Share |

Review Hyundai Tucson

Add comments

Tampang beberapa mobil bertipe SUV boleh dibilang biasa saja. Namun untuk SUV dari Hyundai ini tampangnya boleh juga, garang namun anggun. Apakah performanya demikian?

Sebelum berasumsi macam-macam, sebaiknya kita cicipi SUV Tucson GLS 4X4 bensin.

Dari luar, Tucson terbaru itu dianugrahi kesegaran luar biasa. Perubahan terlihat pada depan, tengah hingga buritan. Konsepnya kini lebih kekar namun tetap mengusung aerodinamis.

Desain grille berkarakter lewat grill 3 tingkat yang disambut dengan mata sipit (head lamp) Tucson.

Sementara desain headlamp dan foglamp menyiratkan keanggunan yang luar biasa di balik ketangguhannya. Anda pun bakal terlena dan merasa ingin segera membejek pedal gas si SUV anyar. Tetapi nanti dulu. Soalnya bagian luar belum diulas seutuhnya.

Nah, beranjak ke bagian tengah. Garis tegas menyelubungi bagian samping SUV tersebut. Kekakaran yang Hyundai benamkan pada SUV itu sepertinya tidak percuma.

Dan untuk bagian bokong. Hyundai seakan tidak ingin ketinggalan zaman. Desain stoplamp “menular” ke bodi samping. Untungnya konsep itu sepadan dengan bodi Tucson yang tergolong gambot.

Masuk ke kabin penumpang. Seperti yang detikOto rasakan, kabin penumpang SUV Tucson seakan menggabungkan desain kotemporer dan modern.
Hyundai Tucson
Suasana kontemporer dapat dirasakan lewat warna-warna redup (coklat tua dan coklat muda). Penggabungan 2 warna tersemat rapih di bagian dashboard, doortrim hingga pilar.

Dan untuk sisi modern, disainer Hyundai berhasil membuat lekukan dashboard dan doortrim semenarik mungkin, hingga menyiratkan SUV Tucson adalah SUV mewah.

Sementara untuk kabin penumpang tergolong sederhana seperti audio, CD player, radio, aux-in seperti mobil seharga Rp 150 juta sampai Rp 180 juta. Namun pengemudi cukup dibuat nyaman dengan pengatur suara pada lingkar kemudi. Desain yang pas agar tetap terhindar dari bahaya.

Dan untuk keselamatan Hyundai Tucson dilengkapi dengan fitur keselamatan standar seperti Airbag, ABS dan EBD. Ada juga fitur tambahan hill assist dan downhill brake control yang memungkin mobil diajak naik-turun gunung.

Bagian kursi kedua cukup lega, 3 penumpang dewasa bisa ditelan dengan sempurna. Sementara untuk bagasi belakang, karena hanya mengadopsi dua baris penumpang, bagasi sangat lega. Hyudai sepertinya pengertian dengan kondisi konsumennya yang doyan pelesiran.

Kunci diputar ke posisi On. Mesin Theta II 1.998 cc 4 silinder Dual CVVT DOHC 16 valve terdengar halus. Ada 2 pilihan i-drive yakni D dengan 6 Speed Shiftronic diposisikan dan D sport jika Anda ingin merasakan mesin lebih responsif.

Ketika pedal gas disentuh, akselarasi New Tucson sangat baik. Mesin 1.998 cc yang bisa menyemburkan tenaga 166 dk dan torsi 197 Nm terbaik dikelasnya meski harus deruan mesin terdengar hingga ke kabin penumpang.

Hebatnya perpindahan gigi 1 ke gigi 6 sangat halus. Sayang untuk putaran atas mesin sedikit lemah.

Beruntungnya hingga kecepatan 160 km/jam, mobil tetap stabil dan mudah dikendarai. Karakter suspensi memang agak keras. Namun penumpang belakang masih dimanjakan dengan ayunan suspensi Tucosn. Konsep itu cocok untuk citra SUV tangguh.

Bagaimana dengan konsumsi bahan bakar. Tengok ke panel instrument pada speedometer. Jika Anda bijak menekan pedal gas, angka yang muncul adalah 15,1 liter untuk menempuh jarak 100 kilometer. Nah, jika Anda menggeber habis Tucson, angka yang muncul mencapai 25 liter untuk 100 kilometer.

Hasil itu sepertinya cukup irit untuk ukuran mobil 2.000 cc berkelamin jantan. Dari apa yang detikOto dapatkan lewat SUV Tucson, Hyundai seperti benar-benar menyempurkan mobil berkelamin jantan tersebut sehingga mampu bersaing dengan Honda CR-V, Chevrolet Captiva, Nissan X-Trail lewat banderolan Rp 286 juta on the road Jakarta.



MOBIL, OTO NEWS March 4th 2011

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.