Ban dan Modifikasi “Jangan Asal Lebar”

1 Comment »

1710tabel-ban-lebar---yudi1.jpgModifikasi motor, paling sip pakai ban telapak lebar. Kesannya gagah banget, cuy! Apalagi pilihan ban untuk tampil gahar juga sangat banyak di pasaran. Sehingga membuat biker nafsu untuk mengaplikasinya. Tapi jangan asal lebar, harus tetap ada batasannya lho.

Banyak konsumen datang maksa beli ban lebar, namun begitu mereka dikasih tahu harus modif arm, pada nggak mau. Begitu laporan dari sebagian pedagang ban di sentra variasi dan komponen. Karena itu baiknya sebelum belanja ban, harus paham ukuran maksimal lengan ayun.

MOTOR SPORT

Paling banyak pasang ban lebar biasanya motor sport alias motor laki atau batangan. Dari segi tampilan total memang pas, apalagi tenaga motor laki juga menunjang. Di sisi lain pemasangan ban lebar kudu diimbangi pelek dan swing-arm lebar pula. Untuk itu kudu waspada, jangan asal beli, khawatir tidak bisa dipasang.

Berikut ini Em-Plus kasih tahu tabel ukuran ban maksimal kalau ingin tetap pakai lengan ayun standar. Monggo…

Ukuran Jenis Motor Pilihan Merek
110 Mega Pro, GL, V-ixion Battlax, Dunlop, Swallow, Mizzle
120 Tiger, Thunder 125, Pulsar Battlax, Dunlop, Swallow, Mizzle
130 Thunder 250, Ninja RR Battlax, Dunlop, Swallow
140 Yamaha Scorpio Battlax, Swallow, Dunlop
150 Ninja 250R, KLX Battlax, Swallow

PEMAKAI BEBEK CENDERUNG 110/80X17

Pasang ban belakang lebar di motor bebek, sekarang memang nggak lagi ngetrend. Kecuali kalau kaki-kaki tunggangan sudah dimodif. Sebagai pengimbang tampilan, wajar kalau butuh ukuran ban seperti itu.

Meski tidak sedang diminati, kenyataannya ada saja pemilik motor ingin tampilan rodanya lebar bak moge. Padahal menerapkan ban itu di bebek punya batasan ruang di sekitar lengan ayun.

Agar tidak salah pilih atau beli. Juga, idealnya pakai ban ukuran berapa sih biar tapak ban nggak mentok kanan-kiri dan depan? “Di hampir semua bebek, ban yang bisa masuk di lengan ayun rata-rata hanya sampai 120. Dan biar tidak mentok ke depan, tinggi ban harus turun sampai 80. Tapi kebanyakan sih pakai 110/80-17,” buka Didi PA., mekanik Winajaya Motor di Jl. Pahlawan, No. 2B, Rempoa, Jakarta Selatan.

Batas akhir ukuran ban seperti diutaran Didi, lantaran tapak ban rawan bergesek dengan cover rantai atau batang besi penghubung tuas rem belakang. Sedang kalau ketinggian, tapak ban bisa menyentuh besi penghubung lengan ayun. Atau dengan spatbor belakang saat sok kompresi bila jaraknya pendek macam punya Honda Supra X atau Grand.

Akan tetapi batas ukuran itu tidak berlaku bagi pemilik motor Jupiter MX atau Satria F-150. Bebek special ini, dibilang begeitu lantaran andopsi lengan ayun tunggal, masih bisa pakai ban sampai ukuran 130/90. Meski konsekuensinya roda jadi berat dan yang pasti boros bensin.
1711tabel-ukuran-ban-endro02.jpg
PETA BAN BALAP SKUBEK

Kecenderungan kebutuhan skubekers yang demen balap, memilih ukuran 80/90×14 dan 90/80×14 atau 90/90×14. Soalnya, ukuran itu itu dianggap pas, tidak terlalu lebar dan tidak kekecilan.

Nah, soal produk, cukup banyak pilihan. Sejumlah produsen sudah membuat produk aftermarket yang biasa dipilih jadi ban balap. Meski, tidak semuanya klaim bahwa itu ban racing, tapi terbukti handal buat harian dan balap.

Peta produk ban balap dikumandangkan Indotire. Bahkan mereka sudah riset dan support empat seri balap skubek 2009. “Untuk yang 90/80×14 sebentar lagi ada. Kalau yang sudah siap di pasaran dan sudah dipake di balap skubek 80/90×14 dan 100/90×14,” terang Bunyamin, Product Development, PT Central Sole Agency, produsen ban Indotire.

FDR justru sudah lebih dulu punya tipe 90/80×14 dan 80/80×14. Juga sudah tersebar di pasaran dan banyak dipakai balap. Namun pihak FDR tidak menyebut untuk racing. “Hanya memberi performa lebih dibanding ban biasa. Versi racing sesungguhnya masih develop,” terang Mahar Marjono dari PT Suryaraya Rubberindo Industries, produsen FDR.

Begitu juga IRC, pabrikan yang gemar support balap Tanah Air ini juga belum keluarin seri racing ring 14 inci. Mereka juga masih dalam tahap development. “Lihat saja perkembangannya. Kami sudah siapkan rencana itu,” terang Doddy Gozali dari PT Gajah Tunggal, produsen IRC.

Di luar FDR dan Indotire, produk lain yang biasa dipilih buat skubek balap adalah impor dari Thailand, yaitu Vee Rubber Gecko. Ukurannya juga tersedia yang 80/90×14 dan 90/90×14.

Peta ban balap skubek juga diramaikan produk Comet. Ban seri racing ukuran 90/80×14 juga tersedia. “Seri racing bukan murni slick, sih. Seperti juga ban intermediate. Jadi ada kembangannya. Bisa dipakai saat hujan juga,” terang Benny Rachmawan dari Mitra2000 yang mendatangkan ban Comet.

MODIFIKASI, MOTOR June 3rd 2010

10 Tips Merawat Ban Mobil Anda

No Comments »

Lihat Gambar Menurut data yang terdapat pada Departemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS, sebanyak 660 kasus kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh kurangnya tekanan angin dalam ban dan memakan korban luka berat sebanyak 33 ribu per tahun. Sebuah penelitian yang disponsori oleh Rubber Manufacturers Association (RMA) baru-baru ini, yang dilakukan terhadap 1000 orang pengemudi di seluruh negara bagian, menemukan fakta-fakta bahwa :

* 63% pengendara mobil menyebutkan bahwa tekanan ban sangat mempengaruhi jarak tempuh dari kendaraan
* Hanya 19% dari para pengemudi yang memeriksa kondisi tekanan ban mobil mereka
* Tiap bulan, tiga dari empat pengendara mobil mencuci kendaraan mereka, sementara hanya satu dari lima pengendara yang memeriksa tekanan ban mobil mereka

Anda dapat menempuh jarak hingga mencapai 3,3% lebih jauh dan menghemat ongkos BBM, jika Anda selalu rajin memeriksa keadaan tekanan ban mobil Anda dan menjaga agar selalu dalam tekanan yang seharusnya.

Di bawah ini adalah 10 tips perawatan ban mobil :

1. Jangan menunggu hingga ban rusak. Biasakan untuk selalu memeriksa tekanan ban mobil anda, paling sedikit sekali sebulan dan terutama sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Ban dengan tekanan yang kurang memadai akan menyebabkan ban mudah panas karena gesekan yang besar dengan aspal, sehingga ban cepat aus dan bisa membahayakan keselamatan mengemudi.

2. Anda harus hapal dengan tekanan yang proporsional dari ban mobil Anda. Ukuran tekanan ban yang pas bisa dilihat pada stiker yang menempel di bagian dalam dari pintu kendaraan Anda, atau pada buku petunjuk pemilik kendaraan.

3. Untuk pengukuran yang valid terhadap tekanan ban mobil Anda, periksalah ban saat suhu mereka dingin. Jika mobil Anda habis menempuh perjalanan jauh, tunggulah kurang lebih tiga jam.

4. Lakukan pemeriksaan berkala, paling tidak sebulan sekali dan jagalah agar ukuran tekanan ban mobil Anda selalu pada batasan yang proporsional. Sehingga mobil Anda siap untuk digunakan, jika sewaktu-waktu Anda butuhkan.

5. Uang koin bisa digunakan sebagai alat penunjuk bahwa ban mobil Anda telah gundul. Letakkan uang koin di tapak ban mobil Anda. Jika Anda bisa melihat seluruh gambar uang koin tersebut, maka saatnya bagi mobil Anda untuk ganti ban.

6. Jagalah ban mobil Anda dari lobang di jalan. Sebab lobang yang terlalu besar tak hanya bisa merusak ban mobil Anda, melainkan juga akan mengganggu keseimbangan atau balance dari ban mobil.

7. Buatlah jadwal. Pastikan Anda menukarkan ban mobil Anda antara yang di depan dengan yang di belakang tiap 6000 mil, agar menyeragamkan kondisi seluruh ban dan mempertahankan masa pakai ban lebih lama.

8. Jangan mengendarai mobil dengan ban yang tanpa penutup pentilnya. Mengemudikan mobil dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan kebocoran udara dari dalam ban dan bisa mengakibatkan ban kekurangan tekanan.

9. Periksalah keseimbangan atau balance dari ban mobil Anda secara periodik, untuk menghindari putaran ban yang tak stabil.

10. Perhitungkan bobot yang harus dimuat oleh mobil Anda. Jika muatan melebihi kapasitas maksimal dapat menimbulkan tekanan yang berlebih pada ban mobil Anda dan itu bisa sangat membahayakan.

MOBIL, TIPS N TRICK August 31st 2009