Yamaha Jupiter MX 135 LC, Pesona Lampu

No Comments »

Sejak kehadirannya 5 tahun yang lalu, sudah banyak sekali Yamaha Jupiter MX 135LC dimodifikasi seperti karya modifikator M1 dari Bali ini. Acuannya mengganti beberapa bagian bodi dengan tipe sama yang edar di Thailand. Misal setang dan lengan ayun.

“Memang pasaran sekali yang ganti setang pakai Yamaha X1 seperti ini,” buka Made Ambhara, sang modifikator. Begitu juga swing arm yang menggunakan punya Yamaha Spark, sudah sesuatu yang sangat lumrah.

“Tapi, saya enggak mau terjebak tampilan biasa seperti itu. Untuk itu, harus ada inovasi atau hal baru yang dilakukan,” kata pria bertubuh subur ini. Dengan spesialis bengkelnya yang menggunakan fiber glass, tentu saja gampang mewujudkan ide liar yang ada di benaknya.

Misalnya untuk lampu utama. Dengan cukup berani dia coba pasang lampu variasi trail ke bodi depan. Tentu ini hal bisa dibilang baru terjadi.

“Saya lihat lampu yang banyak dipakai pengguna Kawasaki KLX itu berkesan sangat modern dan juga futuristik, karena itu kepikiran untuk nempelin di MX,” cerita pemilik bengkel dari Jl. Gunung Muliawan Timur No. 15X, Denpasar.

Karena seluruh bodi merupakan buatannya sendiri, Made bisa langsung mengatur penempatannya. “Bentuk lampu yang serba runcing seperti itu cocok dengan konsep Jupiter MX yang sudah dandan racing style seperti ini,” tambahnya.

Tidak hanya untuk depan, bengkel yang rajin ikut contezt modifikasi ini juga menemukan desain stop lamp yang baru untuk detail modifikasi. Kali ini dia menggunakan lampu Honda Scoopy.

“Bentuk lampu Scoopy sudah menarik, tapi supaya orang tambah penasaran, posisi lampu sengaja dibalik. Dengan begitu tampilan belakang menjadi tidak biasa lagi,” bangga pria yang juga berbisnis di bidang ekspedisi ini.

Modifikasi seperti ini memang tergolong ringan. Karena enggak perlu rombak rangka segala macam. Dengan adanya inovasi di bagian detail, maka hal yang biasa tadi bisa menjadi luar biasa.

Source : http://motorplus.otomotifnet.com
MODIFIKASI, MOTOR, Uncategorized May 31st 2012

Ford Fiesta WRC Berkeliaran di Jakarta

No Comments »
Pekan lalu KompasOtomotif melihat sesuatu yang menarik, yaitu Ford Fiesta bergaya World Rally Cahmpionship (WRC) lengkap dengan Monster Energy yang diparkir pada salah satu rumah mewah, di Jakarta Selatan. Setelah diusut, ternyata, aslinya adalah Ford Fiesta 2011. Mobil kompak ini telah dimodififkasi dan dijadikan simbol bukti kecintaan Ucok – sapaan akrab Rachmat Harahap – terhadap reli dan mengaku (juga mengaku sebagai mantan pereli).”Perombakannya banyak. Termasuk penambahan bodi kit,” ungkap Ucok. Bemper dan kap mesin plus 4-lampu xenon telah membuat wajah Fiesta ini berbeda dari asli atau standarnya. Begitu juga  tambahan ornamen di sepatbor (fender) depan dan belakang  yang berukuran besar. Sosok hatchback ini pun  semakin kokoh. Perombakan di bagian belakang termasuk ekstrim, khususnya bemper dan tambahan sayap.

Interior juga dirombak untuk menciptakan ciri khas mobil reli. Untuk itu, dipasang roll bar, kursi model bucket dari Recaro dan pedal-pedal Sparco. Perangkat hiburan juga diganti dengan memilih satu set audi dari Kicker. ”Yah, ini mobil kan untuk gaya. Audionya kudu di upgrade juga,” imbuh Ucok.

Di bawah kap mesin, juga terjadi perombakan tak kalah ganas. Mesin mobil kompak ini mengalami cangkok turbo disertai kelengkapannya antara lain HKS intercooler, wasegate turbo smart, saluran buang dan injektor tambahan.

Untuk mempertegas sosok Fiesta World Rally, dipasang pula pelek 18 inci hijau ala Monster Energy dari Volrace. Mobil ini semakin macho dengan kaliper rem merah di depan bersama piringan buatan Brembo.

Sayang, Ucok tidak merinci, biaya yang telah dihabiskan untuk mempermak penampilan Fiesta ini!

MOBIL, MODIFIKASI, Uncategorized May 24th 2012

Modifikasi Kawasaki Ninja 250 “Telanjang” yang Seksi

No Comments »

detail berita

Kawasaki Ninja 250 memiliki tampilan sport yang sangat kental sejak keluar dari pabriknya. Maka tidak heran jika banyak pembesut motor sport asal Jepang ini meningkatkan tampilannya dengan cara memodifikasi ala motor MotoGP.

Pertimbangannya, selain mudah untuk dimodifikasi model tersebut, aksesoris penunjangnya juga sudah banyak tersedia dipasaran. Namun Studio Motor Custom Bike mencoba menyuguhkan sesuatu yang berbeda lewat Kawasaki Ninja 250 berjuluk Flat Traker.

Modifikasi yang diusung tidak terlalu ekstrim namun membuat Ninja memiliki karakter naked bike yang sangat kuat dan terlihat seksi. Seluruh bodi asli “pelet dari Jepang” ini ditanggalkan dan diganti baju baru. Siapa pun yang melihat motor ini pastinya tidak akan menyangka kalau ini Ninja 250.

Tangki asli Ninja yang gendut pun diganti dengan tangki lebih kecil model peanut. Tidak diketahui berapa isi kapasitas BBM pada tangki ini. Buritan Flat Traker pun sangat terlihat berbeda. Model meruncing yang mencirikan motor sport masa kini berubah dengan model mendatar khas Cafe Racer.

Tampilan luar kian terlihat sangar dengan balutan warna hijau doff. Sementara sektor rangka dilabur warna kuning emas untuk menunjang tampilan luar.

Nampaknya motor ini hanya diperuntukkan bagi sang penunggang saja. Hal tersebut dapat dilihat dari jok model single seater yang dianut. Hal menarik terlihat pada sektor penerangan, Ninja telanjang ini menggunakan lampu HID yang dicomot dari Toyota Rush. Lampu tersebut ditempatkan di shockbreaker sebelah kanan.

Agar tampilan luar kian maksimal, maka part berbau racing pun coba untuk dianut seperti foot step X-Race, filter udara K&N dan knalpot racing lansiran Leovince SBK.

Ubahan pada sektor kaki-kaki pun tidak nampak nyeleneh dan disesuaikan dengan postur Flat Traker. Velg palang enam disektor depan dibalut ban depan Bridgestone Battlax 120/70-17, sementara sektor belakang mengusung ban Bridgestone Battlax 150/70-17.

Spesifikasi
Setang: Fatbar
Spion: Koso
Lampu depan: Toyota Rush + HID
Lampu Belakang: After market
Knalpot: Leovince SBK
Footstep: X-Race
Filter udara: K&N
Ban depan: Bridgestone Battlax 120/70-17
Ban belakang: Bridgestone Battlax 150/70-17
Custom: Studio Motor custome Bike
Painting: Komet Studio

MODIFIKASI, MOTOR, Uncategorized May 16th 2012

Pajero Sport Berkaki Besar dan Suspensi Udara

No Comments »

Mendandani mobil dengan mengganti pelek dengan diameter  lebih besar bukanlah hal yang spesial. Hanya, menjadi tidak lazim bila diameter yang dipilih paling maksimal. Nah, ketidaklaiman itulha yang dilakukan Agus Budiono dengan menggunakan pelek asal Amerika Serikat, Limited, berdiameter 26 inci dan lebar 10,5 depan-belakang.

Rp80 Juta
Pemilik Pajero Sport ini paham benar tingkat kesulitan yang dihadapi ketika memutuskan memakai pelek berdiameter besar. Beberapa modifikasi harus dilakukan agar lingkar roda ini bisa dipasang  dengan baik dan aman digunakan.

Inner fender bawaan pabrik yang dibuat dari plastik diganti. Pelat yang berada di dalamnya ikut disesuaikan agar tidak mentok. Setelah itu lapisan spakbor diganti dengan menggunakan  plastik dengan  ukuran yang sudah disesuaikan untuk menjaga bagian dalam tetap bersih.

Kendala lain muncul saat pelek dan ban seharga Rp80 juta itu akan dipasang. Saat setir diputar, ban Kumho menyentuh motor penyemprot air wiper. Alhasil, perangkat tersebut  harus dimodifikasi.

“Pemasangan suspensi udara (air suspension) pun tak kalah rumitnya dibandingkan dengan  pemasangan pelek,” ungkap pemuda asal Solo ini. Pemasangan dipercayakan ke Bengkel Catalunya dan langsung dipantau oleh pemuda 29 tahun ini.

Untuk mendapatkan hasil maksimal ketika mobil diaktifkan ke posisi paling rendah, dudukan per dipindahkan ke bagian bawah dari posisi awal. Begitu pula posisi peredam kejut (shock absorber) Koni – aslinya untuk Honda Genio – dipisahkan dari balon suspensi udara. Proses pemindahan dudukan per dan peredam kejut butuh 4 hari agar semua berfungsi dengan baik saat mobil melaju.

Ganti Lampu
“Bodi mobil juga ikut dimodifikasi agar terlihat berbeda dan lebih oke,” ujar pengusaha showroom Budi Agung Motor ini. Beberapa aksesoris menempel di eksterior depan dan belakang plus stiker di samping. Penerangan ditukar dengan HID untuk lampu utama dan lampu kabut (foglamp) serta lightbar di atap dari Landun.

Bagian interior yang diganti adalah bahan pelapis jok, kini menggunakan kulit. Untuk hiburan, dipasang baru sebuah monitor LCD bersama DVD player di plafon, baris depan dekat spion tengah.

Untuk mencegah penurunan performa saat akselerasi, ECU ditemani piggy back yang dklaim bisa menaikkan tenaga 30%.

“Kalau tenaga nggak di-up grade, saat konvoi bisa jadi saya tertinggal dengan yang lain. Pasalnya bobot kendaraan bertambah karena pelek diganti serta komponen suspensi udara bersama tabung dan motornya,” tutup Agus.

MOBIL, MODIFIKASI, Uncategorized May 15th 2012

Honda Sabre Switchblade Pro Drag Konsep

No Comments »
detail berita

F: Honda Sabre Switchblade Pro Drag Konsep (Topspeed)

TOKYO – Sabre Switchblade Pro Drag, itu adalah nama untuk motor konsep yang dikembangkan oleh produsen motor Honda. Motor ini memiliki aura motor balap jalanan yang kuat, terlihat pada desain serta dapurpacu yang menggunakan kapasitas besar.

Desain motor yang berbasis Honda Sabre ini terispirasi dari gaya yang melekat pada kendaraan Formula 1 dan MotoGP. Guna membungkus rangka, maka digunakan bodi berbahan karbon fiber. Kesan motor drag semakin kuat dengan pemasangan setang jepit sabagai alat pengendali motor.

Untuk suspensi, motor ini menggunakan shock tipe sport dengan pengaturan tiga pilihan dan monoshock dibagian belakang. Sistem suspensi ini dinilai mampu meredam getaran dan guncangan.

Guna mendukung segi keamanan, pada sistem pengereman Sabre Switchblade Pro Drag menggunakan kaliper rem dan piringan cakram dengan spesifikasi balap. Melengkapi kesan balap, velg menggunakan serat karbon yang terkenal ringan namun sangat kuat. Bagian depan berukuran 21 inci sedangkan belakang 18 inci.

Motor konsep ini dikabarkan menggunakan mesin VT1300cc yang dikenal sangat bertenaga. Sabre Switchblade Pro Drag juga telah dilengkapi GPS dengan data unit yang telah diakuisisi.

Sayangnya belum ada keterangan resmi apakah motor ini akan masuk tahap produksi dan menjadi salah satu penghuni dealer.

MODIFIKASI, MOTOR, OTO NEWS May 11th 2012

Honda S2000 Anti Komponen Replika

No Comments »

Idealisme Irvan dalam memodifikasi Honda S2000 miliknya patut ditiru. Bukan karena pilihanya menggunakan barang asli aftermarket ternama produk Jepang, melainkan keteguhan mempertahankan idealisme aliran yang jadi pilihannya, Japanese Domestic Market (JDM) Street Racing.

Bapak dari tiga anak ini melakukan perubahan secara bertahap dan benar-benar terarah. Tak heran ketika memodifikasi memakan waktu 6 tahun. “Irvan seorang yang perfeksionis. Dia membangun mobil menggunakan insting seniman dan menjaga sekali konsep yang dia inginkan,” ujar Teddy Jusman, Kepala Bengkel SS Performance yang dipercaya Irvan untuk merubah tampilan mobil roadsternya.

Sebenarnya tampilan eksterior yang ada saat ini merupakan desain kedua setelah adanya pengantian beberepa bodi kit produk Ings. Masih menggunakan barang after market asli Jepang, kini beberapa komponen yang melekat memakai merek J’s Racing. Seperti di antaranya bemper depan-belakang, body kit, side skirt, sirip samping, kap mesin, kap bagasi belakang, GT Wing, dan diffuser yang semunya terbuat dari bahan serat karbon agar bobot lebih ringan. Setelah semua terpasang dengan rapi, mobil dilapis pernis wet gloss agar mengeluarkan kesan ‘wet look’.

Jika eksterior menggunakan konsep single tuner (satu merek produsen after market), ruang kabin justru bervariasi untuk penyesuaian gaya. Seperti roll cage 6 titik Cusco safety 21, setir MOMO, jok Bride type Stradia II, sabuk keselamatan Takata, panel meter DEFi Advance dan tuas persnelling J’s Racing. Meski beragam merek namun semua menggunakan barang asli bukan buatan ataupun replika.

Tak kalah ekstrem, Irvan yang juga doyan kecepatan merasa kurang ‘greget’ kalau penghasil tenaga tidak ditingkatkan. Alhasil, jeroan disesaki komponen balap seperti piston kompresi rendah Wiseco dan setang piston Eagle agar mampu bersinergi optimal dengan penggunaan supercahger Vortech V3. “Pemilihan superchager ini untuk tetap menyajikan khas jeritan mesin konvensional Honda pada putaran atasnya,” papar Teddy. Terbukti, dari hasil dyno mampu mencetak angka 330 PS dari 239 PS asli pabrikan.

Guna mendapatkan stabilitas yang optimal, kaki-kaki pun ikut diubah seperti coil over kit TEIN super street, strut tower depan dan arm bawah depan produk J’s Racing. Sedang untuk meredam tenaga besar tersebut sistem pengereman dipercayakan pada kaliper kit rem depan 4 piston 4 pad dan brake line produk Project Miu. Sedang untuk rem belakang memakai brake pad Project Miu HD Titan Kai.

Semua ubahan yang menghabiskan dana seharga Honda Jazz baru ini ternyata tak sia-sia. Meski diliputi rasa kurang percaya diri, atas desakan Teddy sebagai modifikator akhirnya S2000 ikut dalam sebuah kontes lokal. Hasilnya, piala kehormatan The King JDM bisa dibawa pulang atas ketekunan dan keteguhan yang dianutnya.

MOBIL, MODIFIKASI, Uncategorized May 7th 2012