Mengenal Sistem Kerja Rem ABS

No Comments »
detail berita

F: Diagram ABS (team integra)
REM adalah nyawa saat kita berkendara. Bisa dibayangkan betapa fatalnya sebuah kendaraan apabila tidak memiliki rem saat berjalan. Seiring berkembangnya teknologi, fitur keamanan soal rem terus berkembang, termasuk penemuan sistem Anti-Lock Breaking System atau lazim disebut ABS.

Pengertian paling sederhana tentang ABS adalah sistem rem anti terkunci. Sistem ini bekerja pada pengereman mobil untuk mencegah terjadi penguncian pada roda saat situasi terjadi pengereman mendadak.

ABS akan bekerja menggunakan sensor saat roda mengunci setelah terjadinya pengereman mendadak. Saat sensor membaca ada roda yang mengunci, sensor akan memberi perintah kepada piston rem untuk mengendur dan mengencang kembali saat roda berputar. Proses itu berlangsung sangat cepat, mampu mencapai 15 kali setiap detik. Hasilnya, mobil dapat dikendalikan dan jarak pengereman makin efektif.

Sebelum ditemukan teknologi ABS, para pengemudi ataupun pembalap, sudah mempraktekan secara manual cara kerja dari ABS, dengan cara menekan pedal rem dan sesekali melepasnya (bahasa lainnya mengocok rem). Tapi, perlu jam terbang tinggi dari seorang pengemudi, untuk melakukan teknik ini. Sisanya, kebanyakan pengemudi menekan langsung pedal rem dengan harapan mobil akan berhenti.

Ada kesalahan persepsi pada fungsi rem menyebabkan rendahnya pemahaman soal manfaat ABS. Oleh karena itu, fungs rem ABS sama sekali tidak bisa dianggap remeh, terlebih saat kita berkendara di kondisi jalan licin.

Perlu diingat, fungsi utama rem adalah mengurangi putaran roda, bukan sebagai alat penghenti kendaraan. Alhasil, masih banyak ditemukan mobil tanpa fitur ABS akan tetap meluncur meskipun sudah menginjak rem. Ini bukan persoalan roda yang masih berputar, tapi adanya ganya gaya sentrifugal, yang berbanding lurus dengan kecepatan mobil (semakin cepat mobil, semakin besar gaya sentrifugal).

Bahaya yang ditimbulkan dari gaya sentrifugal akan melempar mobil lurus ke depan, dengan catatan kemudi juga dalam keadaan lurus. Tapi bila kemudi sedang dalam keadaan berbelok, hasilnya mobil bisa tak terkjendali dan terbalik. Disinilah ABS diciptakan untuk mengurangi gaya sentrifugal. (dari berbagai sumber)

OTO NEWS, TIPS N TRICK, Uncategorized September 12th 2011

Tips Aman dan Hemat Mengendarai Mobil Saat Mudik

No Comments »

img

JakartaMusim mudik sudah di depan mata. Selain kondisi fisik pengendara, yang perlu diperhatikan adalah kondisi mobil yang akan menyertai perjalanan mudik. Bagaimana persiapannya?

Head of Product & Price Division, PT Proton Edar Indonesia Robby Prakoso mau berbagi tips dalam menyiapkan kendaraan untuk perjalanan jauh. Safe and Save Driving pun diperlukan agar kendaraan bisa digunakan secara maksimal. Safe and save Driving ini terbagi dalam 3 bagian persiapan mengemudi (Prepare Driving), Selama perjalanan (During Driving), dan terakhir Apa yang dilakukan pengendara setelah sampai tujuan (After Arrived).

“Misalnya pada posisi badan disaat mengemudi, pengendara saya sarankan untuk memposisikan badan kurang lebih 75 derajat di saat berkendara, atau mungkin untuk pengendara yang telah mengganti pelek dengan ukuran yang lebih besar disarankan untuk mengganti kepada ukuran semula. Karena ini juga bisa membuat kendaraan lebih boros,” ujar Robby.

Persiapan Mengemudi (Prepare Driving).

  1. Cek kendaraan anda Bengkel Resmi secara tertib sesuai jarak tempuh 10.000 km atau sesuai Owner Manual.
  2. Cek kendaraan secara rutin dan sebelum dipakai luar kota dari sisi:
  • Oil system ( Engine, Transmission, Power steering, Brake and Clutch).
  • Cooling System (radiator & reservoir, kerja Fan/ kipas pendingin).
  • Wheel & Tire (Alignment, kondisi Wheel & Ban: ketebalan dan tekanan angin)


3. Setelah anda berada di dalam kendaraan :

  • Setel kaca spion dalam dan luar agar pandangan jelas dan tidak terhalang.
  • Setel posisi tempat duduk (Jarak antara tangan dengan setir sudut 75 derajat, dan posisi kaki dengan pedal serta posisi ketinggian setir terhadap pengemudi agar pandangan bebas).
  • Pasang sabuk pengaman sebelum menjalankan kendaraan.
  • Engine on dan cek fungsi indikator di panel instrument / dashboard.
  • Set up Hand Phone, GPS atau Peta jika tersedia sesuai tujuan.

Selama perjalanan (During Driving) : Aman dan Sehat

Tips Aman:
1. Posisi pengemudi saat mengemudi :
- Posisi tangan terhadap setir : 9 lewat 15 – jalan lurus (Straight).
- Posisi tangan terhadap setir : 10 lewat 10 – jalan sudut < 90 derajat (Chicane).
- Posisi tangan terhadap setir : 12 lewat 30 – jalan sudut > 90 derajat (hairpin).
- Posisi kaki terhadap pedal : Posisi di pedal dan di foot rest.
2. Jaga kecepatan kendaraan : dalam kota dan luar kota (jaga batas kecepatan minimal).
3. Mematuhi jalur dan marka jalan : terutama pada kondisi jalan macet.
4. Penggunaan sabuk pengaman dan jika ada anak menggunakan baby seater.
5. Cara membawa kendaraan:Kecepatan dan Putaran mesin (Sinkronisasi Speed vs Rpm).

Perlambatan (Engine Brake) dan Percepatan (Gradually & smooth).

6. Menghadapi banjir : cek airduct, tahan putaran mesin serta test rem.

7. Jadwal istirahat : jaga waktu tidak melebihi 3 jam & olahraga ringan/ peregangan.

8. Konsumsi : bawalah minuman Mineral water non soda, buah, makanan ringan

9. Perlengkapan perjalanan : P3K, Payung, Jacket, Topi dan tool kit.

10. Silahkan berkunjung ke POSKO Mudik PROTON untuk santai sejenak.

B. Tips Hemat BBM

  1. Kendaraan dalam kondisi prima – Perawatan berkala & Uji Emisi sesuai periode.
  2. Rencanakan route perjalanan – Hindari rute yang berpotensi macet.
  3. Kendaraan yang fungsional – hindari barang yang berat dan aksesoris kurang bermanfaat.
  4. Sesuaikan tekanan ban dan sudut keselarasan roda – sesuai standard pabrikan.
  5. Pemanasan mesin kendaraan yang efektif – temperatur mesin ideal.
  6. Menyiasati kondisi jalan – mengatur sesuai kontur jalan (Stop & Go, UP & DownHill).
  7. Gunakan Fitur Effisiensi – Mode di Transmisi, pantau tekanan pedal gas. Bila di mesin anda terdapat Average or Current Fuel Consumption dan Cruise control.
  8. Gunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi.
  9. Menjaga putaran mesin ( Rentang Torsi Maximum mesin) – perpindahan gigi.
  10. Menjaga Kecepatan kendaraan dan jarak dengan kendaraan di depan (Convoy & Passing).

Setelah sampai tujuan

  1. Cek kembali kondisi kendaraan setelah perjalanan, meliputi : Body, engine, transmission , brake, undercarriages, ban dan velg.
  2. Periksa dan apakah ada kemungkinan penggantian spareparts / material.
  3. Cuci kendaran bagian luar dan dalam.
  4. Lebih baik lakukan detailing terhadap body.
  5. Dapat dilakukan rotasi roda termasuk balancing & spooring jika ada kelainan.
  6. Jika diperlukan bawa kendaraan kembali ke Bengkel.
MOBIL, MOTOR, TIPS N TRICK August 19th 2011

Tips Hemat BBM Saat Macet

No Comments »

Kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana, apalagi kota-kota besar. Bertambahnya kendaraan di jalan tidak sebanding dengan ketersediaan dan kualitas jalan itu sendiri.

Jadi tidak hanya jumlah atau lebar jalan yang kurang, tetapi juga kondisi jalan itu sendiri juga berpengaruh terhadap kelancaran lalu-lintas. Jalan yang berlubang, membuat kendaraan harus melalui dengan perlahan, sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang hanya karena lubang di jalan.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga berusaha mengatur pola waktu penggunaan jalan raya, seperti contohnya di Jakarta, seluruh sekolah dihimbau untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 pagi.

Sehingga porsi penggunaan jalan bisa teregulasi, hasilnya memang terlihat terjadi pengurangan kemacetan pada daerah-daerah yang biasanya macet di sekitar jam 7-8 pagi.

Melalui artikel ini saya mencoba berbagi pengalaman mengenai dampak kemacetan lalu-lintas terhadap konsumsi BBM pada kendaraan kita, berlaku untuk mobil maupun motor. Jika macet, Konsumsi BBM akan boros. Mengapa?

Stop and Go, Boros BBM

Ibarat kita mendorong mobil yang mogok, mendorong, kemudian berhenti, kemudian mendorong lagi, berhenti lagi, mendorong lagi. Tentunya akan lebih banyak mengeluarkan tenaga dan keringat, kita akan sangat kehausan.

Beda dengan mendorong mobil yang mogok hingga si mobil bergerak. kita terus mendorong hingga kemudian beberapa saat mesin mobil hidup. Tenaga kita tidak banyak terkuras.
Kurang lebih sama analoginya dengan mobil/motor kita saat melalui jalan yang macet.

Mobil/motor memerlukan banyak energi untuk mulai bergerak dari kondisi diam. Jauh lebih banyak energi yang diperlukan daripada untuk menambah kecepatan saat sudah bergerak. Dalam hal ini energi didapat dari bahan bakar/BBM.

Jadi semakin banyak Stop and Go, konsumsi bensin akan lebih boros, ketimbang melalui jalan yang lancar.

Analisis Rute Harian

(dibantu unit BlueTooth GPS Logger – Holux M1000C sebagai pencatat aktivitas perjalanan)

Gambar di bawah ini adalah rute perjalanan saya dari rumah ke kantor..


Garis Rute Warna HIJAU
Rumah > Kantor = 07.40 – 08.20 (40 menitan)
Rute : Legoso (Ciputat) – Ciputat Raya – Pondok Pinang – Pondok Indah – Marga Guna – Hidup Baru – Fatmawati Raya

Garis Rute Warna BIRU
Kantor > Rumah = 18.00 – 18.50 (50 menitan)
Rute : Fatmawati Raya – Arteri TB Simatupang – Terminal Lebak Bulus – Ciputat Raya – Legoso (Ciputat)

Berangkat ke Kantor

Dari grafik kecepatan di atas, terlihat bahwa saya mengalami banyak Stop and Go di sekitar Legoso akibat banyaknya polisi tidur, dan juga di daerah setelah Pondok Indah Mall, karena jalan Marga Guna yang sempit dan juga jalan Hidup Baru.

PULANG DARI KANTOR

Melihat grafik di atas, 15 menit lebih waktu yang habis untuk macet dari kantor sampai perempatan ITC Dutamas Fatmawati – Haji Nawi (hanya 400 meter saja).

Setelah perempatan itu bisa sedikit ngebut, hingga terhambat lagi di sekitar Cilandak 10 mendekati Perempatan Fatmawati – TB Simatupang, Macet lagi memasuki depan terminal Lebak Bulus dan Ciputat Raya… dan kembali lagi.. di Legoso bertemu para polisi tidur.

KONSUMSI BBM

Mobil saya termasuk boros, untuk kondisi di atas, konsumsi BBM nya hingga 1 Liter untuk 5 km perjalanan.

Bahkan pernah saat lagi musim macet, bisa tembus ke 1 Liter untuk 3 km!


SEDIKIT STOP AND GO, HEMAT BBM

Saya mencoba melakukan perjalanan dengan rute:

Ciputat Raya – Toll TB Simatupang – Toll Jagorawi (menuju ciawi) – Macet 40menit saat keluar Pintu Toll Ciawi – puter balik kembali ke Jakarta – Toll Jagorawi – Toll Dalam Kota – Kpt.Tendean – Wijaya – ITC Dutamas – Fatmawati Raya – Cirendeu Raya – Legoso (rumah).

Dengan kondisi sedikit terjadi Stop and Go, konsumsi BBM menjadi sangat irit, didapat sekitar 1 liter untuk 11 km!

SOLUSI:

Dari tulisan di atas, di dapat kesimpulan bahwa sebisa mungkin kita hindari terjadinya Stop and Go. Sulit memang untuk mengelak dari kenyataan tersebut. Namun ada beberapa tips yang bisa membantu menghemat bahan bakar kendaraan kita.

1. Selalu Pantau Konsumsi BBM
Setiap mengisi bensin full tank, kita bisa mereset tripmeter pada dashboard agar terukur berapa konsumsi BBM. Apakah minggu ini boros atau lebih irit? dan seterusnya. Tips menghitung konsumsi bbm bisa dibaca di sini

2. Injak Pedal Rem Seperlunya Saja
Manfaatkan gaya luncur mobil/motor hingga diperlukan untuk berhenti barulah kita injak pedal rem. Hal ini cukup membantu untuk menghemat bahan bakar, karena saat kendaraan di depan yang tadinya berhenti, kemudian jalan, kita tidak sampai berhenti total, sehingga mesin tidak terlalu berat untuk mendorong mobil/motor ber akselerasi.

3. Selalu Waspada
Untuk menerapkan point nomor dua di atas, mengharuskan kita selalu waspada dengan kondisi di sekitar kendaraan kita agar tidak terjadi kecelakaan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas termasuk lampu lalu lintas. Keasikan meluncur, hingga menerobos lampu merah, bisa fatal akibatnya.

4. Seakan Naik Sepeda
Saat akan melalui suatu tanjakan, sebisa mungkin tingkatkan kecepatan, saat di tanjakan, biarkan mobil/motor meluncur hingga perlahan kecepatan akan berkurang, bila perlu barulah tekan gas lagi untuk menyelesaikan rute tanjakan tersebut. Dengan cara demikian, mengurangi konsumsi BBM sebab mesin tidak dipaksa mendorong mobil dengan kondisi beban yang lebih berat (jalan menanjak).

5. Kondisi Kendaraan yang Prima
Tekanan ban yang tepat, mesin selalu di Tune-Up secara berkala, Menggunakan bensin dengan oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin, membantu menghemat konsumsi BBM.

6. Rencanakan Rute Perjalanan
Rencanakan Rute Perjalanan perlu dilakukan khususnya jika kita akan bepergian ke beberapa tempat. Juga menentukan jalan mana yang akan dilalui, untuk dipilih jalan yang tidak macet.

7. Rencanakan Waktu Perjalanan
Bepergian di waktu yang padat, misalnya jam pergi dan pulang kantor akan memperbesar kemungkinan kita berhadapan dengan macet dan stop and go.

8. Kaca Pintu Tertutup Rapat
Dengan menutup rapat kaca pintu, akan mengurangi hambatan angin selama mobil bergerak / meluncur, dengan demikian akan mengurangi beban kerja mesin.

9. Tinggalkan Barang yang Tidak Perlu
Kurangi berat kendaraan dengan meninggalkan barang-barang yang tidak perlu di bagasi mobil.

10. Akselerasi Halus
Lakukan akselerasi secara perlahan / halus (tidak langsung gaspol apalagi hingga spin / burnout)

12. Pilih Kendaraan Hemat BBM
Jika berencana untuk membeli mobil/motor, pilihlah yang hemat BBM dan sesuaikan dengan kebutuhan.

13. Selalu Uji Emisi
Jangan lupa untuk selalu Uji Emisi, dan setel hingga didapat hasil emisi yang terbaik, yaitu nilai CO: 1%-1.4% dan nilai Lambda 1.000 – 1.050 untuk hasil optimal.

KESIMPULAN AKHIR

1. Kemacetan Lalu-Lintas, membuat konsumsi BBM menjadi tinggi (boros)
2. Polisi Tidur di perumahan atau jalan umum, turut membuat Konsumsi BBM menjadi tinggi
3. Perlu menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima
4. Mengendarai mobil/motor dengan sabar, tidak agresif
5. Memilih kendaraan yang hemat BBM.

TIPS N TRICK, Uncategorized July 22nd 2011

Tips Membeli Motor Dengan Cara Kredit |Sepeda Motor & Mobil Bekas

No Comments »

Tips Membeli Motor Dengan Cara Kredit

Tip #1. Disinilah kita musti waspada dan teliti saat memilih di mana kita mesti beli. Carilah dealer yang mempunyai list cicilan termurah.

Tip#2. Mintalah diskon/hadiah. Jangan hanya menuruti list yang ada. Diskon? Bagi Anda yang terbiasa, mungkin tahu kalau ada diskon. Tapi ada juga lho orang yang percaya begitu saja dengan list yang disodorkan dan tidak mau menawar. Bukan karena mereka “legowo”, tetapi lebih karena tidak tahu. Saya juga punya temen yang demikian. Dia ikuti aja apa kata sales dealer. Nah bagi Anda yang belum tahu, saya kasih tahu ya. Pernah nggak Anda ditawarin dealer untuk bawa orang beli ke dia, dan nanti Anda akan mendapat komisi? Nah ini yang disebut uang calo. Itulah kenapa kita sebaiknya minta diskon atau kalau nggak minta bonus/hadiah. Besarnya diskon ini tergantung pada merk motor, type, dan jenis pembelian kita cash apa kredit. Kalau Cicilan Sepeda Motor & Kredit Sepeda Motor, maka diskonnya lebih besar daripada cash.

Tip#3. Jangan terpancing dengan iming iming diskon tinggi
Biasanya kalau yang list Kredit Motor Murah & Cicilan Motor Murah murah diskonnya kecil, tapi kalau cicilannya mahal, biasanya diskonnya juga besar. Nah hitunglah mana yang paling menguntungkan bagi Anda. Jangan terjebak dengan diskon yang besar. Kadang ujung ujungnya kita justru membayar lebih mahal. Saya pernah membandingkan untuk dealer yang satu memberi diskon 100ribu doang. Sementara untuk dealer yang lain berani memberi diskon 600ribu. Ada selisih 500ribu. Tapi ternyata untuk tenor 2 tahun, Kredit Motor Murah & Cicilan Motor Murah keduanya terpaut selisih sekitar 80ribu.

Tip#4 Pilihlah leasing yang memberikan hak kita secara konsisten.
Saya pernah punya pengalaman kurang mengenakkan dengan leasing W*M. Jadi ceritanya setelah saya mulai Cicilan Motor & Kredit Motor beberapa kali ternyata kopi kontrak kredit saya tidak juga dikirimkan kepada saya, juga bukti polish asuransinya. Akhirnya dengan usaha komplain sana sini dari kantor cabang sampai kantor pusat, akhirnya kopi kontrak kredit bisa saya dapatkan plus bukti polish asuransinya. Bayangin aja kalau kita nggak punya kopi kontrak Cicilan Sepeda Motor & Kredit Sepeda Motor,

Tip#5 Pilihlah leasing yang sanksi keterlambatannya kecil
Dalam pembayaran Cicilan Motor & Kredit Motor /angsuran ke leasing, kadang karena lupa atau keadaan yang memaksa kita bisa saja terlambat membayar. Nah karena keterlambatan ini kita akan dikenai sanksi keterlambatan. Besarnya sanksi berbeda beda tiap tiap leasing.

Tip#6 Pilihlah leasing yang benar-benar memperhatikan hak hak nasabah. Jangan terkecoh oleh promosi.
Saya juga setiap bayar angsuran akan mendapat kupon yang nantinya bisa saya tukarkan dengan hadiah hadiah yang disediakan. Nah masalahnya ketika saya membayar angsuran terakhir dan sekaligus bermaksud menukar hadiah, ternyata program Kredit Mobil & Kredit Murah tersebut sudah berakhir tanpa pemberitahuan kepada nasabahnya yang membayar lewat ATM. Jadi yang tahu ya cuma yang bayar ke kantor leasing tersebut. Ini kan tidak adil. Justru saya bayar pakai ATM itu menguntungkan leasing.

Tip#7 Pilihlah Leasing yang besar, bonafide dan terpercaya
Pada saat kita akan mengambil BPKB nantinya, pastikan bahwa BPKB kita benar benar ada di tangan leasing tersebut. Kok begitu? Kadang dana Kredit Mobil & Kredit Murah yang dimiliki leasing itu terbatas. Maka dia pun mengagunkan lagi BPKB kita kepada pihak lain untuk mendapat pinjaman demi mendapat tambahan modal.

Temukan informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Cicilan Motor – Kredit Motor – Kredit Mobil – Kredit Murah – Cicilan Sepeda Motor – Kredit Sepeda Motor – Kredit Motor Murah – Cicilan Motor Murah pada 88db.com

TIPS N TRICK May 27th 2011

tips merawat Jupiter MX dengan praktis & hemat biaya

No Comments »

Sebenarnya merawat motor tidak rumit dan semahal yang dibayangkan sebagian orang. Pemeliharaan dan service rutin sudah tentu dibutuhkan. Buat para bikers penunggang jupiter MX yang ingin motornya selalu tampil prima, ada beberapa jenis perawatan rutin yang dapat kita kerjakan sendiri dirumah. Selain hemat, juga nggak mesti sering-sering mampir kebengkel.  Berikut tipsnya  :

1. Cek oli mesin
Jupiter MX memerlukan kondisi oli mesin yang lebih intens daripada jenis motor 2 tak. Hal ini dikarenakan hampir semua komponen penggerak di blok mesin terendam oli. Kurangnya kekentalan apalagi volumenya didalam mesin dapat menyebabkan keausan. Buntutnya mesin bisa rontok akibat pelumasan yang tidak sempurna. Kekentalan dan volume oli dapat kita periksa dengan membuka tutup oli mesin dan melihat indikatornya dibatang tutup. Ganti oli mesin maksimal jika jarak tempuh mencapai 2000 km.

2. Cek busi
Busi sangat vital bagi mesin motor. Komponen ini yang memicu nyala mesin. Perhatikan warna kepala busi, bersihkan dengan amplas halus kalau udah kecoklatan atau ada karat. Seandainya masih layak pakai, dapat dipergunakan kembali. Jika ada lengket kaya bekas oli, segera bersihkan bonggol tutup busi dengan lap kering. Sebaiknya busi diganti kalau sudah mencapai 12 ribu km. Perhatikan juga keadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi, bila udah uzur  terlihat ada retak-retak dan keras, sebaiknya segera diganti.

3. Cek Filter Karburator
yamaha jupiter MX menggunakan karburator tipe kering. Cara perawatannya cukup mudah, yaitu tinggal disemprot dengan kompresor. Filter model ini diganti paling telat 25 ribu km dan tidak boleh terkena oli atau minyak. Filter oli pun harus diperhatikan. karena jupiter MX menggunakan filter oli dan wajib diganti setiap kurang lebih 10 ribu km.

4. Cek Setelan Rantai dan Gir
Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang. Bila rantainya kendor, cukup disetel. Tapi kalau kering, cukup diolesi dengan oli khusus rantai (chain lube). Biasanya, rantai harus diganti kalau sudah mencapai 25 ribu hingga 35 ribu km. Jangan lupa memeriksa kondisi gir. Jika sudah terlihat tajam, lekas ganti, karena bisa bikin rantai copot bahkan putus mendadak.
Tapi kalau yang kita pakai jenis motor Matic semisal Yamaha Mio yang menggunakan V/Belt, rantainya tidak dapat disetel dan wajib diganti setiap 25 ribu km. Bila rantai dan gir sudah beres, sekalian periksa kampas rem depan dan belakang, ganti bila sudah terlihat menipis.

5. Membersihkan Karburator
Bersihkan bagian pilot dan main jet motor. Yamaha jupiter MX menggunakan tipe Vakum sehingga maksimal putarannya 2 ½ berlawanan arah jarum jam. Untuk penyetelan klep motor dapat dilakukan setiap 12 ribu hingga 18 ribu km.

6. Cek Kondisi Aki
Accu atau aki juga ada 2 jenis, kering dan basah. Untuk jenis aki kering yang tak memerlukan perawatan khusus. Tapi setiap tiga tahun, maksimal, harus diganti. Sedangkan motor yang menggunakan aki basah, lakukan cek air aki setiap 10 ribu km. Bila air akinya kering, segera diisi. Ciri-ciri aki basah yang kondisi sudah lemah adalah motor tidak kuat starter. Nggak usah maksa motor menyala dengan cara didorong karena dapat merusak gigi transmisi.

7. Panaskan Mesin Motor
Selalu panaskan mesin sebelum dijalankan. Hal ini amat dianjurkan agar sirkulasi oli dapat melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. Nggak usah lama-lama, cukup 1-2 menit saja. Kalau kelamaan bisa-bisa pipa knalpot menguning.

8. Gunakan Sparepart (Suku Cadang) Asli
Memang, suku cadang asli sedikit lebih mahal. Namun lebih tahan lama dan kualitasnya pun terjamin di banding yang palsu.

Selain beberapa hal di atas, penting juga untuk selalu memeriksa tekanan ban. Ban yang terlalu keras atau kurang angin bisa mengakibatkan kembang ban menjadi rusak.

Jika rutin mengerjakan pemeriksaan dan perawatan tadi, dijamin motor kita berumur panjang, ngga ngerepotin dan selalu siap tempur… semoga beberapa tips diatas dapet membantu para bikers agar lebih mudah merawat motor anda..

Sumber : blueracer.wordpress.com

MOTOR, TIPS N TRICK October 11th 2010

Tips Bengkel Motor: Pilih Bengkel Resmi atau Non-Resmi?

No Comments »

Maraknya perkembangan sepeda motor di tanah air, memberikan angin segar bagi pertumbuhan usaha atau bisnis perbengkelan, serta berjualan asesories motor. Khususnya untuk bengkel motor, kini pihak konsumen sering dihadapkan pada banyak pilihan, apakah servis motor seharusnya masuk ke bengkel resmi ATPM, atau masuk ke bengkel non-resmi?

Harus diakui bahwa bisnis bengkel kini sangat menggiurkan, bahkan sangat menjajikan, dan tidak akan mengenal surut. Lihat saja disekitar kita, selain banyaknya bengkel resmi dari pihak ATPM, juga dibarengi dengan pertumbuhan bengkel-bengkel di pinggir jalan mulai dari kios biasa, hingga ruko (rumah toko) yang mewah. Semua ini terjadi akibat populasi kendaraan bermotor roda dua yang kini jumlahnya sudah mencapai angka jutaan.

Angka jutaan dari populasi kendaraan sepeda motor ini, paling tidak membutuhkan perawatan atau servis rutin agar motor tetap prima. Hanya saja, disini kita sebagai konsumen perlu waspada, karena tidak semua bengkel dapat memberikan servis yang baik, atau yang sesuai dengan keinginan kita. Malah sering ditemukan ada banyak bengkel yang tidak perlu ngantri panjang, tapi kerjanya asal-asalan. Sebaliknya, ada juga bengkel yang sangat ramai, antrinya luar biasa, tapi mendapatkan hasil yang memuaskan.

Yuk.. kita bahas dulu perbedaan antara bengkel resmi dengan bengkel tidak resmi.

Bengkel Resmi

Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) merek Honda dan Yamaha sampai saat ini masih mendominasi usaha bengkel resmi yang sangat mudah ditemui hampir diseluruh lokasi/daerah. Namun demikian, tak ketinggalan merek lain seperti Suzuki, Kawasaki, Bajaj, TVS, Piaggio ikut pula meramaikan usaha perbengkelan. Hanya sayang, bengkel resmi Kymco belakangan ini sudah tak ada kabarnya lagi.

Sebagai contoh, Honda pada saat ini memiliki bengkel resmi yang disebut dengan “Astra Honda Authorized Service Station (AHASS)“.

Tujuan dari pada pelayanan bengkel resmi AHASS ini, diharapkan agar para pemilik motor Honda dijamin akan mendapat pelayanan yang terbaik sesuai dengan standar dari pabrikan Honda melalui PT ASTRA HONDA MOTOR (AHM).

Selain itu, bengkel AHASS beserta dengan jaringan-nya yanga ada diseluruh Indonesia yang kini sudah berjumlah lebih dari 2000, juga akan bertugas memberikan memberikan layanan after sales service (purna jual).

Sebenarnya AHASS merupakan usaha skala kecil dan menengah (USKM), dan seiap orang bisa saja membuka bengkel resmi Honda. Bahkan klub dan komunitas motor semacam HTML (Honda Tiger Mailing List) sudah memiliki usaha bengkel AHASS dibawah bendera Koperasi HTML.  Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum ditunjuk sebagai bengkel resmi, paling tidak bengkel sudah disurvey dan memiliki lokasi dengan luas minimal 6×15 meter. Lokasi  sesuai dengan mapping yang ada dan mengikuti aturan main yang ditetapkan oleh pabrikan AHM, dan/atau melalui jaringan distributor wilayah.

Jjika sudah jadi bengkel resmi AHASS, tidak boleh lagi melayani motor merek lain. Karena ini menyangkut kesepakatan dan kerjasama, serta komitment yang sudah ditandatangani secara bersama dalam kontrak. Harapannya pelayanan bengkel untuk setiap konsumen akan semakin baik dan lebih fokus. Syarat lainnya, harus punya izin usaha, SIUPP, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan.

Kebutuhan mekanik minimal harus 3 orang dan 1 front desk, disertai dengan alat bike lift (pit) untuk tempat kerja minimal 2 buah. Menurut ketentuan Honda, untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan di seluruh jaringan AHASS, minimal harus memiliki standar fasilitas fisik yang sama, yaitu Front Desk, Bike Lift, Piping System, Exhaust System dan Oil Drain.

Standarisasi Yang Sama

Jika anda tertarik mau membuka usaha bengkel resmi seperti ini, selain mengikuti keterangan di atas, maka anda juga diminta untuk menyelesaikan masalah administrasi, antara lain masalah legalitas, masalah persetujuan dari pihak PT. AHM.

Sedangkan dana yang harus disiapkan oleh pemilik bengkel minimal Rp 50 juta. Jika pemilik bengkel meminta stok suku cadang (spare-parts), maka pemilik harus menyiapkan tambahan dana 50 juta lagi, sehingga total dana menjadi Rp 100 juta. Hitungan modal usaha untuk membuat bengkel resmi jelas sekali butuh biaya yang cukup besar, dan ini tak dapat dipenuhi oleh semua orang yang punya bakat sebagai mekanik.

Bicara perihal prosedur dalam teknis dan pelayanan, maka sebelumnya para petugas bengkel akan diberikan pelatihan dasar selama seminggu untuk memiliki standarisasi kerja pada 20 titik servis. Salah satunya, minimal mekanik bisa melakukan tune up motor. Juga ada pelatihan tingkat lanjut yang lebih bersifat analisis, sekitar 14 hari. Mekanik akan diberikan teknik bongkar pasar dan menalisis kerusakan dan perbaikan. Sedang pelatihan berikutnya adalah lebih ke arah manajemen selama 14 hari juga. Di sini para mekanik akan dilatih bagaimana mengelola bengkel secara benar dengan sistem yang baik.

Untuk memperkokoh pelatihan-pelatihan di atas, pihak PT AHM juga akan memberikan pelatihan administrasi secara terpisah. Di sini dilatih bagaimana membuat laporan harian, bulanan, dan perintah kerja. Dan yang terpenting adalah mereka harus menguasai WPP (Workshop Performance Parameter) yang lebih kepada penguasaan bagaimana seharusnya performa bengkel dengan segala atributnya.

Bagaimana dengan bengkel ATPM Yamaha? Menurut pendapat SL.com kurang lebih secara prosedur persyatannya hampir sama dengan contoh dari bengkel resmi Honda atau AHASS di-atas.

Sebagai perusahaan besar, sudah tentu Yamaha melalui YSS (Yamaha Service Shop) juga memiliki dan mengikuti pola pelayanan yang standar (seragam) yang berlaku untuk semua.

Hal ini diberlakukan sama kepada seluruh bengkel resmi YSS yang memilliki jumlah lebih dari 1,500 diseluruh Indonesia. Bagi mereka yang ingin membuka bengkel YSS, secara prosedural hampir sama dengan ketentuan yang diberlakukan oleh PT AHM. Singkat kata, bisa dibilang ini serupa tapi tak sama.

Bengkel Non-Resmi

Dalam hal ini sudah jelas sangat berbeda dengan contoh-contoh bengkel resmi ATPM dari Honda atau Yamaha. Tak usah dijelaskan lagi secara detail. Singkat cerita, jika SL.com punya niat buka bengkel (sebagai contoh), bisa saja mulai dari rumah sendiri, dan ini sudah bisa dibilang punya bengkel sendiri. Tak ada prosedur baku seperti membuat bengkel resmi seperti mengikuti aturan bengkel ATPM diatas. Kalau punya modal besar, silahkan sewa ruko, atau garasi besar. Tak ada yang mengatur, kecuali jika usaha bengkel-nya menjadi sebuah PT (perseroan terbatas), maka harus mengkuti aturan perusahaan.

Perbandingan

Jika kita mau membandingkan, antara bengkel resmi dengan bengkel non-resmi, sebenarnya keduanya memang sangat berbeda tapi sama-sama diperlukan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang unik.

Sebagai contoh, bengkel resmi lebih cenderung bekerja untuk motor baru atau motor masih dalam kondisi standard. Jika motor sudah mengalami modifikasi, sepertinya bengkel resmi dari ATPM kurang sreg. Hal ini dapat dipahami karena pelayanan bengkel resmi lebih prioritas untuk motor jenis standard. Alhasil, jika motor sudah mengalami modifikasi, maka servisnya atau reparasi lebih cocok masuk ke bengkel yang non-resmi.

Selain itu, bengkel resmi memang selalu menyediakan genuine spare-parts (suku cadang asli), sedangkan bengkel non-resmi punya harga yang murah, karena mereka menyediakan suku cadang kualitas rendah, bahkan sering ditemukan barang atau parts palsu.

Masuk ke bengkel resmi jelas memiliki peralatan mekanik (tools mechanic ) yang sudah lengkap, tapi kalau masuk ke bengkel yang non-resmi biasanya mereka hanya memiliki peralatan seadanya saja. Tak jarang motor harus diketok-ketok sampai jebol, padahal kalau masuk ke bengkel resmi masih bisa menggunakan alat-alat bengkel atau tools mechanic yang berkualitas.

Bengkel PMS: serupa dengan AHASS tapi tak sama

Masih banyak lagi suka duka soal pelyananan dari kedua bengkel ini. Yang pasti keduanya tetap sangat dibutuhkan, bengkel resmi memang cocok untuk motor baru, sedangkan bengkel non-resmi memang lebih pas untuk motor-motor yang sudah di modifikasi.

Nah, paling enak adalah bagaimana mendapatkan bengkel yang flexible, maksudnya status bengkel adalah non-resmi yang punya konsep dan pelayanan yang serupa dengan sebuah bengkel resmi, tapi ia bekerja secara bebas mengikuti semau-nya konsumen. Artinya, ia sebagai bengkel semi resmi, dimana pekerjaan modifikasi pun juga bisa dilayani. Tak itu saja, bengkel ini juga menjual perlengkapan asesories motor yang lagi nge-trend.

Sebagai contoh, hal ini dapat ditemukan pada bengkel PMS (Ponorogo Motor Sport) milik Mas Parno. Konsepnya mirip sekali dengan bengkel resmi AHASS, kebetulan ia adalah mantan kepala mekanik AHASS Pondok Labu, Jakarta Selatan. Semua ilmu yang ia dapat dari AHASS ditiru dan diterapkan pada bengkel pribadinya. Alhasil konsumen pun puas, karena bengkel PMS ini setidaknya bisa melayani semua kebutuhan konsumen. Serupa dengan standard pelayanan AHASS, tapi tak sama.

Bagaimana dengan pengalaman anda sendiri bro? Lebih suka ke mana? Bengkel resmi atau bengkel non-resmi?

(Artikel diolah dari berbagai sumber)

Bengkel resmi Yamaha CITRA MOTOR di Jl. Bungur Besar, Jakarta Pusat
Bengkel Umum Motor, PMS Ponorogo Motor Sport di Cileduk, Jakarta Selatan

Sumber : stephenlangitan.com

MOTOR, TIPS N TRICK October 11th 2010

Tips membeli ducati 2nd hand – on the bike

1 Comment »

Test Ride ducati dibutuhkan tempat luas dan sepi untuk menguji kondisi motor dengan maksimal

Langkah 4 : Test Ride (on the bike)

Jangankan membeli motor 2nd hand, motor baru pun seyogyanya kita melakukan test ride. Alias mencoba motor tersebut. Namun seringkali kita salah kaprah dalam melakukan test ride karena hanya melakukan sedikit putar-putar pada kecepatan rendah. padahal seharusnya ada beberapa tahapan test ride. Namun di tidak adasalahnya demi kenyamanan bersama test ride dilakukan bersama sang empunya motor dengan cara memboncengnya. Berikut tahapan test ride

  1. Berjalan Normal : Ini hal paling dasar dalam test ride. Menjalankan motor di kecepatan rendah mengitari rute (komplek perumahan atau lahan parkir) yang patut diperhatikan adalah kemudahan motor untuk dinetralkan. pasalnya teset ride ini motor hanya menggunakan gigi 1 , 2 dan 3.
  2. Test Cepat : ini digunakan untuk mengetes mesin dan kestabilan motor. Lakukan di jalan raya, tidak masalah bila sang empunya mengizinkan atau ingin ikut di bonceng. Upayakan mencapai kecepatan 140 km/jam dan motor berada di gigi 4. Lakukan pemindahan gigi pada 6.500 – 7.000 rpm. Getaran cukup terasa namun seharusnya tidak terjadi miss gear.
  3. Test Suspensi dan sasis : Dilakukan di saat yang sama. Test suspensi bukan berarti mengerem, namun justru dilakukan di kecepatan 60-80 km/jam dengan cara menikung cepat kanan kiri dan berjalan zigzag . Apakah terjadi getaran berlebih atau under steer ataupun oversteer berlebih. Ducati dengan rake yang buruk umumnya cenderung oversteer.
  4. Tempratur Mesin : Pada pemakaian normal di jalan umum kondisi macet (20-30 menit), ducati yang menggunakan radiator akan berada pada suhu mesin optimal 100 – 104 derajat celcius. tidak lebih, sedang Ducati yang memakai pendinginan udara atau oil cooler akan berada pada suhu 105-120. Saat motor melaju dari kemacetan maka suhu motor akan turun sekitar 3-5 derajat akibat angin yang memberi pendinginan  ke mesin. Jika melebihi berarti ada masalah pada sistem pendingian. Motor yang menggunakan radiator – kipas radiator akan menyala pada suhu 100 derajat.

Perhatikan indikator dan suara motor dengan seksama, tidak cuma mesin namun keseluruhan, ajak teman yang paham mesin motor besar

Langkah 5 : Test Bike (on the bike)

Dilakukan secara statis untuk menguji motor. Umumnya Ducati generasi baru alias keluaran tahun 2003 ke atas yang telah dilengkapi imobilizer memiliki sistem elektronik yang berbeda. Kesemuanya bisa di cek lewat speedometer. Nah dalam hal ini perlu di cek dengan seksama berikut hal yang patut di perhatikan

  1. Stop Kontak  on-off : Saat motor pertama di kontak speedo meter akan menyala dan akan terlihat tulisan type motor di LCD berikut kapasitas mesinya. Di saat yang sama akan terdengar suara “rrr” yang keluar dari fuel pump. Untuk tipe monster M620 ke atas secara bersamaan ketika dihidupkan jarum speedometer dan tackometer akan naik dari posisi 0 hingga maksimum dengan halus, kemudian kembali ke posisi netral.
  2. Indikator : Lampu merah “oil” akan menyala bersamaan dengan tanda gigi netral warna hijau. Pastikan lampu kuning “check engine” tidak menyala
  3. Langsam : Motor yang sehat memiliki langsam (putaran rpm statis) di 1.500 rpm dan tidak naik turun. Apa bila di gas akan naik dengan spontan dan ketika ditutup akan turun pula ke posisi langsam.
  4. Hembusan Knalpot : pastikan hembusan angin knalpot kanan dan kiri sama, jika tidak ada kemungkinan mesin motor pincang.
  5. Suara mesin : Ketika di starter, ada sedikit suara “krak” dan itu normal, namun  pastikan pada saat mesin di gas tidak muncul suara “krak” atau “tak” melainkan hanya suara mesin ketika langsam dengan ritme dipercepat !
  6. Suara Velg, Rem dan Rantai : Dorong motor maju mudur. Pastikan motor bisa didorong dengan ringan. Bila ada suara “krak” pada ban, bisa saja dikarenakan pelor pada velg bermasalah, jika terdengar suara “srek” atau gesekan pada velg artinya bisa saja posisi kampas rem tidak rata. Rantai tidak boleh bersuara dan dengan ketegangan normal
  7. Kopling : Berbeda dengan motor kebanyakan, Ducati menggunakan kopling Pneaumatic bukan tali. Dalam kondisi mesin hidup dengan posisi motor berhenti, motor harus mudah dinetralkan. Pastikan tidak ada kebocoran pada oil resevoir atas dan pada bagian bawah sebelah kiri.
  8. Aki : Saat mati, indikator aki akan menunjukan 12v, ketika motor dihidupkan indikator harus menunjukan angka 13.8 – 14.2v dengan spontan, jika tidak artinya aki motor bermasalah
  9. Rem dan Sein : Pastikan lampu rem menyala ketika rem depan dan belakang di itekan berbarengan dan sendir sendiri. Lampu sein depan dan belakang menyala dengan irama blip yang normal.
  10. Oli mesin, Rem dan Kopling : Perhatikan ketinggian oli mesin , bisa dilihat pada sisi kanan bawah blok mesin. Untuk rem dan kopling bisa dilihat pada resevoirnya.
  11. Ban : Ban motor yang baik adalah ban yang berusia dibawah 4 tahun. Kode produksi ban bisa dilihat di sisi kanan ban contoh H289 2109 dan dua digit terakhir merupakan tahun produksi ban. Ban yang layak jalan terbilang cukup empuk, ketika ditekan dengan kuku akan membekas. Ukuran ban standar Ducati untuk belakang adalah 160/60 x 17 dan depan tidak lebih kecil dari 110/70 x 17  untuk varian monster. Untuk varian lain adalah minimal 180/55 x 17 dan 110-120/60 x 17.
  12. Rem : Sulit mengecek ketebalan kampas rem tanpa bantuan mekanik, tapi pastikan setiap rem depan ducati memiliki masing masin satu selang yang kemudian bergabung bersama menuju master kopling dengan format 2 – 2 bukan 2 – 1 karena jika demikian ada kemungkinan rem tersebut merupakan tambahan. Khusunya untuk tipe monster M400 dan M600 hanya dilenkapi 1 rem cakram. Tetapi rem standar Ducati adalah Brembo.

Selamat Berburu Ducati 2nd Hand :D jangan lupa bergabunglah bersama DDOCI !!! :D

Sumber : http://ddoci.wordpress.com

MOTOR, TIPS N TRICK October 11th 2010

Awas, Flu Menyerang Motor Anda!

No Comments »

Hujan mulai rajin turun! Tentu hal itu juga berdampak pada motor kesayangan. Sebab, bakal lebih sering diajak bermain air dari langit itu. Nah untuk itu, perlu dilakukan langkah khusus pada komponen yang rawan terkena air.

Apa aja sih? “Utamanya sektor kabel bodi, mika spidometer, reflector lampu dan boks filter karburator,” urai Ipung, mekanik Ipung Motor Speed (IMS) di daerah Kampung Dukuh, Jaksel.

Trus, gimana dong? Tenang! “Hanya perlu beberapa langkah mudah, dijamin motor gak gampang terserang flu,” tambahnya. Oke langsung aja ya! Berikut langkah penanganannya!

Kabel Bodi

Untuk pembesut tunggangan bergenre sport, harus lebih cermat dengan kabel-kabel bodi karena risiko terkena air dan korslet lebih besar dari bebek atau skutik. “Maklum, motor sport minim cover bodi,” sahut mekanik ramah ini.

Perhatikan kabel bodi yang telanjang dan kabel yang masuk ke soket-soket. Sebab, kalau kulit kabel tak menyelimuti peranti itu secara utuh, dapat menyebabkan korsleting. “Efeknya banyak, mulai dari mesin mbrebet, lampu ogah menyala sampai mesin mati total!” wanti Ipung.

Atasinya gampang! Lapisi seluruh soket-soket dan kabel yang terbuka memanfaatkan isolasi hitam (gbr.1). Oh iya, selain itu perhatikan juga bagian cop busi. Kalau bagian itu gak kuat menutup bagian busi, bisa bikin motor ngadat. Atasinya, berikan lem sealent pada bagian cop busi yang bersentuhan langsung dengan busi (gbr.2).

benahikomponenrawanair01-arseenGbr 1 benahikomponenrawanair02-arseenGbr 2
benahikomponenrawanair03-arseenGbr 3 benahikomponenrawanair04-arseenGbr 4

Mika Spidometer & Reflektor Lampu

Jangan anggap remeh bagian ini, sebab bagian mika yang gak rapat dapat menimbulkan embun dan mengganggu penglihatan. “Paling parah di bagian reflector lampu. Sebab kalau sampai ada air yang menyelinap, hal itu bisa bikin reflector jadi kusam dan menimbulkan jamur yang akhirnya bikin lampu jadi gak terang,” tambah Ipung.

Nah biar itu tak terjadi, tutup bagian sambungan mika (gbr.3) reflector yang retak atau terbuka pakai sealent. Selain untuk mencegah air masuk, hal itu juga bisa meminimalisir bunyi getaran yang dihasilkan mika lampu dan spidometer.

Filter Karburator

Sebagai penyaring udara yang masuk ke karburator. Nah kebayang gak kalo udara itu bercampur air? Kenapa bisa begitu? Nah prinsipnya hampir sama dengan mika reflector mengingat hampir semua boks filter terbelah dalam dua bagian.

Nah sebenarnya pada salah satu bagian boks filter itu dilengkapi semacam paking karet. Kalau peranti itu sudah getas atau rusak, air dan debu sangat berpotensi nyelinap ke dalam boks filter.

Mengatasinya, tambahkan seal­ent pada kedua sisi permukaan boks filter yang saling bersentuhan (gbr.4) secukupnya! Selain itu, bila boks filter retak atau pecah juga bahaya! “Baiknya bagian yang pecah ditambal lem plastik seperti Dextone,” tutup Ipung. •

sumber : otomotif.net

TIPS N TRICK September 27th 2010

Mudik Pakai City Car? Siapa Takut

No Comments »

Gambar

Mudik menggunakan mobil bertipe MPV atau SUV pastinya tidak ada masalah, tenaga besar, muat pun besar. Tapi bagaimana kalau sehari-sehari kita menggunakan city car yang imut, tapi ingin mudik?

Kenapa tidak mudik pakai city car. Toh, mobil imut ini tidak hanya jago membelah kemacetan kok. Diajak jalan jauh juga tetap nyaman dan aman, asalkan mengikuti beberapa tips berikut.

Service Support & Development Manager PT KIA Mobil Indonesia, Ari Tjahyo Soeharto coba memberikan tips bila anda ingin mudik menggunakan mobil imut atau city car.

“Perawatan berkala sebelum mudik, wajib hukumnya, itu tidak hanya untuk city car saja, tapi semua mobil,” ujarnya kepada detikOto, Kamis (2/9/2010).

Bagian-bagian mobil seperti ban, rem, kopling, lampu-lampu, oli dan radiator harus kita cek kondisinya sebelum mudik. “Bakal lebih baik dan praktis bila membawanya ke bengkel resmi,” tambahnya.

Tapi, bagaimana kalau mau membawa barang banyak? “Bisa saja, kalau bagasi sudah tidak muat, bisa ditaruh di atap mobil kok,” kata Ari.

Akan tetapi, bakal lebih baik kalau menggunakan roof rack, sehingga selain lebih aman, juga tidak akan melukai permukaan atap mobil bila bergesekan dengan barang bawaan kita.

“Lihat juga berapa kapasitas daya angkut dari roof rack nya, jangan melebihi kapasitas yang disarankan, nanti bisa mempengaruhi handling mobil,” ungkap Ari.

Selain itu, tambahnya, usahakan menaruh barang bawaan di atap pada bagian tengah, atau sedekat mungking dengan pilar B pada mobil imut Anda.

“Jadi jangan terlalu depan atau terlalu belakang, tapi di tengah-tengah, supaya center gravity mobil tidak terganggu, yang bisa menyebabkan handling kurang baik,” tambahnya.

Nah, meskipun mobil imut, tapi tetap bisa diajak mudik juga kan? Selamat mencoba!

OTO NEWS, TIPS N TRICK September 2nd 2010

Dilema Motor Berkarbu atau Injeksi

No Comments »
Gambar

Mungkin salah satu diskusi paling kontroversial bagi para pemotor adalah perbedaan antara mesin karburator dan injeksi, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya.

Untuk sebagian besar pemula, mungkin mereka lebih mudah memilih motor cukup dengan melihat harganya, tenaganya, atau bahkan hanya dari mereknya saja, tapi tidak untuk para pemotor berpengalaman.

Mereka akan menempatkan pilihan karburator atau injeksi di tempat teratas ketika hendak membeli motor, selain rincian lain seperti riding position yang ditawarkan, dimana anda tinggal, juga cuaca sekitar.

Banyak motor yang masih mengusung sistem karburator, meskipun di segmen motor dengan performa tinggi, kebanyakan sudah mengaplikasikan sistem injeksi pada sistem pengabutan BBM nya.

Seperti dikutip autoevolution, Senin (23/8/2010) salah satu keuntungan dari sistem karburator adalah mekaniknya telah memiliki pengalaman untuk melakukan servis, juga karena karburator lebih sederhana untuk dirawat dan diperbaiki. Motor bisa diperbaiki di pinggir jalan dengan peralatan dasar.

Sementara meskipun sistem injeksi membuat harga motor sedikit lebih mahal, namun memberikan keuntungan saat akan melakukan start dalam cuaca dingin, respons gas lebih baik, juga efisiensi BBM dan minimnya perawatan.

Hal pertama yang menjadi bahan perdebatan antara penggila karburator versus injeksi adalah saat pagi hari, ketika Anda harus menyalakan mesin dengan cuaca masih dingin. Mana yang lebih gampang menyalakan mesin?

Karburator membutuhkan beberapa waktu sampai siap untuk dipacu pada temperatur rendah, menggunakan choke mungkin bisa sedikit membantu mempercepat prosesnya.

Sementara untuk sistem injeksi, Anda tidak perlu memikirkan dan mengerjakan tahap-tahap seperti mesin karburator. Tinggal memutar kunci kontak pada on, dan memencet tombol start.

Sistem injeksi merupakan sistem bahan bakar yang terkomputerisasi, dimana terdapat sebuah pompa bahan bakar di tangki, pengendali mesin elektronik dan beberapa sensor.

ECU (electronic control unit) membaca berbagai sensor di motor dan membuat penentuan berapa banyak BBM yang dibutuhkan mesin. Komputer akan membuka dan menutup injector bensin ke dalam mesin berdasarkan input sensor.

Berbagai sensor seperti RPM, suhu mesin, suhu udara, posisi throttle, tekanan manifold, posisi crankshaft, dapat memberikan informasi tentang kondisi operasi dan beban pada mesin.

Sedangkan karburator adalah alat permintaan BBM yang tergantung pada kecepatan dari udara masuk ke venturi karburator untuk menciptakan campuran udara dan BBM ideal serta membantu menjaga campuran bahan bakar terbaik.

Nah, sekarang mana yang lebih Anda sukai?

MOTOR, TIPS N TRICK August 25th 2010