Heboh, Tukang Bubur Jualan Pakai Motor Ninja

No Comments »

Bila selama ini kebanyakan tukang makanan menggunakan motor jenis bebek untuk berjualan menggantikan sepeda, pedagang yang satu ini sepertinya ingin lebih menawan di mata pelanggannya.

Tidak tanggung-tanggung, bukan motor jenis bebek berharga belasan juta yang dia jadikan kendaraan untuk jualan bubur, melainkan sebuah motor sport dari pabrikan Jepang, Kawasaki. Nah, apalagi kalau bukan Ninja.

Belum diketahui apakah foto ini asli atau tidak. Namun yang pasti Kawasaki Ninja berkelir merah yang digunakan untuk jualan bubur ini semakin ramai dibicarakan di berbagai situs jejaring dan forum online termasuk detikForum.

Adalah Ninja RR yang full fairing. Namun bila biasanya, bikers memberikan box barang di bagian belakang motor, tukang bubur kece ini menjejali si Ninja dengan box bubur yang terdiri dari kompor beserta kuali dan tempat mangkok.

Dengan motor seharga di atas Rp 30 juta ini, si pedagang tentu jadi memiliki ruang lingkup jualan yang lebih luas dibandingkan bila dia menggunakan sebuah sepeda. Dan tentunya, si pedagang pun jadi bisa bergaya.

“itu harga bubur nya berapa?? hahahahaaa….,” tulis cakka. “cari sensasi tuh.. atau biar menarik pelanggan...” komentar dari ID detikers -3D-.

Harga buburnya naik tidak Mang?

MOTOR June 30th 2010

Kawasaki Pamer Ninja 400 Cc

No Comments »

Foto: MCN
TOKYO- Baru saja memunculkan sketsa generasi terbaru ZX-10R, gebrakan Kawasaki kembali terjadi di kelas motor sport.

Belum lama ini ditemukan artikel sebuah majalah Jepang yang memajang Kawasaki Ninja 400 cc. Demikian dikutip dari Motorcyclenews, Minggu (27/6/2010).

Ada dua model yang dijabarkan, yakni tipe full fairing dengan nama Ninja 400R dan ER-4n yang tampil dengan model street fighter.

Untuk yang model fullfairing dibalut kelir hijau khas pabrikan sepeda motor Negeri Sakura tersebut, sementara untuk ER-4n hadir dengan balutan kelir hitam yang menonjolkan kesan misterius.

Tidak disebutkan rincian spesifikasi dari kedua motor ini. Hanya saja dari gambar yang terpampang, motor sport 400 cc tersebut disandingkan pula dengan gambar Kawasaki Ninja 250 Edisi Khsusu yang telah dipasarkan di Indonesia.

Apakah dengan demikian Ninja 400 juga bakal masuk Tanah Air? Kita tunggu saja kabar dari PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI)

MOTOR, OTO NEWS June 28th 2010

Honda PCX Dilepas Rp30 Jutaan?

No Comments »
JAKARTA- Setelah muncul dibeberapa negara tetangga dan kemudian ramai diperbincangkan oleh bikers Tanah Air, tepat 16 Juni 2010 besok, PT Astra Honda Motor (AHM) akan resmi merilis PCX.

PCX merupakan skuter matik (skutik) besutan Honda yang sedikit berbeda dibanding skutik Honda lainnya.

Sederet fitur berteknologi mutakhir sudah berhasil dijejalkan pada kuda besi asal Jepang ini. Temasuk sistem idling stop yang membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Lantas berapa AHM akan melepas skutik yang masuk kelas premium tersebut di Nusantara?

Sumber internal AHM yang berhasil dimintai keternagannya oleh okezone menyebutkan, harga PCX akan lebih murah daripada yang ditawarkan pihak Importir Umum (IU).

“Harganya 30 jutaan, tapi pastinya memang baru diumumkan AHM besok saat peluncuran resminya,” papar sumber yang namanya tidak ingin disebut itu, Selasa (15/6/2010).

Bila benar AHM bakal melepas skutik PCX dengan harga tersebut, maka dipastikan banderol ini lebih murah dibanding yang ditawarkan pihak IU. Sebab IU saat ini melepas Honda PCX dengan harga Rp38 juta.

Ketika dikonfirmasi Marketing Director AHM Julius Aslan mengamini bahwa PCX nantinya akan dilepas ddengan harga dibawah yang ditawarkan oleh pihak IU.  “Pastinya yang kita keluarkan akan lebih murah dari IU,” papar dia.

Sayang ia masih bungkam berapa harga pasti untuk skutik berfitur combi brake yang juga dimiliki oleh vario Techno ini.

OTO NEWS June 16th 2010

Kesan Pertama Mengendarai Honda Scoopy

1 Comment »

Kompas.com/Zulkifli BJ

Skutik Honda Scoopy dicoba wartawan di trek pabrik Honda, Karawang.

PT Astra Honda Motor (AHM), kemarin sore (3/6/2010), memberikan kesempatan secara terbatas kepada beberapa media otomotif online, termasuk KOMPAS.com, untuk menjajal skutik terbarunya, Scoopy, yang tampil bergaya retro. Untuk ini, Honda menyediakan tiga unit Scoopy sesuai dengan warna yang dipasarkan dan sudah dicoba sampai 170 km.

Tes dilakukan di trek pendek pabrik sepeda motor Honda di Karawang dengan hanya satu jenis permukaan. Kendati demikian, itu cukup untuk mengetahui beberapa karakteristik dan performa skutik ini.

Cukup menarik, beberapa rekan wartawan yang kebetulan memiliki BeAT bisa menambahkan informasi karena langsung membandingkannya.

Posisi Mengendara
Pertama, untuk menghidupkan mesin sangat mudah. Tarik tuas rem kiri dan tekan tombol starter. “Jreeeng…“, mesin pun hidup. Suaranya halus. Begitu juga getarannya. KOMPAS.com coba memerhatikan dengan saksama, apakah getaran sampai ke kaca spion yang berdesain bulat. Ternyata, masih ada, namun sangat kecil.

Setelah itu, coba duduk di sadel dengan kondisi siap jalan. Posisi tangan mencapai atau memegang setang, grip gas dan tuas rem, cukup nyaman. Bahkan lebih baik dibandingkan dengan posisi tangan ketika mengendarai sepeda motor bebek.

Setelah grip gas ditarik diputar, skutik ini bergerak dengan mulus menyusuri trek dengan panjang sekitar 300 meter. Tahap pertama, Scoopy digenjot secara bertahap sampai kecepatan 60 km/jam, terasa mantap!

Lantas dicoba diajak menikung dan ber-zig-zag di sela-sela kun (kerucut). Kesimpulan, Scoopy mudah dikendalikan. Bahkan sempat kedua tangan dilepas dari setang. Skutik ini tetap mengarah ke depan dengan stabil di permukaan jalan tempat tes yang kurang rata atau agak bergelombang.

Lebih Responsif
Setelah beberapa kali mengitari trek, beberapa rekan wartawan mengatakan kepada staf Honda, mesin yang digunakan Scoopy lebih baik dibandingkan BeAT. Lebih bertenaga! Padahal, mesin dan karburator yang digunakan ukurannya sama. Hanya, ukuran spuyer yang diset lagi. Untuk performa mesin, kesimpulannya oke!

KOMPAS.com juga mengamat akselerasi skutik ini dari 0-70 km/jam. Pada tahap awal atau start sedikit agak lambat. Begitu mencapai kecepatan 20 km/jam, skutik tambah agresif dengan grip gas terus ditarik. Sayang, kemampuan sprint ini tidak sempat diukur. Namun, yang pasti, untuk mesin 110 cc, kemampuan skutik modis ini sangat memadai.

Alat Kontrol
Alat-alat kontrol mudah dioperasikan. Posisi tangan pengendara baik. Kenyamanan oke saat melaju pada 40-50 km/jam di permukaan jalan yang tidak terlalu mulus. Posisi kaki pengendara baik dan tidak terlalu menyentuh ke tameng depan. Rem juga mantap kendati belum dilengkapi seperti Vario Techno CBS.

Pergerakan jarum speedometer mudah dilihat. Honda juga melengkapi skutik dengan penahan tuas rem kiri dan sangat membantu bila berhenti di tanjakan tanpa tangan terus menarik tuas skutik ini agar berhenti.

Yang sedikit agak merepotkan adalah tuas atau engkol kaki untuk menghidupkan mesin. Tuas kecil kurang lancar, ukurannya agak pendek serta agak di belakang. Seperti BeAT, dengan posisi seperti itu, grip gas berada di kanan depan, pada kondisi tertentu agak merepotkan untuk menghidupkan mesin. Misalnya, ketika baterai lemah, sementara untuk menghidupkan mesin harus dipancing dulu dengan memutar grip gas.

MOTOR, OTO NEWS June 7th 2010

Macan Berjurus Ninja Italia

No Comments »

MOTOR PLUS/ADE

Jika Anda punya Honda Tiger produksi 1994 dan bosan dengan tampilan, bisa dicontek karya modifikasi Erfan Nurdianto dari K-Cau Modification (K-CM) Magelang, Jateng, ini. Asli dari jenis sport motor berlambang sayap mengepak itu hilang, setelah diramu jadi ala street fighter dengan daya tarik di bagian tertentu.

Seperti sektor buritan, yang dibentuk menyerupai Ninja 250 karena banyak diomongin orang. Untuk mengubahnya, tentu ada rombakannya. Menurut Erfan, tulang belakang dibuang sekitar 15 cm sehingga buntut bisa dibuat lebih nungging.

Pengerjaan seluruh bodi menggunakan bahan fiber, mulai dari depan sampai belakang. “Hanya tangki digarap sistem kondom, jadi aslinya masih ada di dalam,” ungkap sang pemilik motor.

Jika belakang terinspirasi dari Ninja 250, untuk depan Erfan memasukkan model Ducati. Supaya tampilan motor jadi lebih besar, dibuatkanlah deltabox variasi dari bahan aluminium. Pertimbangannya, “Selain mudah dibentuk, biar lebih mengilap.”

Trus, motor apa lagi yang disematkan pada Tiger ini? Tengok lampu depan, diambilnya dari Kawasaki Athlete 125 karena belum banyak yang mengaplikasikan.

Hasilnya, tampilan motor dengan sok depan custom dan sistem rem belakang yang sudah cakram, jadi lebih segar dan fresh

MODIFIKASI, MOTOR June 7th 2010

Harley XR1200R untuk Pasar Amerika 2011

1 Comment »

Produsen sepeda motor Amerika Harley-Davidson mengumumkan bahwa diputuskan tahun depan akan membawa XR1200X Sportster untuk pasar Amerika. Model ini sebenarnya diperkenalkan untuk pasar ekspor.

Moge XR1200X 2011 ini sudah dipasangi garpu depan dan sokbreker belakang bikinan Showa yang bisa disetel. Trus, daya rem depan ditingkatkan, plus mesin 1.200 cc Evolution V-Twin dengan tampilan warna hitam.

Untuk dapur pacu dilengkapi dengan electronic sequential port fuel injection (ESPFI), high performance camshafts, kapasitas pendinginan oli yang besar, dan oil-cooled cylinder head yang presisi.

Khusus bagian tangki dan bagian buritan mengingatkan akan H-D XR750. Kemudian warna knalpot yang hitam, sama seperti mesin, begitu juga kedua velg menambah gahar tongkrongan. Velg palang tiga dari bahan ringan aluminium mempunyai ukuran 18 inci depan dan 17 inci belakang dengan finishing gloss black dipadu oranye di bibir velg.

Instrumen yang kompak terdiri dari tachomater analog, speedometer digital, dual trip, dan jam. Menariknya, motor ini dilengkapi dengan smart security system.

Tak disebutkan harganya, tapi buat H-D mania di Indonesia bisa pesan ke negeri Paman Sam.

MOTOR, OTO NEWS June 7th 2010

Sporty Mengalahkan MX

1 Comment »

2009-05-22 22:25:11 2151vega-boyo01.jpgRasanya sudah lama nggak nongolin modifikasi bebek tampilan fashion seperti ini. Padahal ubahan begini nggak ada matinya lho. Sebab tergolong daily use, nggak ribet riding dan juga ngemodifnya. Karena beragam kemudahan itulah penggemarnya selalu ada dan ada selalu.2152vega-boyo02.jpg

Misalnya saja Arwin Pranada. Staff TU (Tata Usaha) pada sebuah sekolah swasta di Jakarta Barat ini lebih menyukai modif yang ‘begini saja’. “Karena pasti akan dipakai setiap hari, sebab ini memang kendaraan utama saya,” kata Arwin.

Request alias permintaan utama Arwin pada Edo Arifin Tama dari Edo Desain (ED) adalah bikin Vega menjadi lebih sporty. “Pokoknya kalau bisa ngalahin kesan sportnya Jupiter MX. Sekalian biar orang pada tau bebek murah juga bisa gaya,” begitu ujar Arwin.

2153vega-boyo03.jpgEdo yang dapat order, langsung pikirkan model yang se-sporty mungkin. “Mulai dari depan sampai buntut, pokoknya harus sempurna karena tantangan berat ini,” kata modifikator bertubuh tinggi ini.

Proses awal dimulai dari bodi samping yang dibuat lebih ramping. Bahkan untuk bagian buntut juga diarahkan agar lebih runcing dan juga nungging. “Kalau sudah begini baru deh dapat inspirasi bagian mana lagi yang dilakukan, misalnya menjadi lebih sreg pakai lampu Honda CBR150,” lanjut modifikator from Jati Asih, Jakarta Timur ini.2154vega-boyo04.jpg

“Lampu itu kan copotan dari motor sport. Selain itu desainnya yang punya Nurfilbanyak sudut juga pas sama tema besar ubahan,” tambah putra Betawi ini. Memang model garis runcing bisa diasosiasikan dengan kecepatan, kencang cuy! Ditambah lagi dengan airbrush grafis yang ikutan mendukung. Makin jadi!

2155vega-boyo05.jpgKelar urusan bodi, Edo lanjut ngepasin kaki-kaki. “Enggak perlu aneh-aneh, pakai swing-arm Ninja dan sistem monosok sudah pas. Yang pasti detail semuanya harus rapi. Itu yang saya jaga,” mantap builder yang tergolong pendatang baru ini.

Di soal bodi fiber memang nggak diragukan. Karena sudah dibuat begitu presisi di setiap sambungan. Mantap!

SOK DEPAN MIO

Mendapatkan tampilan buntut yang makin nungging, Edo memilih menggunaan sok depan pendek. “Karena depan lebih pendek maka otomatis pantat lebih naik, untuk rangka enggak ada ubahan kok,” beber Edo.

Akhirnya sok dipilih menggunakan punya variasi Mio yang lebih pendek sekitar 3 cm. “Karena ngejar ukuran tadi, juga warna yang lebih sip,” timpal Arwin yang juga berprofesi sebagai guru private musik ini.

WARNA TIM F1

Edo yang berangkatnya dari spesialis cat dan airbrush tampak piawai dalam memilih warna. Silver alias perak dipadu merah dan hitam. Terinspirasi mobil balap F1 dari tim McLaren Mercedes yang tahun lalu membuat Lewis Hamilton menjadi juara dunia.

“Inspirasi tim Silver Arrow itu pas dengan tampilan racing look kali ini,” ungkap Edo sambil menyebutkan kalau dirinya pakai cat merek Spies Hecker dengan pernis dari Sikkens.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 90/80-17
Ban belakang : Swallow 110/70-17
Pelek : Power
Sok depan : Yoko (Mio)
Knalpot : Custom
Setang : Suzuki RG150
Footstep : Yoshimura
Edo Desain : 0815-1343-3600

sumber : www.motorplus-online.com

MOTOR June 5th 2010

Ban dan Modifikasi “Jangan Asal Lebar”

1 Comment »

1710tabel-ban-lebar---yudi1.jpgModifikasi motor, paling sip pakai ban telapak lebar. Kesannya gagah banget, cuy! Apalagi pilihan ban untuk tampil gahar juga sangat banyak di pasaran. Sehingga membuat biker nafsu untuk mengaplikasinya. Tapi jangan asal lebar, harus tetap ada batasannya lho.

Banyak konsumen datang maksa beli ban lebar, namun begitu mereka dikasih tahu harus modif arm, pada nggak mau. Begitu laporan dari sebagian pedagang ban di sentra variasi dan komponen. Karena itu baiknya sebelum belanja ban, harus paham ukuran maksimal lengan ayun.

MOTOR SPORT

Paling banyak pasang ban lebar biasanya motor sport alias motor laki atau batangan. Dari segi tampilan total memang pas, apalagi tenaga motor laki juga menunjang. Di sisi lain pemasangan ban lebar kudu diimbangi pelek dan swing-arm lebar pula. Untuk itu kudu waspada, jangan asal beli, khawatir tidak bisa dipasang.

Berikut ini Em-Plus kasih tahu tabel ukuran ban maksimal kalau ingin tetap pakai lengan ayun standar. Monggo…

Ukuran Jenis Motor Pilihan Merek
110 Mega Pro, GL, V-ixion Battlax, Dunlop, Swallow, Mizzle
120 Tiger, Thunder 125, Pulsar Battlax, Dunlop, Swallow, Mizzle
130 Thunder 250, Ninja RR Battlax, Dunlop, Swallow
140 Yamaha Scorpio Battlax, Swallow, Dunlop
150 Ninja 250R, KLX Battlax, Swallow

PEMAKAI BEBEK CENDERUNG 110/80X17

Pasang ban belakang lebar di motor bebek, sekarang memang nggak lagi ngetrend. Kecuali kalau kaki-kaki tunggangan sudah dimodif. Sebagai pengimbang tampilan, wajar kalau butuh ukuran ban seperti itu.

Meski tidak sedang diminati, kenyataannya ada saja pemilik motor ingin tampilan rodanya lebar bak moge. Padahal menerapkan ban itu di bebek punya batasan ruang di sekitar lengan ayun.

Agar tidak salah pilih atau beli. Juga, idealnya pakai ban ukuran berapa sih biar tapak ban nggak mentok kanan-kiri dan depan? “Di hampir semua bebek, ban yang bisa masuk di lengan ayun rata-rata hanya sampai 120. Dan biar tidak mentok ke depan, tinggi ban harus turun sampai 80. Tapi kebanyakan sih pakai 110/80-17,” buka Didi PA., mekanik Winajaya Motor di Jl. Pahlawan, No. 2B, Rempoa, Jakarta Selatan.

Batas akhir ukuran ban seperti diutaran Didi, lantaran tapak ban rawan bergesek dengan cover rantai atau batang besi penghubung tuas rem belakang. Sedang kalau ketinggian, tapak ban bisa menyentuh besi penghubung lengan ayun. Atau dengan spatbor belakang saat sok kompresi bila jaraknya pendek macam punya Honda Supra X atau Grand.

Akan tetapi batas ukuran itu tidak berlaku bagi pemilik motor Jupiter MX atau Satria F-150. Bebek special ini, dibilang begeitu lantaran andopsi lengan ayun tunggal, masih bisa pakai ban sampai ukuran 130/90. Meski konsekuensinya roda jadi berat dan yang pasti boros bensin.
1711tabel-ukuran-ban-endro02.jpg
PETA BAN BALAP SKUBEK

Kecenderungan kebutuhan skubekers yang demen balap, memilih ukuran 80/90×14 dan 90/80×14 atau 90/90×14. Soalnya, ukuran itu itu dianggap pas, tidak terlalu lebar dan tidak kekecilan.

Nah, soal produk, cukup banyak pilihan. Sejumlah produsen sudah membuat produk aftermarket yang biasa dipilih jadi ban balap. Meski, tidak semuanya klaim bahwa itu ban racing, tapi terbukti handal buat harian dan balap.

Peta produk ban balap dikumandangkan Indotire. Bahkan mereka sudah riset dan support empat seri balap skubek 2009. “Untuk yang 90/80×14 sebentar lagi ada. Kalau yang sudah siap di pasaran dan sudah dipake di balap skubek 80/90×14 dan 100/90×14,” terang Bunyamin, Product Development, PT Central Sole Agency, produsen ban Indotire.

FDR justru sudah lebih dulu punya tipe 90/80×14 dan 80/80×14. Juga sudah tersebar di pasaran dan banyak dipakai balap. Namun pihak FDR tidak menyebut untuk racing. “Hanya memberi performa lebih dibanding ban biasa. Versi racing sesungguhnya masih develop,” terang Mahar Marjono dari PT Suryaraya Rubberindo Industries, produsen FDR.

Begitu juga IRC, pabrikan yang gemar support balap Tanah Air ini juga belum keluarin seri racing ring 14 inci. Mereka juga masih dalam tahap development. “Lihat saja perkembangannya. Kami sudah siapkan rencana itu,” terang Doddy Gozali dari PT Gajah Tunggal, produsen IRC.

Di luar FDR dan Indotire, produk lain yang biasa dipilih buat skubek balap adalah impor dari Thailand, yaitu Vee Rubber Gecko. Ukurannya juga tersedia yang 80/90×14 dan 90/90×14.

Peta ban balap skubek juga diramaikan produk Comet. Ban seri racing ukuran 90/80×14 juga tersedia. “Seri racing bukan murni slick, sih. Seperti juga ban intermediate. Jadi ada kembangannya. Bisa dipakai saat hujan juga,” terang Benny Rachmawan dari Mitra2000 yang mendatangkan ban Comet.

MODIFIKASI, MOTOR June 3rd 2010

Pulsar 135 vs. Honda Megapro, Suzuki Thunder125, Yamaha Jupiter MX…mana yang lebih unggul??

2 Comments »

Mungkin bro-bro semua bertanya-tanya, kenapa sih yang dibahas Pulsar 135 mulu??….tiada maksud lain selain ingin mengupas tuntas produk yang menarik perhatian. Kenapa menarik perhatian?? dengan banderol harga sangat terjangkau untuk ukuran motor batangan tentu adalah hal yang menarik. Walau banyak orang meragukan kualitas bajaj, tidak menyurutkan keinginan saya untuk mengupas tuntas siPulsar 4 klep ini. Saya akan coba mengkomparasi spek secara head to head terhadap motor yang cc, horse power, dan harga mirip untuk berhadapan secara langsung dengan Pulsar135. Kebetulan hari ini melakukan test ride kedua terhadap Bajaj Pulsar 135 dan alhamdullilah akhirnya dapat kesempatan membetot gas semaksimal mungkin buat mengetahui kekuatan sibaby Pulsar.

Sungguh berat kalau kita menyandingkan Pulsar dengan pabrikan-pabrikan Jepang papan atas yang sudah mendarah daging terhadap masyarakat Indonesia. Dengan eksistensi lebih dari 30 tahun merupakan nilai plus pabrikan negara matahari terbit tsb. Karena itu disini saya coba mengupas secara performa dari engine, serta tingkat nilai ekonomis mengenyampingkan masalah branded. Banyak yang bertanya pilih mana sih antara P135 dengan Thunder??…kalau dengan Jupiter MX. atau Honda megapro.?? pertanyaan-pertanyaan itu banyak diutarakan. Saya akan merangkum secara singkat masing-masing produk tsb. Setelah itu  kita serahkan kebro-bro semua untuk menyimpulkan dan memilih yang terbaik.

Suzuki Thunder125 sekarang dibanderol dengan harga 15,5juta. Adalah motor sport termurah sebelum P135 dipasarkan (Pulsar XCD125 tidak masuk kategori). Motor ini diklaim mempunyai power 11,5hp. Kemudian Jupiter MX135 dengan power mencapai 11,33hp, banderol harga 15,4juta. Yang terakhir Honda Megapro 13,3hp, banderol harga 20,5juta. Kenapa lompat langsung ke Megapro? karena tenaga Megapro adalah yang paling mirip outputnya dengan Pulsar 135. Ketika saya mencoba test ride hari ini dengan menggeber Pulsar 135, klaim pabrikan output 13,5hp ternyata bukan omong kosong belaka. Waktu gas dibetot dengan main selip kopling, accelerasi yang saya rasakan bukan seperti motor 135cc. Tendangan rpm atas bisa naik dengan cepat sehingga kita dipaksa oper gigi lagi, dan lagi.  Dengan keiritan yang diklaim 1:60km merupakan sesuatu hal yang sulit untuk dipercaya. Sudah bukan rahasia umum bahwa tenaga besar membutuhkan minum/bensin lebih banyak dengan konsekuensi boros tentunya.  Tapi anehnya hal ini tidak berlaku pada Pulsar135. Sangat disayangkan saya tidak melirik speedometer karena konsentrasi penuh kedepan. Tidak heran motoroids.com mengatakan tarikan baby Pulsar dari 0-60km/jam bisa mengalahkan Yamaha FZ16 aka Byson. Pada kecepatan tinggi motor tidak melayang alias stabil. Begitupun juga ketika rem dibejek habis schockbraker depan bekerja sempurna sehingga motor dapat berhenti secara anteng tidak ada gejala limbung. Hanya satu yang kurang sreg sama motor andalan Bajaj ini adalah letak foot step depan yang kurang kebelakang sehingga mengurangi nuansa sportnya. Puas sudah mencoba siPulsar 135 untuk membuktikan apakah pantas motor ini mendapatkan berbagai award diIndia plus tabloid otomotif. Dan ternyata memang tidak berlebihan kiranya mereka memberikan predikat ini. Silahkan lihat komparasi singkat spek masing-masing motor. Mana yang terbaik?? silahkan sampeyan sendiri yang berhak menilai…(iw/17/05/2010)

Jupiter MX Spec

Tipe Mesin : 4 Langkah, SOHC, 4 Klep (Berpendingin Cairan)
Diameter Langkah : 54 x 58,7 mm
Volume Silinder : 135 cc
Susunan Silinder : 1
Perbandingan Kompresi : 10,9 : 1
Power Max : 8,45 kw (11,33 hp) / 8500 rpm
Torsi Max : 11,65 n.m (1,165 kgf.m) / 5500 rpm
Sistem Pelumasan : Pelumasan Basah
Oli Mesin :800 cc (Berkala) | 1,000 cc (Total)
Radiator :Radiator dan Mesin 620 cc | Tangki Recovery 280 cc | Total 900 cc
Karburator : Mikuni VM 22 x 1, Setelan Pilot Screw 1-5/8 Putaran Keluar
Putaran Langsam : 1.400 rpm
Saringan udara :Tipe kering
Transmisi :Tipe ROTARY 4 Kecepatan

Thunder 125

Jenis 4 langkah, Berpendingin Udara SOHC
Jumlah Silinder 1 (satu)
Diameter Silinder mm 57
Langkah Piston mm 48,8
Kapasitas Silinder cm3 124
Perbandingan Kompresi 9,2 : 1
Daya Maksimum rpm 11,5 Ps/9.500
Karburator MIKUNI BS26SS, Tunggal
Saringan Udara Elemen Busa Polyurethane
Sistem Starter Listrik dan engkol
Sistem Pelumasan Perendaman Oli

Pulsar135 (Photo versi Indonesia)

Type 4 stroke, air cooled, 4-valve, single cylinder, SOHC, DTS-i
Displacement (cc) 134.66cc
Max. Power (Ps @ RPM) 13.5 hp @ 9000 rpm
Max. Torque (Nm @ RPM) 11.4 @ 7500
Starting Kick + Self start
Front Telescopic Front Fork with antifriction bush (Stroke 130)
Rear Trailing arm with Co Axial Hydraulic cum Gas filled adjustable
Shock Absorbers and Triple rate Coil Spring
Front Disc (Diameter 240 mm)
Rear Drum (Diameter 130 mm)

Honda Megapro160

Tipe mesin : 4 langkah, SOHC, pendinginan udara
Diameter x langkah : 63,5 x 49,5 mm
Volume langkah : 156,7 cc
Perbandingan kompresi : 9,0 : 1
Daya maksimum : 13,3 PS / 8.500 RPM
Torsi maksimum : 1,3 kgf.m / 6.000 RPM
Kapasitas minyak pelumas mesin : 0,9 liter pada penggantian periodik 0,9 liter pada penggantian periodik
Kopling Otomatis : Manual, tipe basah dan pelat majemuk
Gigi transmsi : 5 kecepatan, bertautan tetap
Pola pengoperan gigi : 1-N-2-3-4-5
Starter : Pedal dan starter elektrik
Aki : 12 V – 5 Ah
Busi : ND X 24 EP-U9 / NGK DP8EA-9
Sistem pengapian : DC-CDI, Baterai
MOTOR June 3rd 2010

Inikah yang Akan Jadi Pengganti Suzuki Thunder?

1 Comment »

Foto: Indiaon2wheels
NEW DELHI- Suzuki Two Wheelers India tampaknya tak sabar untuk segera menghadirkan motor sport 125 cc terbaru yang mereka sebut Sling Shot. Akankah jadi pengganti Thunder bila masuk Indonesia?

Meski belum resmi diluncurkan, namun mengutip dari Indiaon2wheels, Selasa (1/6/2010), Suzuki Sling Shot kemungkinan akan disokong oleh mesin 125 cc 4-tak yang sama dengan generasi pendahulunya, Suzuki Zeus.

Dengan bermodal dapur pacu ini, maka keluaran tenaga juga diprediksi serupa yakni 8,7 bhp. Namun Suzuki sepertinya akan sedikit melakuakn perubahan di sektor mesin, termasuk standar emisi gas buang Euro III.

Dari hasil foto spyshoot terlihat Sling Shot tampil sangat sporty mulai dari tangki bahan bakar hingga ke bagian buritan. Ada pula penggunaan panel instrumen analog baru serta indikator posisi gigi yang didesain fresh.

Namun untuk ban depan, Suzuki masih menggunakan tromol bukan cakram. Meski demikian kemungkinan pabrikan Jepang ini akan pula menyediakan pilihan rem cakram depan.

Di India, Suzuki Sling Shot diprediksi akan dilepas sekira 55.000 Rupee atau sekira Rp10,8 juta

MOTOR, OTO NEWS June 2nd 2010