(Foto: Prasetyo/okezone)
CISARUA- Viar punya skuter matik (skutik)? Hmmm… mungkin selama ini Viar identik dengan motor komersial tiga roda. Apa jadinya jika pasar skutik mereka garap juga?
Sejuta penasaran itu seakan menggunung dibenak okezone kala PT Triangle Motorindo (TM) resmi meluncurkan skutik Viar Vior 10 Agustus 2010 silam.
Ketika selubung dibuka, hadirlah sosok skutik 125 cc ke hadapan sejumlah jurnalis. Bermodal mesin 4-tak single cylinder berpendingin udara, Viar Vior diklaim sanggup menghasilkan tenaga sebesar 7,6 kW pada 8.000 rpm dengan torsi puncak 9,5 Nm di 7.000 rpm. Benarkah?
Seakan menjawab tantangan rekan-rekan jurnalis yang ada saat itu, tak berselang lama TM pun mengajak 10 media untuk mengikuti sesi tes ride bertema ‘Touring Viar Vior Jakarta-Puncak’.
“Touring ini sengaja kita gelar karena selama ini banyak rekan-rekan jurnalis yang minta tes ride satu-satu. Daripada lama, lebih baik kita buat konsepnya touring,” sebut Marketing Division Head TM, Ahmad Zafitra Dalie dalam sambutannya di Kantor Pusat TM, Jakarta sebelum melepas rombongan menuju Cisarua, Jawa Barat.
Sebanyak 10 unit Viar Vior telah berjejer untuk siap ditunggangi rekan-rekan jurnalis Nusantara termasuk okezone. Ketika kunci kontak diputar, kesan pertama yang didapat yakni suara mesinnya sangat halus, beda dengan motor non Jepang lainnya.
Posisi mengemudi juga mirip dengan skutik-skutik lansiran Negeri Sakura. Cukup nyaman tak jauh berbeda dengan skutik Yamaha maupuan Honda. Untuk yang kerap menggunakan motor dua pabrikan Jepang itu pasti langsung bisa beradaptasi dengan Viar Vior.
Namun sedikit yang cukup butuh kebiasaan yakni tombol-tolbol pada setang. Jarak antara tombol lampu sein dengan klakson terlalu berdekatan sehinga tak jarang rekan-rekan jurnalis lain salah pengoperasian. “Tadinya mau beri lampu sein malah tertekan tombol klakson,” kekeh seorang rekan jurnalis yang ikut dalam touring Viar Vior ini.
Masuk ke kawasan lalu lintas yang pada ketika masih di seputaran Ibukota, skutik seharga Rp8,45 juta on the road Jakarta itu tetap lincah meliuk diantara deretan kendaraan lain yang antre saat kepadatan lalu lintas terjadi.
Memasuki daerah menanjak dan berkelok, Vior juga masih bisa melakukan tugasnya dengan cukup baik. Tak ada hambatan berarti kala melewati rute Puncak, Jawa Barat. Namun beberapa rekan jurnalis mengeluhkan per standar tengah dan samping yang tiba-tiba turun ketika ditengah perjalanan. Akibatnya bagian ini bergesekan dengan median jalan saat motor diajak rebah.
Satu hal yang cukup membuat okezone angkat jempol, Viar Vior mampu tembus dengan kecepatan diatas 100 km/jam saat di gas pol di jalur lurus di kawasan Bogor. Angka yang berhasil dicapai ini tentu lebih tinggi dari klaim TM yang menyebutkan Vior memiliki tenaga maksimum 85 kpj.
Terlepas dari itu, sebagai pemain baru di kelas skutik, Viar masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Masalah desain yang kadang dikaitkan dengan kompetitornya dari Jepang, citra motor non Jepang yang belum terangkat, hingga pembenahan dibeberapa bagian motor patut jadi perhatian TM selaku produsen Viar.
Bila semua itu dilakuakan dengan baik, bukan tidak mungkin Viar menyodok menjadi satu merek pesaing serius Honda serta Yamaha di Tanah Air