Share |

Honda CB125 “Jadul” Berubah Menjadi BSA S27 Klasik

Add comments

Keterbatasan melahirkan kreativitas! Hasilnya, mengundang rasa kagum. Itulah yang dilakukan oleh bengkel Puspa Kediri Custom Chopper dengan bangunan 2 meter persegi berhasil “menyulap” Honda CB125 lansiran 1980 penampilan berubah menjadi BSA S27 keluaran 1927. Bengkel yang berada di bilangan Jati Makmur, Pondok Gede Bekas, ini diarsiteki oleh Aya dan Aris, semula hanya untuk melayani bubut dan las. Kenyataannya, malah menjadi bengkel modifikasi pecinta sepeda motor antik, khusus bagi pemilik Honda CB atau Kawasaki Binter.

Contoh karya yang telah dihasilkan adalah Honda CB125 milik Udivisianto atau Udi ini. Kini, sepeda motor Jepang itu  penampilannya telah berubah bergaya Board Tracker ala BSA S27. “Gue memang suka dengan gaya-gaya old school, khususnya board tracker, sepeda motor balap di jaman dahulu,“ jelas Udi yang mengaku baru bisa mengendarai motor 3 tahun belakangan.Untuk itu, jJarak sumbu roda (wheelbase) diperpanjang dengan mencontoh BMW.
Dengan modifikasi radikal tersebut, kuda besi jadul ini tampak klasik.Pasalnya, setang menekuk ke bawah, bagian depan cangkrang, rangka kokoh, tangki, sepatbor, mesin, sampai springer di jok difungsikan untuk meredam guncangan saat Honda CB ini saat ditunggangi.
Jantung si Honda tua ini juga direstorasi agar tenaganya tidak melempem. Blok dan kepala silinder diganti dengan punya Honda Tiger. Hanya blok bawah yang dipertahankan. Pemasok dan pencampur udara dan bahan bakar atau karburator juga diambil dari Tiger. Sedangkan gigi primer dan sekunder, dicomot dari Honda Mega Pro. Untuk mempertegas sosok klasik,  pada mesin dipasang  wadah filter bensin berbentuk gelas jamu.
Pada bagian yang mejejak jalan atau roda, Udi memasang pelek 18 inci di depan dan belakang berbalut ban Swallow 350 di depan serta 400 di belakang. “Roda memang harus seperti agar sesuai dengan konsep. Ban itu sengaja gue pilih karena bentuk kembangnya sesuai dengan konsep modifikasi,” tukas Udi.
Lantas memilih alasan warna merah dan putih, dikemukan dua alasan. “Pertama, sesuai STNK untuk warna merah. Kedua, merah itu mewakili energi dan puti, kelembutannya,” terang Udi.

Untuk ini mengubah penampilan CB125 jadul menjadi motor klasik Inggris tersebut, Udi mengaku menghabiskan biaya Rp 30 jutaan selama 2 bulan. “Tapi puas!” tutupnya!



MODIFIKASI, MOTOR, Uncategorized February 21st 2012

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.