Motor Sport 2-Tak yang “Hijau”

No Comments »

Foto: Ist
ITALIA- Mungkin saat ini orang beranggapan motor 2-tak tidak sesuai lagi dengan standar emisi gas buang di beberapa negara maju yang telah mencapai Euro III.

Namun Cagiva tetap pede memperkenalkan Mito SP525 yang merupakan motor sport 125 cc 2-tak. Meski masih mengusung mesin 2-tak, tapi SP 525 diklaim telah memenuhi standar spesifikasi emisi gas buang Euro III.

Rumusnya ada pada ECS (Electronic Carburetion System). Sistem ini mengelola dengan seksama jumlah udara, campuran bensin dan oli 2-tak yang dikembangkan dalam kolaborasi Dell’Orto.

“Unit kontrol elektronik ini juga mengatur sistem pengapian yang cara kerjanya mirip sistem injeksi bahan bakar (fuel injection) yang memiliki ECU pada mesin 4-tak,” tulis Motorcycle Thailand, seperti dikutip okezone, Rabu (1/9/2010).

Sistem ECS pada Cagiva Mito juga menawarkan keuntungan mesin 2-tak pada umumnya, yakni ringan, performa yang ekstrim, serta pemeliharaan yang sederhana dan juga berbiaya rendah.

Dengan desain yang konservatif namun dibekali “otak” mesin yang pintar menjadikan motor ini sanggup menawarkan tenaga mumpuni khas mesin 2-tak tapi juga tetap ramah lingkungan sesuai standar emsi gas buang dunia.

MOTOR September 2nd 2010

Skutik Murah yang Lincah

No Comments »

(Foto: Prasetyo/okezone)
CISARUA- Viar punya skuter matik (skutik)? Hmmm… mungkin selama ini Viar identik dengan motor komersial tiga roda. Apa jadinya jika pasar skutik mereka garap juga?

Sejuta penasaran itu seakan menggunung dibenak okezone kala PT Triangle Motorindo (TM) resmi meluncurkan skutik Viar Vior 10 Agustus 2010 silam.

Ketika selubung dibuka, hadirlah sosok skutik 125 cc ke hadapan sejumlah jurnalis. Bermodal mesin 4-tak single cylinder berpendingin udara, Viar Vior diklaim sanggup menghasilkan tenaga sebesar 7,6 kW pada 8.000 rpm dengan torsi puncak 9,5 Nm di 7.000 rpm. Benarkah?

Seakan menjawab tantangan rekan-rekan jurnalis yang ada saat itu, tak berselang lama TM pun mengajak 10 media untuk mengikuti sesi tes ride bertema ‘Touring Viar Vior Jakarta-Puncak’.

“Touring ini sengaja kita gelar karena selama ini banyak rekan-rekan jurnalis yang minta tes ride satu-satu. Daripada lama, lebih baik kita buat konsepnya touring,” sebut Marketing Division Head TM, Ahmad Zafitra Dalie dalam sambutannya di Kantor Pusat TM, Jakarta sebelum melepas rombongan menuju Cisarua, Jawa Barat.

Sebanyak 10 unit Viar Vior telah berjejer untuk siap ditunggangi rekan-rekan jurnalis Nusantara termasuk okezone. Ketika kunci kontak diputar, kesan pertama yang didapat yakni suara mesinnya sangat halus, beda dengan motor non Jepang lainnya.

Posisi mengemudi juga mirip dengan skutik-skutik lansiran Negeri Sakura. Cukup nyaman tak jauh berbeda dengan skutik Yamaha maupuan Honda. Untuk yang kerap menggunakan motor dua pabrikan Jepang itu pasti langsung bisa beradaptasi dengan Viar Vior.

Namun sedikit yang cukup butuh kebiasaan yakni tombol-tolbol pada setang. Jarak antara tombol lampu sein dengan klakson terlalu berdekatan sehinga tak jarang rekan-rekan jurnalis lain salah pengoperasian. “Tadinya mau beri lampu sein malah tertekan tombol klakson,” kekeh seorang rekan jurnalis yang ikut dalam touring Viar Vior ini.

Masuk ke kawasan lalu lintas yang pada ketika masih di seputaran Ibukota, skutik seharga Rp8,45 juta on the road Jakarta itu tetap lincah meliuk diantara deretan kendaraan lain yang antre saat kepadatan lalu lintas terjadi.

Memasuki daerah menanjak dan berkelok, Vior juga masih bisa melakukan tugasnya dengan cukup baik. Tak ada hambatan berarti kala melewati rute Puncak, Jawa Barat. Namun beberapa rekan jurnalis mengeluhkan per standar tengah dan samping yang tiba-tiba turun ketika ditengah perjalanan. Akibatnya bagian ini bergesekan dengan median jalan saat motor diajak rebah.

Satu hal yang cukup membuat okezone angkat jempol, Viar Vior mampu tembus dengan kecepatan diatas 100 km/jam saat di gas pol di jalur lurus di kawasan Bogor. Angka yang berhasil dicapai ini tentu lebih tinggi dari klaim TM yang menyebutkan Vior memiliki tenaga maksimum 85 kpj.

Terlepas dari itu, sebagai pemain baru di kelas skutik, Viar masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Masalah desain yang kadang dikaitkan dengan kompetitornya dari Jepang, citra motor non Jepang yang belum terangkat, hingga pembenahan dibeberapa bagian motor patut jadi perhatian TM selaku produsen Viar.

Bila semua itu dilakuakan dengan baik, bukan tidak mungkin Viar menyodok menjadi satu merek pesaing serius Honda serta Yamaha di Tanah Air

MOTOR September 2nd 2010

TIF, Mobil Murah Honda di China

No Comments »

Foto: Ist
SHANGHAI- Pasar automotif di China yang terus berkembang seakan menjadi magnet bagi produsen asing untuk menjejalkan produknya ke negara itu.

Kabar terbaru datang dari Honda Motor Co. Produsen mobil asal Jepang ini berencana meluncurkan mobil kecil baru yang diberi kode TIF.

Demikian diungkapkan President Honda China Seiji Kuraishi seperti dikutip okezone dari Gasgoo, Rabu (1/9/2010).

Kemungkinan terbesar Honda TIF akan mengusung mesin 1.000 cc dan 1.300 cc dengan harga yang bakal dipatok berkisar antara 60.000-80.000 yuan (Rp79,5 juta-Rp106 juta).

Dengan harga ini jelas TIF akan bersaing ketat dengan Nissan Mirca maupun Chevrolet Sail yang keduanya juga diposisikan sebagai mobil berharga terjangkau.

Honda TIF hadir dengan model yang sepintas mirip dengan Jazz. Bentuk catchy sangat identik dengan mobil mungil ini, mulai dari desain bodi depan, belakang, hingga lampu-lampunya. Sementara fitur-fitur di dalamnya diklaim sangat user-friendly.

Selain itu Honda juga sesumbar mobil ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang paling efisien dikelasnya dengan paduan fitur keamanan serta kenyamanan terbaik.

Besarnya pasar mobil di China menjadikan Kuraishi berharap, dengan hadirnya TIF, bakal mendongkrak penjualan Honda menjadi 150.000 unit per tahun dari sebelumnya 130.000 unit

MOBIL, OTO NEWS September 2nd 2010

Mudik Pakai City Car? Siapa Takut

No Comments »

Gambar

Mudik menggunakan mobil bertipe MPV atau SUV pastinya tidak ada masalah, tenaga besar, muat pun besar. Tapi bagaimana kalau sehari-sehari kita menggunakan city car yang imut, tapi ingin mudik?

Kenapa tidak mudik pakai city car. Toh, mobil imut ini tidak hanya jago membelah kemacetan kok. Diajak jalan jauh juga tetap nyaman dan aman, asalkan mengikuti beberapa tips berikut.

Service Support & Development Manager PT KIA Mobil Indonesia, Ari Tjahyo Soeharto coba memberikan tips bila anda ingin mudik menggunakan mobil imut atau city car.

“Perawatan berkala sebelum mudik, wajib hukumnya, itu tidak hanya untuk city car saja, tapi semua mobil,” ujarnya kepada detikOto, Kamis (2/9/2010).

Bagian-bagian mobil seperti ban, rem, kopling, lampu-lampu, oli dan radiator harus kita cek kondisinya sebelum mudik. “Bakal lebih baik dan praktis bila membawanya ke bengkel resmi,” tambahnya.

Tapi, bagaimana kalau mau membawa barang banyak? “Bisa saja, kalau bagasi sudah tidak muat, bisa ditaruh di atap mobil kok,” kata Ari.

Akan tetapi, bakal lebih baik kalau menggunakan roof rack, sehingga selain lebih aman, juga tidak akan melukai permukaan atap mobil bila bergesekan dengan barang bawaan kita.

“Lihat juga berapa kapasitas daya angkut dari roof rack nya, jangan melebihi kapasitas yang disarankan, nanti bisa mempengaruhi handling mobil,” ungkap Ari.

Selain itu, tambahnya, usahakan menaruh barang bawaan di atap pada bagian tengah, atau sedekat mungking dengan pilar B pada mobil imut Anda.

“Jadi jangan terlalu depan atau terlalu belakang, tapi di tengah-tengah, supaya center gravity mobil tidak terganggu, yang bisa menyebabkan handling kurang baik,” tambahnya.

Nah, meskipun mobil imut, tapi tetap bisa diajak mudik juga kan? Selamat mencoba!

OTO NEWS, TIPS N TRICK September 2nd 2010