak menentukan pilihan tipe motor sesuai budget anda.
Vario CW: 14,850,000
Absolute Revo CW Deluxe: 13,650,000
Absolute Revo CW: 13,050,000
Absolute Revo Spoke: 11,750,000
Blade: 13,650,000
Supra X 125 R (SW): 14,300,000
Supra X 125 R (CW): 15,350,000
Supra X 125 PGM-Fi: 16,475,000
BeAT: 12,350,000
City Sport 1: 17,000,000
Mega Pro: 19,300,000
Mega Pro CW: 20,500,000
Tiger CW: 24,750,000

Keterangan :
- Sumber: website resmi PT Astra Honda
- Berlaku mulai tanggal 15 Mei 2009
- Harga berlaku untuk wilayah DKI Jakarta
- Untuk harga setempat, silahkan hubungi dealer terdekat dengan tempat tinggal Anda.

MOTOR August 7th 2009

Modifikasi Yamaha Mio 2005 Jadi Motor Sport Klasik

2 Comments »

Modifikasi yang dilakukan Ressa Wintananda ini terbilang ekstrim. Bayangkan, ia mengubah Yamaha Mio 2005 miliknya menjadi motor laki model sport bergaya klasik. Reza, sapaan akrabnya, mengaku memang ingin lepas dari aliran gaya low rider, hot rod atau drag style yang lagi digandrungi para builder skutik.
Menurut pengakuannya, ia lebih suka yang klasik. Keputusan permak motor pun bukan karerna ia niat ingin ikut kontes. “Motor ini aku pakai buat keliling beli onderdil,” ungkapnya.

Kendati dipakai buat harian, ia bisa dibilang kreatif dan karyanya ini inovatif, bahkan bisa dibilang ekstrem karena dari Yamaha Mio, hanya mesin yang dipakai. Sudah begitu, posisi mesin skutik yang di belakang pindah lokasi menjadi di tengah.

Menariknya lagi, sistem suspensi depannya telelever. Model tunggal seperti lawas dengan posisi di tengah atas, tepatnya di bawah setang. Kemudian, roda depan dipegang satu arm mengikuti yang belakang. Termasuk desain sokbreker belakang juga tunggal yang terletak antara tangki dan sadel depan.

Velg custom ukuran 14 inci dibalut ban Swallow ukuran 160/70. Menurut Reza, rangka dibikin dari nol dengan menyesuaikan dimensi mesin dan CVT. “Rangka aku sesuaikan kekuatannya, meski diamaternya kecil. Tapi, kualitas las-lasannya mesti bagus agar kuat,” ungkap Reza dari rumah modifikasi roda empat KMS, Kaliurang, Yogyakarta.

Sekalipun dibangun bukan untuk ikut kontes, nyatanya ketika ditampilkan di ajang Yamaha Mofest Modification Contest 2, region 1 di Kota Gudeg, Reza menyabet piala sebagai pemenang II kelas Non Moped X-Treme. (sumber: kompas.com)

Sumber : http://indomodif.blogspot.com

MODIFIKASI, MOTOR August 7th 2009