Tips Bengkel Motor: Pilih Bengkel Resmi atau Non-Resmi?

No Comments »

Maraknya perkembangan sepeda motor di tanah air, memberikan angin segar bagi pertumbuhan usaha atau bisnis perbengkelan, serta berjualan asesories motor. Khususnya untuk bengkel motor, kini pihak konsumen sering dihadapkan pada banyak pilihan, apakah servis motor seharusnya masuk ke bengkel resmi ATPM, atau masuk ke bengkel non-resmi?

Harus diakui bahwa bisnis bengkel kini sangat menggiurkan, bahkan sangat menjajikan, dan tidak akan mengenal surut. Lihat saja disekitar kita, selain banyaknya bengkel resmi dari pihak ATPM, juga dibarengi dengan pertumbuhan bengkel-bengkel di pinggir jalan mulai dari kios biasa, hingga ruko (rumah toko) yang mewah. Semua ini terjadi akibat populasi kendaraan bermotor roda dua yang kini jumlahnya sudah mencapai angka jutaan.

Angka jutaan dari populasi kendaraan sepeda motor ini, paling tidak membutuhkan perawatan atau servis rutin agar motor tetap prima. Hanya saja, disini kita sebagai konsumen perlu waspada, karena tidak semua bengkel dapat memberikan servis yang baik, atau yang sesuai dengan keinginan kita. Malah sering ditemukan ada banyak bengkel yang tidak perlu ngantri panjang, tapi kerjanya asal-asalan. Sebaliknya, ada juga bengkel yang sangat ramai, antrinya luar biasa, tapi mendapatkan hasil yang memuaskan.

Yuk.. kita bahas dulu perbedaan antara bengkel resmi dengan bengkel tidak resmi.

Bengkel Resmi

Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) merek Honda dan Yamaha sampai saat ini masih mendominasi usaha bengkel resmi yang sangat mudah ditemui hampir diseluruh lokasi/daerah. Namun demikian, tak ketinggalan merek lain seperti Suzuki, Kawasaki, Bajaj, TVS, Piaggio ikut pula meramaikan usaha perbengkelan. Hanya sayang, bengkel resmi Kymco belakangan ini sudah tak ada kabarnya lagi.

Sebagai contoh, Honda pada saat ini memiliki bengkel resmi yang disebut dengan “Astra Honda Authorized Service Station (AHASS)“.

Tujuan dari pada pelayanan bengkel resmi AHASS ini, diharapkan agar para pemilik motor Honda dijamin akan mendapat pelayanan yang terbaik sesuai dengan standar dari pabrikan Honda melalui PT ASTRA HONDA MOTOR (AHM).

Selain itu, bengkel AHASS beserta dengan jaringan-nya yanga ada diseluruh Indonesia yang kini sudah berjumlah lebih dari 2000, juga akan bertugas memberikan memberikan layanan after sales service (purna jual).

Sebenarnya AHASS merupakan usaha skala kecil dan menengah (USKM), dan seiap orang bisa saja membuka bengkel resmi Honda. Bahkan klub dan komunitas motor semacam HTML (Honda Tiger Mailing List) sudah memiliki usaha bengkel AHASS dibawah bendera Koperasi HTML.  Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum ditunjuk sebagai bengkel resmi, paling tidak bengkel sudah disurvey dan memiliki lokasi dengan luas minimal 6×15 meter. Lokasi  sesuai dengan mapping yang ada dan mengikuti aturan main yang ditetapkan oleh pabrikan AHM, dan/atau melalui jaringan distributor wilayah.

Jjika sudah jadi bengkel resmi AHASS, tidak boleh lagi melayani motor merek lain. Karena ini menyangkut kesepakatan dan kerjasama, serta komitment yang sudah ditandatangani secara bersama dalam kontrak. Harapannya pelayanan bengkel untuk setiap konsumen akan semakin baik dan lebih fokus. Syarat lainnya, harus punya izin usaha, SIUPP, NPWP, Tanda Daftar Perusahaan.

Kebutuhan mekanik minimal harus 3 orang dan 1 front desk, disertai dengan alat bike lift (pit) untuk tempat kerja minimal 2 buah. Menurut ketentuan Honda, untuk memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan di seluruh jaringan AHASS, minimal harus memiliki standar fasilitas fisik yang sama, yaitu Front Desk, Bike Lift, Piping System, Exhaust System dan Oil Drain.

Standarisasi Yang Sama

Jika anda tertarik mau membuka usaha bengkel resmi seperti ini, selain mengikuti keterangan di atas, maka anda juga diminta untuk menyelesaikan masalah administrasi, antara lain masalah legalitas, masalah persetujuan dari pihak PT. AHM.

Sedangkan dana yang harus disiapkan oleh pemilik bengkel minimal Rp 50 juta. Jika pemilik bengkel meminta stok suku cadang (spare-parts), maka pemilik harus menyiapkan tambahan dana 50 juta lagi, sehingga total dana menjadi Rp 100 juta. Hitungan modal usaha untuk membuat bengkel resmi jelas sekali butuh biaya yang cukup besar, dan ini tak dapat dipenuhi oleh semua orang yang punya bakat sebagai mekanik.

Bicara perihal prosedur dalam teknis dan pelayanan, maka sebelumnya para petugas bengkel akan diberikan pelatihan dasar selama seminggu untuk memiliki standarisasi kerja pada 20 titik servis. Salah satunya, minimal mekanik bisa melakukan tune up motor. Juga ada pelatihan tingkat lanjut yang lebih bersifat analisis, sekitar 14 hari. Mekanik akan diberikan teknik bongkar pasar dan menalisis kerusakan dan perbaikan. Sedang pelatihan berikutnya adalah lebih ke arah manajemen selama 14 hari juga. Di sini para mekanik akan dilatih bagaimana mengelola bengkel secara benar dengan sistem yang baik.

Untuk memperkokoh pelatihan-pelatihan di atas, pihak PT AHM juga akan memberikan pelatihan administrasi secara terpisah. Di sini dilatih bagaimana membuat laporan harian, bulanan, dan perintah kerja. Dan yang terpenting adalah mereka harus menguasai WPP (Workshop Performance Parameter) yang lebih kepada penguasaan bagaimana seharusnya performa bengkel dengan segala atributnya.

Bagaimana dengan bengkel ATPM Yamaha? Menurut pendapat SL.com kurang lebih secara prosedur persyatannya hampir sama dengan contoh dari bengkel resmi Honda atau AHASS di-atas.

Sebagai perusahaan besar, sudah tentu Yamaha melalui YSS (Yamaha Service Shop) juga memiliki dan mengikuti pola pelayanan yang standar (seragam) yang berlaku untuk semua.

Hal ini diberlakukan sama kepada seluruh bengkel resmi YSS yang memilliki jumlah lebih dari 1,500 diseluruh Indonesia. Bagi mereka yang ingin membuka bengkel YSS, secara prosedural hampir sama dengan ketentuan yang diberlakukan oleh PT AHM. Singkat kata, bisa dibilang ini serupa tapi tak sama.

Bengkel Non-Resmi

Dalam hal ini sudah jelas sangat berbeda dengan contoh-contoh bengkel resmi ATPM dari Honda atau Yamaha. Tak usah dijelaskan lagi secara detail. Singkat cerita, jika SL.com punya niat buka bengkel (sebagai contoh), bisa saja mulai dari rumah sendiri, dan ini sudah bisa dibilang punya bengkel sendiri. Tak ada prosedur baku seperti membuat bengkel resmi seperti mengikuti aturan bengkel ATPM diatas. Kalau punya modal besar, silahkan sewa ruko, atau garasi besar. Tak ada yang mengatur, kecuali jika usaha bengkel-nya menjadi sebuah PT (perseroan terbatas), maka harus mengkuti aturan perusahaan.

Perbandingan

Jika kita mau membandingkan, antara bengkel resmi dengan bengkel non-resmi, sebenarnya keduanya memang sangat berbeda tapi sama-sama diperlukan. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang unik.

Sebagai contoh, bengkel resmi lebih cenderung bekerja untuk motor baru atau motor masih dalam kondisi standard. Jika motor sudah mengalami modifikasi, sepertinya bengkel resmi dari ATPM kurang sreg. Hal ini dapat dipahami karena pelayanan bengkel resmi lebih prioritas untuk motor jenis standard. Alhasil, jika motor sudah mengalami modifikasi, maka servisnya atau reparasi lebih cocok masuk ke bengkel yang non-resmi.

Selain itu, bengkel resmi memang selalu menyediakan genuine spare-parts (suku cadang asli), sedangkan bengkel non-resmi punya harga yang murah, karena mereka menyediakan suku cadang kualitas rendah, bahkan sering ditemukan barang atau parts palsu.

Masuk ke bengkel resmi jelas memiliki peralatan mekanik (tools mechanic ) yang sudah lengkap, tapi kalau masuk ke bengkel yang non-resmi biasanya mereka hanya memiliki peralatan seadanya saja. Tak jarang motor harus diketok-ketok sampai jebol, padahal kalau masuk ke bengkel resmi masih bisa menggunakan alat-alat bengkel atau tools mechanic yang berkualitas.

Bengkel PMS: serupa dengan AHASS tapi tak sama

Masih banyak lagi suka duka soal pelyananan dari kedua bengkel ini. Yang pasti keduanya tetap sangat dibutuhkan, bengkel resmi memang cocok untuk motor baru, sedangkan bengkel non-resmi memang lebih pas untuk motor-motor yang sudah di modifikasi.

Nah, paling enak adalah bagaimana mendapatkan bengkel yang flexible, maksudnya status bengkel adalah non-resmi yang punya konsep dan pelayanan yang serupa dengan sebuah bengkel resmi, tapi ia bekerja secara bebas mengikuti semau-nya konsumen. Artinya, ia sebagai bengkel semi resmi, dimana pekerjaan modifikasi pun juga bisa dilayani. Tak itu saja, bengkel ini juga menjual perlengkapan asesories motor yang lagi nge-trend.

Sebagai contoh, hal ini dapat ditemukan pada bengkel PMS (Ponorogo Motor Sport) milik Mas Parno. Konsepnya mirip sekali dengan bengkel resmi AHASS, kebetulan ia adalah mantan kepala mekanik AHASS Pondok Labu, Jakarta Selatan. Semua ilmu yang ia dapat dari AHASS ditiru dan diterapkan pada bengkel pribadinya. Alhasil konsumen pun puas, karena bengkel PMS ini setidaknya bisa melayani semua kebutuhan konsumen. Serupa dengan standard pelayanan AHASS, tapi tak sama.

Bagaimana dengan pengalaman anda sendiri bro? Lebih suka ke mana? Bengkel resmi atau bengkel non-resmi?

(Artikel diolah dari berbagai sumber)

Bengkel resmi Yamaha CITRA MOTOR di Jl. Bungur Besar, Jakarta Pusat
Bengkel Umum Motor, PMS Ponorogo Motor Sport di Cileduk, Jakarta Selatan

Sumber : stephenlangitan.com

MOTOR, TIPS N TRICK October 11th 2010

Tips membeli ducati 2nd hand – on the bike

1 Comment »

Test Ride ducati dibutuhkan tempat luas dan sepi untuk menguji kondisi motor dengan maksimal

Langkah 4 : Test Ride (on the bike)

Jangankan membeli motor 2nd hand, motor baru pun seyogyanya kita melakukan test ride. Alias mencoba motor tersebut. Namun seringkali kita salah kaprah dalam melakukan test ride karena hanya melakukan sedikit putar-putar pada kecepatan rendah. padahal seharusnya ada beberapa tahapan test ride. Namun di tidak adasalahnya demi kenyamanan bersama test ride dilakukan bersama sang empunya motor dengan cara memboncengnya. Berikut tahapan test ride

  1. Berjalan Normal : Ini hal paling dasar dalam test ride. Menjalankan motor di kecepatan rendah mengitari rute (komplek perumahan atau lahan parkir) yang patut diperhatikan adalah kemudahan motor untuk dinetralkan. pasalnya teset ride ini motor hanya menggunakan gigi 1 , 2 dan 3.
  2. Test Cepat : ini digunakan untuk mengetes mesin dan kestabilan motor. Lakukan di jalan raya, tidak masalah bila sang empunya mengizinkan atau ingin ikut di bonceng. Upayakan mencapai kecepatan 140 km/jam dan motor berada di gigi 4. Lakukan pemindahan gigi pada 6.500 – 7.000 rpm. Getaran cukup terasa namun seharusnya tidak terjadi miss gear.
  3. Test Suspensi dan sasis : Dilakukan di saat yang sama. Test suspensi bukan berarti mengerem, namun justru dilakukan di kecepatan 60-80 km/jam dengan cara menikung cepat kanan kiri dan berjalan zigzag . Apakah terjadi getaran berlebih atau under steer ataupun oversteer berlebih. Ducati dengan rake yang buruk umumnya cenderung oversteer.
  4. Tempratur Mesin : Pada pemakaian normal di jalan umum kondisi macet (20-30 menit), ducati yang menggunakan radiator akan berada pada suhu mesin optimal 100 – 104 derajat celcius. tidak lebih, sedang Ducati yang memakai pendinginan udara atau oil cooler akan berada pada suhu 105-120. Saat motor melaju dari kemacetan maka suhu motor akan turun sekitar 3-5 derajat akibat angin yang memberi pendinginan  ke mesin. Jika melebihi berarti ada masalah pada sistem pendingian. Motor yang menggunakan radiator – kipas radiator akan menyala pada suhu 100 derajat.

Perhatikan indikator dan suara motor dengan seksama, tidak cuma mesin namun keseluruhan, ajak teman yang paham mesin motor besar

Langkah 5 : Test Bike (on the bike)

Dilakukan secara statis untuk menguji motor. Umumnya Ducati generasi baru alias keluaran tahun 2003 ke atas yang telah dilengkapi imobilizer memiliki sistem elektronik yang berbeda. Kesemuanya bisa di cek lewat speedometer. Nah dalam hal ini perlu di cek dengan seksama berikut hal yang patut di perhatikan

  1. Stop Kontak  on-off : Saat motor pertama di kontak speedo meter akan menyala dan akan terlihat tulisan type motor di LCD berikut kapasitas mesinya. Di saat yang sama akan terdengar suara “rrr” yang keluar dari fuel pump. Untuk tipe monster M620 ke atas secara bersamaan ketika dihidupkan jarum speedometer dan tackometer akan naik dari posisi 0 hingga maksimum dengan halus, kemudian kembali ke posisi netral.
  2. Indikator : Lampu merah “oil” akan menyala bersamaan dengan tanda gigi netral warna hijau. Pastikan lampu kuning “check engine” tidak menyala
  3. Langsam : Motor yang sehat memiliki langsam (putaran rpm statis) di 1.500 rpm dan tidak naik turun. Apa bila di gas akan naik dengan spontan dan ketika ditutup akan turun pula ke posisi langsam.
  4. Hembusan Knalpot : pastikan hembusan angin knalpot kanan dan kiri sama, jika tidak ada kemungkinan mesin motor pincang.
  5. Suara mesin : Ketika di starter, ada sedikit suara “krak” dan itu normal, namun  pastikan pada saat mesin di gas tidak muncul suara “krak” atau “tak” melainkan hanya suara mesin ketika langsam dengan ritme dipercepat !
  6. Suara Velg, Rem dan Rantai : Dorong motor maju mudur. Pastikan motor bisa didorong dengan ringan. Bila ada suara “krak” pada ban, bisa saja dikarenakan pelor pada velg bermasalah, jika terdengar suara “srek” atau gesekan pada velg artinya bisa saja posisi kampas rem tidak rata. Rantai tidak boleh bersuara dan dengan ketegangan normal
  7. Kopling : Berbeda dengan motor kebanyakan, Ducati menggunakan kopling Pneaumatic bukan tali. Dalam kondisi mesin hidup dengan posisi motor berhenti, motor harus mudah dinetralkan. Pastikan tidak ada kebocoran pada oil resevoir atas dan pada bagian bawah sebelah kiri.
  8. Aki : Saat mati, indikator aki akan menunjukan 12v, ketika motor dihidupkan indikator harus menunjukan angka 13.8 – 14.2v dengan spontan, jika tidak artinya aki motor bermasalah
  9. Rem dan Sein : Pastikan lampu rem menyala ketika rem depan dan belakang di itekan berbarengan dan sendir sendiri. Lampu sein depan dan belakang menyala dengan irama blip yang normal.
  10. Oli mesin, Rem dan Kopling : Perhatikan ketinggian oli mesin , bisa dilihat pada sisi kanan bawah blok mesin. Untuk rem dan kopling bisa dilihat pada resevoirnya.
  11. Ban : Ban motor yang baik adalah ban yang berusia dibawah 4 tahun. Kode produksi ban bisa dilihat di sisi kanan ban contoh H289 2109 dan dua digit terakhir merupakan tahun produksi ban. Ban yang layak jalan terbilang cukup empuk, ketika ditekan dengan kuku akan membekas. Ukuran ban standar Ducati untuk belakang adalah 160/60 x 17 dan depan tidak lebih kecil dari 110/70 x 17  untuk varian monster. Untuk varian lain adalah minimal 180/55 x 17 dan 110-120/60 x 17.
  12. Rem : Sulit mengecek ketebalan kampas rem tanpa bantuan mekanik, tapi pastikan setiap rem depan ducati memiliki masing masin satu selang yang kemudian bergabung bersama menuju master kopling dengan format 2 – 2 bukan 2 – 1 karena jika demikian ada kemungkinan rem tersebut merupakan tambahan. Khusunya untuk tipe monster M400 dan M600 hanya dilenkapi 1 rem cakram. Tetapi rem standar Ducati adalah Brembo.

Selamat Berburu Ducati 2nd Hand :D jangan lupa bergabunglah bersama DDOCI !!! :D

Sumber : http://ddoci.wordpress.com

MOTOR, TIPS N TRICK October 11th 2010

Awas, Flu Menyerang Motor Anda!

No Comments »

Hujan mulai rajin turun! Tentu hal itu juga berdampak pada motor kesayangan. Sebab, bakal lebih sering diajak bermain air dari langit itu. Nah untuk itu, perlu dilakukan langkah khusus pada komponen yang rawan terkena air.

Apa aja sih? “Utamanya sektor kabel bodi, mika spidometer, reflector lampu dan boks filter karburator,” urai Ipung, mekanik Ipung Motor Speed (IMS) di daerah Kampung Dukuh, Jaksel.

Trus, gimana dong? Tenang! “Hanya perlu beberapa langkah mudah, dijamin motor gak gampang terserang flu,” tambahnya. Oke langsung aja ya! Berikut langkah penanganannya!

Kabel Bodi

Untuk pembesut tunggangan bergenre sport, harus lebih cermat dengan kabel-kabel bodi karena risiko terkena air dan korslet lebih besar dari bebek atau skutik. “Maklum, motor sport minim cover bodi,” sahut mekanik ramah ini.

Perhatikan kabel bodi yang telanjang dan kabel yang masuk ke soket-soket. Sebab, kalau kulit kabel tak menyelimuti peranti itu secara utuh, dapat menyebabkan korsleting. “Efeknya banyak, mulai dari mesin mbrebet, lampu ogah menyala sampai mesin mati total!” wanti Ipung.

Atasinya gampang! Lapisi seluruh soket-soket dan kabel yang terbuka memanfaatkan isolasi hitam (gbr.1). Oh iya, selain itu perhatikan juga bagian cop busi. Kalau bagian itu gak kuat menutup bagian busi, bisa bikin motor ngadat. Atasinya, berikan lem sealent pada bagian cop busi yang bersentuhan langsung dengan busi (gbr.2).

benahikomponenrawanair01-arseenGbr 1 benahikomponenrawanair02-arseenGbr 2
benahikomponenrawanair03-arseenGbr 3 benahikomponenrawanair04-arseenGbr 4

Mika Spidometer & Reflektor Lampu

Jangan anggap remeh bagian ini, sebab bagian mika yang gak rapat dapat menimbulkan embun dan mengganggu penglihatan. “Paling parah di bagian reflector lampu. Sebab kalau sampai ada air yang menyelinap, hal itu bisa bikin reflector jadi kusam dan menimbulkan jamur yang akhirnya bikin lampu jadi gak terang,” tambah Ipung.

Nah biar itu tak terjadi, tutup bagian sambungan mika (gbr.3) reflector yang retak atau terbuka pakai sealent. Selain untuk mencegah air masuk, hal itu juga bisa meminimalisir bunyi getaran yang dihasilkan mika lampu dan spidometer.

Filter Karburator

Sebagai penyaring udara yang masuk ke karburator. Nah kebayang gak kalo udara itu bercampur air? Kenapa bisa begitu? Nah prinsipnya hampir sama dengan mika reflector mengingat hampir semua boks filter terbelah dalam dua bagian.

Nah sebenarnya pada salah satu bagian boks filter itu dilengkapi semacam paking karet. Kalau peranti itu sudah getas atau rusak, air dan debu sangat berpotensi nyelinap ke dalam boks filter.

Mengatasinya, tambahkan seal­ent pada kedua sisi permukaan boks filter yang saling bersentuhan (gbr.4) secukupnya! Selain itu, bila boks filter retak atau pecah juga bahaya! “Baiknya bagian yang pecah ditambal lem plastik seperti Dextone,” tutup Ipung. •

sumber : otomotif.net

TIPS N TRICK September 27th 2010

Mudik Pakai City Car? Siapa Takut

No Comments »

Gambar

Mudik menggunakan mobil bertipe MPV atau SUV pastinya tidak ada masalah, tenaga besar, muat pun besar. Tapi bagaimana kalau sehari-sehari kita menggunakan city car yang imut, tapi ingin mudik?

Kenapa tidak mudik pakai city car. Toh, mobil imut ini tidak hanya jago membelah kemacetan kok. Diajak jalan jauh juga tetap nyaman dan aman, asalkan mengikuti beberapa tips berikut.

Service Support & Development Manager PT KIA Mobil Indonesia, Ari Tjahyo Soeharto coba memberikan tips bila anda ingin mudik menggunakan mobil imut atau city car.

“Perawatan berkala sebelum mudik, wajib hukumnya, itu tidak hanya untuk city car saja, tapi semua mobil,” ujarnya kepada detikOto, Kamis (2/9/2010).

Bagian-bagian mobil seperti ban, rem, kopling, lampu-lampu, oli dan radiator harus kita cek kondisinya sebelum mudik. “Bakal lebih baik dan praktis bila membawanya ke bengkel resmi,” tambahnya.

Tapi, bagaimana kalau mau membawa barang banyak? “Bisa saja, kalau bagasi sudah tidak muat, bisa ditaruh di atap mobil kok,” kata Ari.

Akan tetapi, bakal lebih baik kalau menggunakan roof rack, sehingga selain lebih aman, juga tidak akan melukai permukaan atap mobil bila bergesekan dengan barang bawaan kita.

“Lihat juga berapa kapasitas daya angkut dari roof rack nya, jangan melebihi kapasitas yang disarankan, nanti bisa mempengaruhi handling mobil,” ungkap Ari.

Selain itu, tambahnya, usahakan menaruh barang bawaan di atap pada bagian tengah, atau sedekat mungking dengan pilar B pada mobil imut Anda.

“Jadi jangan terlalu depan atau terlalu belakang, tapi di tengah-tengah, supaya center gravity mobil tidak terganggu, yang bisa menyebabkan handling kurang baik,” tambahnya.

Nah, meskipun mobil imut, tapi tetap bisa diajak mudik juga kan? Selamat mencoba!

OTO NEWS, TIPS N TRICK September 2nd 2010

Dilema Motor Berkarbu atau Injeksi

No Comments »
Gambar

Mungkin salah satu diskusi paling kontroversial bagi para pemotor adalah perbedaan antara mesin karburator dan injeksi, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya.

Untuk sebagian besar pemula, mungkin mereka lebih mudah memilih motor cukup dengan melihat harganya, tenaganya, atau bahkan hanya dari mereknya saja, tapi tidak untuk para pemotor berpengalaman.

Mereka akan menempatkan pilihan karburator atau injeksi di tempat teratas ketika hendak membeli motor, selain rincian lain seperti riding position yang ditawarkan, dimana anda tinggal, juga cuaca sekitar.

Banyak motor yang masih mengusung sistem karburator, meskipun di segmen motor dengan performa tinggi, kebanyakan sudah mengaplikasikan sistem injeksi pada sistem pengabutan BBM nya.

Seperti dikutip autoevolution, Senin (23/8/2010) salah satu keuntungan dari sistem karburator adalah mekaniknya telah memiliki pengalaman untuk melakukan servis, juga karena karburator lebih sederhana untuk dirawat dan diperbaiki. Motor bisa diperbaiki di pinggir jalan dengan peralatan dasar.

Sementara meskipun sistem injeksi membuat harga motor sedikit lebih mahal, namun memberikan keuntungan saat akan melakukan start dalam cuaca dingin, respons gas lebih baik, juga efisiensi BBM dan minimnya perawatan.

Hal pertama yang menjadi bahan perdebatan antara penggila karburator versus injeksi adalah saat pagi hari, ketika Anda harus menyalakan mesin dengan cuaca masih dingin. Mana yang lebih gampang menyalakan mesin?

Karburator membutuhkan beberapa waktu sampai siap untuk dipacu pada temperatur rendah, menggunakan choke mungkin bisa sedikit membantu mempercepat prosesnya.

Sementara untuk sistem injeksi, Anda tidak perlu memikirkan dan mengerjakan tahap-tahap seperti mesin karburator. Tinggal memutar kunci kontak pada on, dan memencet tombol start.

Sistem injeksi merupakan sistem bahan bakar yang terkomputerisasi, dimana terdapat sebuah pompa bahan bakar di tangki, pengendali mesin elektronik dan beberapa sensor.

ECU (electronic control unit) membaca berbagai sensor di motor dan membuat penentuan berapa banyak BBM yang dibutuhkan mesin. Komputer akan membuka dan menutup injector bensin ke dalam mesin berdasarkan input sensor.

Berbagai sensor seperti RPM, suhu mesin, suhu udara, posisi throttle, tekanan manifold, posisi crankshaft, dapat memberikan informasi tentang kondisi operasi dan beban pada mesin.

Sedangkan karburator adalah alat permintaan BBM yang tergantung pada kecepatan dari udara masuk ke venturi karburator untuk menciptakan campuran udara dan BBM ideal serta membantu menjaga campuran bahan bakar terbaik.

Nah, sekarang mana yang lebih Anda sukai?

MOTOR, TIPS N TRICK August 25th 2010

Cara Pasang Relay untuk Klakson/ Lampu Tambahan (revised)

2 Comments »


relay0

Catatan Revisi:
Berhubung banyak yang mempermasalahkan penggunaan kaki relay no.30 & 87, maka diagram di bawah sudah di revisi, kaki no.30 ke accu, kaki 87 ke klakson/lampu. Thanks buat semua masukannya yang sangat membangun. Indahnya saling koreksi.

Banyak diantara kita yang kurang puas dengan suara klakson bawaan motor/mobil yang kurang keras/lantang, atau juga lampu standar yang kurang terang atau berdaya kecil.
Di toko partshop atau asesoris otomotif, banyak dijual klakson aftermarket yang suaranya bagus seperti Fiam, Hella, bosch, PIAA, Wolo, Hadley, fer, dsb.
Klakson tersebut membutuhkan daya yang cukup besar, sayangnya kabel yang terpasang pada klakson standar bawaan motor/mobil tidak dapat mengakomodasi kebutuhan daya tersebut.
Malah bisa jadi saklar klakson tersebut akan cepat rusak karena setiap kali ditekan, akan mengeluarkan percik api pada metal contact didalamnya yang lama kelamaan akan aus, bahkan plastik case nya akan meleleh.
Begitu juga dengan pemasangan lampu yang berdaya lebih besar, akan berkasus sama dengan kasus di atas.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, kita membutuhkan bantuan komponen tambahan yaitu relay.
Relay adalah suatu komponen yang digunakan sebagai saklar penghubung/pemutus untuk arus beban yang cukup besar, dikontrol oleh sinyal listrik dengan arus yang kecil.
Dengan menggunakan relay, kabel yang menuju saklar tidak perlu kabel yang tebal, sebab arus yang terhubung ke saklar sangatlah kecil.

relay6

relay5

Banyak relay yang beredar di partshop, ada berbagai merek seperti Hella, Bosch, Omron, dsb, … dan banyak pula yang dipalsu.
Saya sendiri lebih memilih untuk menggunakan relay bermerek BOSCH yang asli, begitu juga dengan socket relaynya.

Berikut komponen yang diperlukan untuk project ini..
- Socket Relay merek Bosch + terminal konektornya
- Relay Bosch 4 kaki tipe “0 332 019 453
- Fuse Box (kotak sikring) + terminal konektornya
- Fuse / Sikring yang disesuaikan dengan beban arusnya .. misalnya 10 Ampere.
- Kabel tebal serabut diameter 5mm
- Terminal Ring 10mm.

relay1

relay4

Cara Pasang..

Ada 2 macam sistem pelistrikan untuk Klakson atau Lampu, yaitu yang dikontrol oleh tegangan positif dan tegangan negatif.

Biasanya sistem yang dikontrol oleh tegangan Negatif menggunakan 2 kabel. Dimana satu kabel untuk ke positif dan satu lagi ke saklar pengontrol.

Sistem yang dikontrol oleh tegangan Positif, biasanya menggunakan 1 kabel saja dari saklar pengontrol. Kabel satunya lagi mengambil negatif dari ground atau body.

NEGATIVE SYSTEM:

relay2b

Gambar di atas memperlihatkan rangkaian klakson dengan sistem Negative.

Untuk pemasangannya lihat gambar di bawah:

relay3b

Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).

Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).

Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)

Kaki Relay nomor 86 menuju salah satu Kabel klakson (B)

Pemasangan kabel dari kaki 85 dan 86 boleh terbolak balik polaritasnya.

Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

——————————-

POSITIVE SYSTEM:

Gambar di bawah memperlihatkan kabel standar yang menuju klakson dipotong.
Untuk bagian yang atas kita beri kode A, dan bagian yang menuju klakson kita beri kode B.

relay2

relay3

Kaki Relay nomor 30 menuju Positif Accu (kabel harus tebal, langsung dari Accu).

Kaki Relay nomor 87 menuju Positif Klakson (kabel ukuran tebal atau sedang).

Kaki Relay nomor 85 menuju salah satu Kabel klakson (A)

Kaki Relay nomor 86 dihubungkan ke body mobil/motor (negatif/ground).

Dikarenakan adanya perbedaan lokasi kaki relay pada beberapa merek relay yang ada, harap perhatikan NOMOR kakinya, sebelum memasang!

Nah.. semoga penjelasan di atas bisa mudah dimengerti, dan rekan-rekan bisa pasang sendiri klakson barunya.

Rangkaian di atas sama penerapannya untuk pemasangan lampu tambahan atau merubah lampu ke daya yang lebih besar.

Manfaat yang didapat dengan menggunakan rangkaian relay ini adalah:

- klakson akan bersuara lebih keras/lantang atau lampu akan menyala lebih terang.

- saklar klakson / lampu akan lebih awet.

TIPS N TRICK May 5th 2010

Cara Tepat Merawat Aki (Accumulator)

No Comments »

Hampir semua jenis kendaraan-terutama kendaraan bermotor, umumnya menggunakan aki. Selain kendaraan bermotor, aki juga banyak digunakan pada mainan anak-anak.
Fungsinya untuk menghidupkan mesin dan mengaktifkan kerja sistem pengapian, membuat peran aki tak bisa disepelekan, bahkan masuk ke dalam kategori sangat penting.

Oleh karena itu, aki juga perlu mendapatkan perhatian dan perawatan khusus. Di dalam aki, terdapat bahan beracun yang mengandung timbal dan asam sulfur, sehingga penanganannya pun tak bisa sembarangan.

Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam merawat aki (accu), antara lain:

1. Langkah pertama adalah membaca buku panduan atau buku petunjuk pemakaian sebelum menggunakan aki.
2. Jauhkan aki dari api karena dapat mengeluarkan gas hidrogen yang mudah terbakar atau meledak. Oleh karena itu, simpan aki di tempat yang aman.

3. Gunakan kacamata pelindung, masker, dan sarung tangan sewaktu menangani aki.
Asam sulfur yang terdapat di dalam aki jika terkena tangan akan menimbulkan rasa gatal dan akan membahayakan tubuh bila terhirup. Bahkan efeknya akan sangat membahayakan bila mengenai mata karena dapat menimbulkna kebutaan.

4. Sebaiknya tidak membuang aki bekas secara sembarangan di tong sampah karena aki mengandung bahan beracun.
Daripada membuang aki bekas, akan lebih bermanfaat bila melakukan trade in (tukar tambah) dengan toko tempat Anda membeli aki baru karena umumnya mereka memang menerima aki-aki bekas. Hal ini dimungkinkan karena aki mengandung timbal yang dapat didaur ulang untuk diproses dan digunakan kembali.

5. Ada baiknya jika aki dijauhkan dari air karena akan mengakibatkan korsleting dan bisa mengakibatkan karat pada kepala aki, sehingga mempengaruhi kualitas arus listrik yang dihasilkan.

Dengan perawatan yang tepat, niscaya aki pada kendaraan Anda tetap berfungsi dengan baik dan sempurna.

FYI: Agar hidup Anda tetap ceria dan untuk refreshing, mungkin Anda perlu melihat gambar/foto-foto lucu atau mendengarkan musik kesenangan Anda yang bisa Anda kunjungi di situs ini:

TIPS N TRICK May 5th 2010

Tips Perawatan Ban Motor

No Comments »

Ban merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Perawatan ban motor sangatlah penting dan wajib bagi para pengendara sepeda motor.

Perawatan ban motor selain berguna untuk menjaga keselamatan si pengendara juga berguna untuk menghemat anggaran biaya pengeluaran.

Berikut beberapa tips untuk merawat ban sepeda motor anda:

1. Periksa tekanan angin dan kondisi fisik secara berkala.

2. Saat motor diparkir gunakan standard tengah untuk mengurangi tekanan pada ban pada posisi yang sama diwaktu yang lama.

3. Hindari kontaminasi dengan cairan2 kimia yang merusak,oli, dan bensin segera bersihkan dengan air dan sabun jika terkena cairan tersebut.

4. Hindari kontak dengan sinar matahari dengan waktu yang lama karena akan membuat karakter karet ban berubah.

5. Demi keamanan, ganti ban yang sudah melewati batas TWI

TIPS N TRICK April 23rd 2010

Serba Serbi Seputar Oli

No Comments »

(Foto: Prasetyo/okezone)
JAKARTA- Oli kadang luput dari perhatian para pengguna kendaraan bermotor. Namun bagian ini merupakan piranti wajib bagi mesin kendaraan Anda.

Ada juga berbagai anggapan miring yang beredar seputar oli, agar tak salah persepsi, berikut hal-hal yang dianggap salah seputar oli.

1. Oli Sintetik lebih mudah menguap dibanding oli biasa

TIDAK. Dengan ikatan molekul yang jauh lebih stabil, justru oli sintetik memiliki daya tahan terhadap penguapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan oli biasa. Selain itu, “Aromatic Content” oli sintetik jauh di bawah oli biasa, kandungan aromatic inilah yang mudah menguap.

2. Harus ganti filter oli setiap ganti oli

BENAR. Kebiasaan yang lama adalah mengganti filter oli setiap 2X ganti oli. Dulu rentang penggantian oli hanyalah setiap 2,000-3,000 km, jika kebiasaan itu tetap dilakukan sekarang, berarti penggantian filter oli adalah setiap 10,000 – 20,000 km (dengan asumsi penggantian oli setiap 5,000-10,000). Sekitar 300 cc s/d 1 liter oli bekas berada dalam filter oli, 1 liter oli bekas + 4 liter oli baru = 5 liter oli bekas!

3. Kondisi knalpot kotor tanda oli terbakar

Bukan hanya sekedar melihat, bahkan pemilik cenderung mencolek ujung kenalpot buat mendeteksi kecurigaan oli terbakar di mesin. Tidak perlu repot berkotor ria, cukup perhatikan asap. Oli terbakar akan menghasilkan asap putih. Tinggal cek kapan terjadinya, apakah saat stasioner atau ketika mobil berjalan dan dapat beban. Kalau stasioner, kemungkinan sil klep rembes. Sedangkan jika putaran tinggi, masalah ada pada ring piston

4. Oli transmisi encer bisa menambah tarikan

Secara teori, pelumas dengan kekentalan rendah memang mampu mengurangi hambatan mekanis. Pembuktiannya sudah dilakukan oleh sejumlah tester. Dengan oli transmisi multigrade yang lebih encer terbukti tarikan lebih enak, namun girboks lebih berisik

TIPS N TRICK April 20th 2010

Tip Berkendara Saat Hujan

No Comments »
Musim hujan memang kadang menjadi hal menyebalkan bagi kita sebagai pengendara. Bukan cuma kendaraan jadi kotor, namun hujan memperbesar risiko terjadinya kecelakaan.

Kewaspadaan mesti ditingkatkan penuh saat hujan. Selain daya pandang berkurang, jalanan juga jauh lebih licin dari biasanya. Belum lagi, mata menjadi cepat lelah di kondisi seperti ini.

Berikut beberapa tip dari Garda Oto untuk meminimalkan risiko kecelakaan saat hujan.

1. Tambah jarak aman

Kalau normalnya saat kering kita harus menjaga jarak 2 detik ke mobil depan, pada saat hujan tingkatkan menjadi 3 detik. Cara menghitungnya, gumamkan 1001…1001…1003 secara normal, ketika mobil depan mencapai suatu tanda di jalan, misalnya tiang listrik. Bila sebelum mencapai kata ‘1003’ mobil Anda sudah sampai ke tanda itu, berarti terlalu dekat dan mesti menyesuaikan jarak kembali. Jarak aman ini sangat penting, karena saat basah jarak pengereman menjadi jauh lebih panjang walau mobil telah dilengkapi ABS sekalipun.

2. Hindari manuver mendadak

Manuver mendadak meliputi akselerasi, pengereman dan belok, sebaiknya dihindari. Di jalan licin, manuver itu mudah membuat mobil tak terkendali. Kendalikan mobil lebih halus dari biasanya.

3. Nyalakan lampu, bukan hazard

Menyalakan hazard ketika hujan adalah kesalahan besar. Hazard membuat mata pengemudi di belakang kita cepat lelah karena kedipan terangnya. Selain itu, Hazard membuat kita tak bisa mengaktifkan lampu sein saat hendak pindah jalur, juga mengakibatkan kepekaan pengendara di belakang terhadap lampu rem di mobil kita menjadi berkurang. Risiko tertabrak dari belakang pun semakin besar. Bila hujan sangat lebat, nyalakan lampu kabut atau lampu besar normal. Ini saja sudah cukup.

4. Bila di tol, hindari jalur kanan

Karena kontur jalan tol sedikit cembung, maka berkendara di jalur kanan membuat Anda rentan menabrak genangan air. Ini bisa membuat mobil hilang kendali. Selain itu, ketika di jalur kanan, Anda dengan mudahnya terkena cipratan air dari jalur seberang, dan ini akan sangat mengganggu daya pandang.

5. Hati-hati ban mengunci

Bila kita terpaksa mengerem mendadak dan mobil tak dilengkapi ABS, waspadai gejala ban mengunci. Begitu ban terasa mengunci, kurangi sedikit injakan rem sampai roda berputar kembali. ketika ban mengunci, mobil tak bisa dikendalikan dengan setir dan jarak pengeremannya makin panjang.

6. Jangan menerobos banjir

Ketika kita berkendara pada saat hujan dan bertemu dengan genangan air atau banjir lebih baik menghindar dan mencari tempat yang aman.

TIPS N TRICK April 12th 2010