Share |

BMW R100RS Garapan Modifikator Jepang

Add comments

Rumah modifikasi sekaligus restorasi Ritmo-Sereno asal Nishitokyo, Tokyo, Jepang, mengubah sebuah motor lawas BMW R100RS tetap bergaya kuno, tetapi lebih manis. Tidak seperti kebanyakan pemodifikator Jepang yang hasil garapannya lebih seperti “manisan” karena bentuk dan permainan warna.

BMW R100RS buatan tahun 1970-an ini lebih mengilat dari warna aslinya yang pudar. Untuk pewarnaan, Ritmo-Sereno terinspirasi mobil balap BMW 3.5 CSL Group 5 yang khas dengan strip biru-hitam-merah di atas warna putih yang mendominasi.

Soal bodi, perubahan utama pada motor bergaya cafe racer ini terlihat di bagian buntut. Fungsi jok penumpang ditiadakan dan diganti dengan jok tunggal. Yang unik, sandaran itu sebenarnya sebuah pintu menuju ruang bagasi di buritan. Setelah retsleting dibuka, maka ruangan itu cukup untuk memuat sarung tangan atau mungkin gulungan dokumen.

Mengarah ke area bawah jok, bagian ini dibiarkan telanjang dengan mengutamakan bagian-bagian mesin dan selang-selang yang sudah dipoles dan ditata ulang. Secara unik bagian tersebut dikomposisikan dengan fairing besar bawaan asli. Perubahan tersebut membuat bobot motor jadi hanya 190 kg, dari bobot asli 242 kg.

Bagian custom-nya mencakup pegangan bagian-bagian bodi, pegangan instrumen, dan tempat aki baru. Sementara itu, knalpot terletak di kanan dibuat tunggal. Posisinya diseimbangkan dengan keberadaan suspensi tunggal Öhlins di kanan.

Penggunaan gardan sebagai penyalur tenaga (bukan rantai dan khas motor BMW) tidak diutak-atik. Komposisi kian lengkap karena velg asli RS dilabur biru mengilat dengan ban slick.

Beginilah jadinya jika motor Jerman diracik dengan rasa Jepang.



MODIFIKASI, MOTOR November 14th 2011

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.