
Di penghujung tahun lalu, produksi dan penjualan Kawasaki terganggu karena banjir Thailand. Kini, pada tahun Naga Air, Si “Ijo” kembali bergairah dan telah menyiapkan 4 model baru untuk untuk memenuhi keinginan penggemarnya.

Di penghujung tahun lalu, produksi dan penjualan Kawasaki terganggu karena banjir Thailand. Kini, pada tahun Naga Air, Si “Ijo” kembali bergairah dan telah menyiapkan 4 model baru untuk untuk memenuhi keinginan penggemarnya.

Ada yang unik bahkan cenderung aneh dari gelaran Tokyo Auto Salon di Chiba, Jepang (13-15/1/2012). Campinn, spesialisasi modifikasi mobil untuk kemping, menyulap tampilan Toyota Prius dengan tambahan kompartemen yang desain luarnya mirip seperti sanggul.
Konversi bentuk ini menyebabkan dimensi menjadi lebih panjang 52 cm dan dan tinggi bertambah 56 cm. Atap dan tailgate ‘dirobek’ dan disambungkan dengan kompartemen yang terbuat dari Fibre-Reinforced Plastic (FRP) lengkap dengan pintu untuk akses ruang belakang.
Ruang kabin yang mendadak menjadi lapang tersebut mampu memuat kasur ukuran double dengan mengorbankan jok belakang. Jika ternyata masih kurang, lantai atas pun masih bisa digunakan untuk tidur. Lantai dasar bisa juga diset sebagai sofa lipat dengan model berhadapan seperti angkot. Bahkan ada penampang yang berfungsi sebagai meja lipat untuk meletakkan minuman.
Perubahan desain eksterior ini tentunya berpengaruh pada hambatan angin. Selain itu, efek lain pada konsumsi bahan bakar. Pertanyaannya, seberapa aman mobil ini bisa melaju, apalagi jika diisi penuh? Kalau dilihat konstruksinya, ban depan sangat mungkin terangkat jika sedang melaju

Setelah sukses menyabet prestasi di kancah balap internasional, masing-masing dalam event ADAC GT Masters, Brazil GT3, ASIA GT3, dan Spanish GT Championship dengan Lamborghini Gallardo LP600+GT3, Reiter Engineering (RE) menyetel kembali supercar produksi Italia itu untuk event 2012 agar tetap berprestasi.
Hans Reiter, penggawa rumah modifikasi RE, menyatakan puas akan performa Gallardo, tetapi untuk balap di 2012 ada konsep berbeda, “Kami sudah membuktikan bahwa Gallardo merupakan mobil yang cepat dan aman untuk balap singkat. Kini, tim sudah menyiapkan setting-an untuk menghadapai balap ketahanan 24 jam dan kami ingin menorehkan prestasi di sana.”
Guna memuluskan niatnya Reiter sudah menyiapkan beberapa “senjata”. Dari sektor bodi, komponen aerokits menempel sebagai bantuan daya tekan. Bemper depan menerima sokongan spoiler yang menjulur ditambah 2 sirip (canard) di samping. Sedangkan bagian belakang terpasang GT wing yang berdimensi cukup besar. Buangan angin dari bawah juga diatur lewat diffuser yang lebih menonjol ke belakang.
Pemasok tenaga tetap mengandalkan setting-an tahun lalu, V10, 5.2-liter dengan tenaga 600 PS. Pertimbangannya, racikan tersebut sudah teruji mampu bertahan selama musim kompetisi. Sedangkan untuk pemindah tenaga, Reiter memercayakan pada produk Holinger yang memiliki bobot lebih ringan dan rasio gigi rapat dan perpindahan yang presisi.
Untuk mendapatkan pengendalian yang stabil, material suspensi masih sama, hanya diubah tingkat kekerasannya disesuaikan dengan tipikal sirkuit. Komponen rem menggunakan produk AP Racing 6 Piston yang dipercaya mampu bertahan selama sehari penuh.
Semua perubahan dan pengembangan yang dilakukan Reiter menelan biaya 288.000 euro atau sekitar Rp 3,5 miliar.
Produsen motor Yamaha memperlihatkan versi Yamaha Super Tenere yang lebih gila. Mobil ini dinamakan Yamaha Super Tenere Worldcrosser dan dibuat untuk melawan motor segala medan milik BMW, GS Adventure.
Motor yang dibuat khusus untuk offroad ini pertama kali diperlihatkan dalam bentuk konsep di ajang Cologne Show tahun lalu, tapi baru akan masuk ke showroom penjualan di bulan Maret mendatang.
Panel samping motor ini sudah menggunakan bahan serat karbon yang ringan namun kuat, fork protectors dan frame guard hingga pelindung rem belakang agar ketika melaju di berbagai kondisi jalan tidak menemukan masalah berarti.
Seperti dilansir motorcycle, Jumat (23/12/2011) semua atribut yang disediakan dalam warna biru, hitam/emas dan merah tersebut disediakan sebagai ‘Worldcrosser kit’ yang dapat dipasang ke Yamaha Super Tenere standar.
Ada pula versi Worldcrosser ‘R’ yang datang dengan knalpot Akrapovic dari bahan titanium, perisai panas dari bahan serat karbon, lampu kabut dan indikator LED.
Di Eropa, Yamaha Super Tenere Worldcrosser dilepas dengan harga 15.690 euro atau sekitar Rp 185,3 jutaan. Lebih mahal dibanding Yamaha Super Tenere versi standar yang dilepas diangka 11.999 pound atau sekitar Rp 170 jutaan.

Bugatti baru saja melepas Veyron edisi spesial “Merveilleux” yang hanya dibuat 1 unit. Supercar ini pesanan Simon, warga negara China, sebagai kado spesial untuk dirinya sendiri merayakan ulang tahun ke-40. Bahkan CEO Bugatti, Wolfgang Durheimer, ikut mengucapkan selamat lewat video rekaman yang dikirim bersamaan dengan Merveilleux.
Merveilleux dibangun menggunakan basis Veyron Super Sport. Jika dilihat dari tampilannya, seluruh bodi menggunakan bahan serat karbon, plus penggunaan lis krom di sektor muka. Interior bernuansa bright blue dan pelek gelap. Selebihnya tampak sama dengan Veyron Super Sport.
Di sektor mesin, tetap menggunakan tipe V8, berkapasitas 8.0-liter, dan 4 turbo kembar dengan intercooler yang diperbesar. Hasilnya, jantung pacu tersebut mampu mengembuskan tenaga 1.200 PS. Mobil ini disokong pula dengan 10 unit radiator yang tersebar untuk membantu pendinginan mesin, intercooler, oli mesin, transmisi, oli transmisi, AC, serta diferensial.
Transmisi masih memakai 7 percepatan dengan teknologi sekuensial DSG. Performa dalam berakselerasi 0-100 km per jam cukup dahsyat, dicapai hanya 2,4 detik. Sedangkan kecepatan maksimal mampu digenjot hingga 431 km per jam. Saat dibejek dengan kekuatan penuh, mobil ini “meminum” bensin seliter untuk 1,2 km saja.
Untuk bisa membawa Merveilleux ke China, Simon harus merogoh kocek lebih dari 2 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 17,8 miliar.
Yayank (sapaan akrab Santo), mendapatkan hadiah utama menghadiri Tokyo Motorcycle Show, awal Desember 2011. Yayank sendiri adakah juara Region 3 (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY dan Kalimantan).
Dia dinobatkan sebagai juara umum mengungguli I Wayan Gintara Putra, pemenang Region 1 (Bali, Lombok, Sulawesi dan Indonesia bagian timur) dan Freddy Roman, pemenang Region 2 (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung).
Final Cuzztomatic ke-4 digelar di Metro Trade Center (MTC), Bandung, Minggu (30 Oktober). Selain acara utama modifikasi juga dimeriahkan dengan penampilan Bondan Prakoso dan Fade2Black.
Yayank menggunakan Mio dengan konsep motor kargo, Wayan juga mengusung Mio berkonsep full audio dan Freddy mengandalkan Nouvo bertemakan sepeda downhill (sepeda gunung).
Tiga finalis itu mengikuti lomba di kelas Automatic X-Treme Mefrik. Yayank merombak habis sasis motor Mio miliknya dengan hanya mesin asli yang tersisa. Di bagian tengah motor dirancang boks tempat penyimpanan barang. Stang juga dibuat berbeda, posisinya menyesuaikan dengan panjang motor untuk menjaga kestabilan dan keseimbangan. Suspensi depannya menggunakan swing arm dan menggunakan ban ATV seperti untuk mobil offroad.
“Motor ini dirancang agar bisa dipakai tidak di jalan raya saja tapi juga sampai daerah-daerah pedalaman. Saya sangat senang konsep kargo ini jadi yang terbaik dan saya bisa mewujudkan impian saya hadir di Tokyo Motorcycle Show,” cetus Yayank.
Modifikator itu sudah tiga kali mengikuti Cuzztomatic. Di Cuzztomatic ke-1 dia menjadi juara Region 1, lalu di Cuzztomatic ke-2 gagal juara namun tidak membuatnya patah semangat. Hasilnya di Cuzztomatic ke-4, Yayank langsung menyabet jawara Best of The Best.

Namanya memang mirip Kawasaki jika dibaca cepat. Cabbie selaku pembuat sekaligus pemilik motor memelesetkan namanya setelah motor nungging bergaya streetfighter ini punya organ hasil cangkokan dari berbagai merek. Mesinnya memang dari Kawasaki, tetapi sisanya dari Suzuki, Yamaha, sampai Aprilia.
Cabbie yang asal London, Inggris, rupanya jatuh hati pada motor dragrace bermesin Kawasaki tiga silinder produk tahun 1970-an (di sana disebut “Triples”). Dengan kapasitas total 750 cc, motornya bahkan kerap diadu dengan “muscle car” semacam Plymouth Hemi Cuda pada masa jayanya. Cabbie menunjukkan mesin mencatatkan waktu 9,38 detik untuk melibas jalur 402 meter saat dragrace.
Dia memasangkan mesin 750 cc itu ke rangka Suzuki GSXR 400 plus lengan ayun Aprilia dan bagian tambahan dari Yamaha YZF R6 di kaki belakang. Cabbie lalu terpaksa membuat bagian custom seperti segitiga hingga adaptor untuk roda karena dudukan masing-masing merek berbeda.
Mesinnya dipasangi tiga karburator Mikuni 38 mm, menghasilkan angka 295 lbs dengan tenaga 135 RWHP (rear wheel horsepower). Ia lantas memadukan suspensi FireFox dan Ohlins plus velg Dymags plus ban baru hasil peruntungan berburu di eBay.
Kawasaki jadi-jadian ini pun akhirnya memenangkan penghargaan Best in Show Streetfighters 2011 dalam acara Ace Cafe Streetfighter & Stunt Festival 2011 di London, Inggris.
Ducati Panigale 1199 2012 yang tampil di ajang EICMA, Milan, beberapa waktu lalu menjadi bintang pameran dan oleh panitia dinobatkan sebagai “Most Beautiful Bike of Show”. Sepeda motor jenis superbike ini meraih 53,4 persen suara dari 13.800 pengunjung yang dilakukan oleh publikasi sepeda motor Italia. Tempat kedua direbut NV Agusta F3 (17%) dan Husqvarna Nuda 900R (3%).
“Tanpa diragukan lagi, Panigale merupakan proyek paling ambisius di Ducati. Ini motor gaya Italia murni, di mana poin utamanya dititikberatkan pada performa dan ditingkatkannya keselematan pengendara,” sebut Presiden Ducati Gabriele Del Torchio saat peluncuran di pameran EICMA.
Ducati Panigale 1199, memang pantas menyandang gelar tersebut. Pihak Ducati sendiri mengklaimnya sebagai superbike Ducati yang paling canggih. Mereka menyatakan siap berperang superbike mengandalkan tenaga yang besar 195 PS.
Sesungguhnya, bukan faktor tenaga saja kelebihan yang dipunyai Panigale. Motor ini memiliki “deretan” daftar elektronik tercanggih, yang bikin nyaman dan juga bisa menyelamatkan pengendara. Seperti ditekankan Torchio saat peluncuran bahwa dalam menggarap proyek ini, keunggulan rekayasa, emosi, dan aspek dari merek menyatu, sehingga menghasilkan suatu produk yang luar biasa.
Bayang, kecanggihan Panigale yang cuma roda dua setara dengan supercar Ferrari. Bayangkan, sistem gasnya sudah menganut Ride-by-Wire. Gejala slip akibat tenaga yang berlebihan sudah diredam oleh perangkat kontrol traksi (Ducati Traction Control). Tak cuma itu, suspensi pun sudah elektronik (Ducati Electronic Suspension=DES) serta Engine Brake Control (EBC).
“Setumpuk” teknologi canggih tersebut untuk menjinakkan tenaga 195 PS yang dimuntahkan dari mesin baru Superquadro silinder kembar yang teronggok di sasis monokok. Di sini Ducati coba menjauh dari tradisinya dengan ciri khas sasis model teralis. Menariknya lagi, airbox menyatu ke dalam frame, sehingga membantu mengurangi bobot dengan lengan ayun dari aluminium yang 39 mm lebih panjang dari model 1198.
Ketika di EICMA kemarin, Ducati juga memajang dua saudara Panigale lainnya, yakni Panigale 1199 S dan Panigale 1199 S “Tricolore” (tiga warna). Makanya, pada varian terakhir ini terdapat kelir merah hijau dan putih yang menguatkan kalau buatan Italia.

Setelah resmi memasarkan GW 250 di China, bulan lalu, kini Suzuki mulai memperkenalkan sepeda motor sport terbarunya di Eropa. Tepatnya di ajang pameran motor Motorcycle Live yang tengah berlangsung di Brimingham, Inggris, 19-27 November 2011.
Menariknya, Suzuki memperkenalkan GW 250 dengan nama lain yakni Inazuma yang kalau diterjemahkan secara harafiah artinya kilat atau “lightning”. Sepertinya, Suzuki cocok menggunakan nama ini untuk pasar benua biru.
Selain nama atau stiker yang menempel pada fender belakang sepeda motor, Inazuma punya spesifikasi sama dengan GW 250 yang dipasarkan di negeri tirai bambu. Bahkan kabarnya, unit akan diimpor utuh dari China ke Eropa untuk menyaingi langkah Honda yang lebih dahulu memasarkan CBR 250R.
“Kami gembira akhirnya bisa menunjukkan mesin baru di Motorcyle Live. Seperti pabrikan lain, kami mau meningkatkan permintaan penjualan dengan efisiensi, mesin lebih kecil. Desainnya juga unik, lengkap dengan paket spesifikasi yang komprehensif dan komponen berkualitas,” beber Paul de Lusignan, Bos Suzuki Inggris, dalam keterangan resminya (21/11).
Kuda besi ini memiliki mesin SOHC 248 cc, 2-silinder, berpendingin cairan dengan sistem asupan bahan bakar injeksi. Fitur lainnya termasuk, transmisi 6-percepatan dan rem cakram hirolik. Memang belum ada spesifikasi lengkap sepeda motor ini, termasuk harga jualnya.
Suzuki Inggris berencana mulai memasarkan Inazuma pada musim semi tahun depan lengkap dengan informasi bandrolnya. Informasi tambahannya, kabarnya Suzuki Indonesia juga mau memasarkan produk ini ke Indonesia. Pertanyaannya, apa menggunakan nama GW 250 atau Inazuma?!
Sosok Mazda2 dengan sentuhan grafis menarik dan tambahan turbo akan tampil di SEMA.
Produsen Mazda turut ambil bagian dalam ajang pameran modifikasi mobil SEMA di Las Vegas, besok (1/11) dengan menurunkan 2 ikon, salah satu yang diandalkannya Mazda Turbo2 . Dilihat dari penampilan, sepertinya varian hatchback ini bakal paling menarik perhatian karena sosoknya begitu ‘eye catchy’.
Mengambil basic Mazda2, varian modifikasi ini sebenarnya menitik beratkan perubahan pada jantung pacu, sesuai nama varian yang dikedepankan, Turbo2. Meski spesifikasi resmi belum keluar dari pabrikan di Jepang, namun dapat dipastikan perangkat penyedot udara masuk ke mesin akan terpasang pada mesin 4 silinder segaris berkapasitas 1.5-liter tersebut.
Tenaga yang standar 100 PS, dengan pemakaian turbo kit meningkat maksimal 50%. Pengerjaannya dipercayakan pada Mazda Speed .
Hal lain yang membuat Turbo2 ini kian menarik, tampilannya yang menggunakan grafis yang trendi. Perpaduan warna serta desain sangat pas dan enak dipandang. Perangkat aksesoris juga ikut meramaikan desain eksterior meski sebatas spoiler depan, side skirt dan wing belakang.