Modifikasi Ducati Desmosedici Jadi “Dirt Bike”

No Comments »
S

Habitat Ducati Desmosedici sudah sangat jelas. Petarung di lintasan balap. Tapi Roland Sands Design (RSD), studio modifikasi dari California, AS, rupanya tak begitu peduli soal itu. Moge asal Italia itu lantas dirombak dan dipaksa bermigrasi menjadi sepeda motor penggaruk tanah!

Jadilah seperti dalam foto, otot kekarnya semakin kentara. Bodi yang sebelumnya atletis, jadi cungkring meski tampak tetap gagah. RSD menamakan salah satu masterpiece itu sebagai Desmo Tracker. Sepeda motor yang legal digeber di jalanan, tapi juga tangguh diajak menjelajah, lahir dari trah sepeda motor balap. Meski keberadaannya misterius karena RSD menyembunyikannya sejak pertama dibangun pada 2011 atas permintaan seorang teman.
Dan kemarin (29/7), si Desmo Tracker muncul lagi, tapi di situs jual beli Ebay. Rupanya, pemilik terakhir sudah bosan dengan penampilannya, atau bisa jadi pailit. Ya, karena dengan keunikan yang berhasil ditorehkan RSD sangat disayangkan jika dijual. Sepeda motor yang pernah meraih penghargaan Performance Machine di AS itu sulit ditandingi karya lain, karena ini yang pertama.
RSD mempertahankan rangka utama. Lalu dibuat sub-frame sebagai penyangga jok belakang kustom, serta spakbor. Lengan ayun dibuat satu sisi dikombinasi tempat pelat nomor. Semua pembungkus mesin dihabisi dan dibiarkan telanjang. Lalu tangki bahan bakarnya dibentuk ulang dengan menginstal speedometer, dan pipa gas buang pakai bahan titanium FMF.
Kaki-kaki depan juga dirombak. Segitiga menggunakan Race Tech tapi dikustom lagi agar didapatkan posisi garpu yang ideal untuk model trail. Ban asli dicopot diganti 19 inci dengan spesifikasi penggaruk tanah. Peranti rem dari Brembo, suspensi dipasok Ohlins.
Tidak ada modifikasi mesin untuk kendaraan ini, pun demikian dengan peranti elektronik. Karena memang masih dirasa sangat galak. Kapasitas silinder 989 cc yang dapat menyemburkan tenaga 197 PS dan torsi 116 Nm sudah cukup untuk diajak ke berbagai kondisi jalan. Torsi besar buat nanjak, sementara tenaganya untuk ”narik-narik”.
Kini, si Desmo Tracker sudah dipajang dan menanti pembeli. Patokan pertamanya 50.000 Dollar AS atau setara Rp 513-an juta dan akan terus menanjak hingga penawar tertinggi.
MODIFIKASI, MOTOR, OTO NEWS September 9th 2013

Ducati Monster Asal Jepang

No Comments »

Ducati Monster memang masih menjadi superbike idaman para bikers, termasuk seperti Monster asal Kalimantan yang bilcyber temukan pada Jumat (10/2/2012) siang. Jika ia melesat di jalan raya, orang pasti mengira itu sepeda motor asal Italia. Sebab, lewat potongan bodi yang gemuk di depan serta ramping di buritan merupakan gaya khas street fighter.

Tapi tunggu dulu, ada yang aneh terlihat di bagian blok mesin! Wow, setelah dicermati, ini bukan Ducati, melainkan Honda Tiger.

Perombakan besar-besaran yang dilakukan Ari, sang pemilik motor sekaligus juga bengkel modifikasi Baru Motor Sport, Palmerah, Jakarta Barat, ini mendekati sempurna. Dipilihnya aliran moge asal negeri piza itu tak lain untuk memenuhi angan-angannya bisa memiliki motor Eropa tersebut.

“Dominasi spare part saya ganti punya Ducati 848, seperti kopling hidrolik dan kaki-kaki. Kecuali monoshock dari Ducati 844 sama shock depan punya Yamaha R6,” jelas Ari.

Namun, modifikasi ini tidak semuanya mengikuti gaya Ducati. Lihat model tangki bahan bakar, Ari terinspirasi Cagiva Mito. Penambahan serat karbon di tangki, bodi belakang, dan pelindung mesin dilakukan untuk menguatkan kesan sport. “Tujuan saya mengubah motor ini bukan hanya pada gaya, sekalian tenaga juga didongkrak dengan melakukan bore-up jadi 265 cc,” papar Ari.

Dinaikkannya kapasitas mesin bukan tanpa alasan. Pasalnya, kedua roda sudah tidak standar, seperti belakang menggunakan ukuran 180/55-17 dan depan 120/70-17. Melalui penambahan tenaga akselerasi akan berimbang.

Terakhir, BMS memodifikasi rangka dan knalpot semirip mungkin dengan Ducati. Lalu, setang Renthal Twin Wall membuat penunggang diposisikan tegap, layaknya mengendarai motor besar. “Sejauh ini sih puas sama modifikasinya dan mudah-mudahan setelah ini bisa dapat Ducati beneran,” canda Ari.

MODIFIKASI, MOTOR, Uncategorized April 2nd 2012

Panigale 1199, Superbike Ducati Tercanggih

No Comments »
Ducati Panigale 1199 2012 yang tampil di ajang EICMA, Milan, beberapa waktu lalu menjadi bintang pameran dan oleh panitia dinobatkan sebagai “Most Beautiful Bike of Show”. Sepeda motor jenis superbike ini meraih 53,4 persen suara dari 13.800 pengunjung yang dilakukan oleh publikasi sepeda motor Italia. Tempat kedua direbut NV Agusta F3 (17%) dan Husqvarna Nuda 900R (3%).
“Tanpa diragukan lagi, Panigale merupakan proyek paling ambisius di Ducati. Ini motor gaya Italia murni, di mana poin utamanya dititikberatkan pada performa dan ditingkatkannya keselematan pengendara,” sebut Presiden Ducati Gabriele Del Torchio saat peluncuran di pameran EICMA.
Ducati Panigale 1199, memang pantas menyandang gelar tersebut. Pihak Ducati sendiri mengklaimnya sebagai superbike Ducati yang paling canggih. Mereka menyatakan siap berperang superbike mengandalkan tenaga yang besar 195 PS.
Sesungguhnya, bukan faktor tenaga saja kelebihan yang dipunyai Panigale. Motor ini memiliki “deretan” daftar elektronik tercanggih, yang bikin nyaman dan juga bisa menyelamatkan pengendara. Seperti ditekankan Torchio saat peluncuran bahwa dalam menggarap proyek ini, keunggulan rekayasa, emosi, dan aspek dari merek menyatu, sehingga menghasilkan suatu produk yang luar biasa.
Bayang, kecanggihan Panigale yang cuma roda dua setara dengan supercar Ferrari. Bayangkan, sistem gasnya sudah menganut Ride-by-Wire. Gejala slip akibat tenaga yang berlebihan sudah diredam oleh perangkat kontrol traksi (Ducati Traction Control). Tak cuma itu, suspensi pun sudah elektronik (Ducati Electronic Suspension=DES) serta Engine Brake Control (EBC).
“Setumpuk” teknologi canggih tersebut untuk menjinakkan tenaga 195 PS yang dimuntahkan dari mesin baru Superquadro silinder kembar yang teronggok di sasis monokok. Di sini Ducati coba menjauh dari tradisinya dengan ciri khas sasis model teralis. Menariknya lagi, airbox menyatu ke dalam frame, sehingga membantu mengurangi bobot dengan lengan ayun dari aluminium yang 39 mm lebih panjang dari model 1198.
Ketika di EICMA kemarin, Ducati juga memajang dua saudara Panigale lainnya, yakni Panigale 1199 S dan Panigale 1199 S “Tricolore” (tiga warna). Makanya, pada varian terakhir ini terdapat kelir merah hijau dan putih yang menguatkan kalau buatan Italia.

Ducati Panigale 1199 2012 yang tampil di ajang EICMA, Milan, beberapa waktu lalu menjadi bintang pameran dan oleh panitia dinobatkan sebagai “Most Beautiful Bike of Show”. Sepeda motor jenis superbike ini meraih 53,4 persen suara dari 13.800 pengunjung yang dilakukan oleh publikasi sepeda motor Italia. Tempat kedua direbut NV Agusta F3 (17%) dan Husqvarna Nuda 900R (3%).

“Tanpa diragukan lagi, Panigale merupakan proyek paling ambisius di Ducati. Ini motor gaya Italia murni, di mana poin utamanya dititikberatkan pada performa dan ditingkatkannya keselematan pengendara,” sebut Presiden Ducati Gabriele Del Torchio saat peluncuran di pameran EICMA.

Ducati Panigale 1199, memang pantas menyandang gelar tersebut. Pihak Ducati sendiri mengklaimnya sebagai superbike Ducati yang paling canggih. Mereka menyatakan siap berperang superbike mengandalkan tenaga yang besar 195 PS.

Sesungguhnya, bukan faktor tenaga saja kelebihan yang dipunyai Panigale. Motor ini memiliki “deretan” daftar elektronik tercanggih, yang bikin nyaman dan juga bisa menyelamatkan pengendara. Seperti ditekankan Torchio saat peluncuran bahwa dalam menggarap proyek ini, keunggulan rekayasa, emosi, dan aspek dari merek menyatu, sehingga menghasilkan suatu produk yang luar biasa.

Bayang, kecanggihan Panigale yang cuma roda dua setara dengan supercar Ferrari. Bayangkan, sistem gasnya sudah menganut Ride-by-Wire. Gejala slip akibat tenaga yang berlebihan sudah diredam oleh perangkat kontrol traksi (Ducati Traction Control). Tak cuma itu, suspensi pun sudah elektronik (Ducati Electronic Suspension=DES) serta Engine Brake Control (EBC).

“Setumpuk” teknologi canggih tersebut untuk menjinakkan tenaga 195 PS yang dimuntahkan dari mesin baru Superquadro silinder kembar yang teronggok di sasis monokok. Di sini Ducati coba menjauh dari tradisinya dengan ciri khas sasis model teralis. Menariknya lagi, airbox menyatu ke dalam frame, sehingga membantu mengurangi bobot dengan lengan ayun dari aluminium yang 39 mm lebih panjang dari model 1198.

Ketika di EICMA kemarin, Ducati juga memajang dua saudara Panigale lainnya, yakni Panigale 1199 S dan Panigale 1199 S “Tricolore” (tiga warna). Makanya, pada varian terakhir ini terdapat kelir merah hijau dan putih yang menguatkan kalau buatan Italia.

MOTOR, OTO NEWS November 23rd 2011

Modifikasi Ducati Extrem

No Comments »

Banyak motor custom yang usianya pendek karena termakan tren. Namun, apa yang dibuat Robert Steffano ini lumayan awet menurut sebagian orang. Motor ini dinamai Ducati Cafe9 dan kerap diapresiasi dengan baik karena tampilannya yang lebih dari sekadar beda.

Steffano membangunnya di atas motor Ducati 999 yang ditransformasikan menjadi motor cafe racer abad ke-21. Tenaganya lumayan, 140 bhp dengan torsi 80 ft lb. Sementara itu, sasisnya dirombak dan diganti dengan bahan serat karbon sehingga bobotnya terpangkas sekitar 9 kg dari aslinya.

Bentuk yang ajaib ada di bagian ujung-ujung motor tersebut, yaitu dibatok lampu dan windshield, serta di knalpotnya. Rupa batok motor itu tidak umum. Windshield-nya hampir setengah memperlihatkan organ dalam spidometer dan ruang lampu depan atas. Lampunya pun ada dua, dengan susunan atas-bawah.

Pindah ke belakang, knalpotnya pun membuat orang main tebak-tebakan. Pasalnya, bagian itu tidak langsung mudah diterka, kecuali motor menderu dan asap keluar dari sana. Dengan pipa yang lekukan di sudut tengahnya nyaris 90 derajat, sebuah ujung knalpot besar mendominasi bagian buritan. Knalpot itu pun bahkan sekaligus menjadi buritan pada bodi motor.

Dengan garapan naked bike, tetapi tertata rapi, Steffano yang mengelola rumah modifikasi Kosman Specialties di Windsor, California, AS, ini menggarap motor tersebut secara presisi sehingga dikategorikan layak tampil di museum. Bahkan, Ducati “mengundang” motor ini untuk tampil dalam ajang prestisius Goodwood Festival of Speed di Inggris.

MODIFIKASI, MOTOR November 3rd 2011

RAD02 Corsa EVO ala Radical Ducati

No Comments »
detail berita

F: Radical Ducati (autoevolution)

MADRID – Modifikator Spanyol Radical Ducati tidak pernah gagal tampil mengesankan saat memodifikasi Ducati. Radical Ducati mampu mencuri perhatian dengan Pursang RAD02, kombinasi menarik antara supermoto, streetfighter dan cafe racer. Kemudian hadir lagi dengan Monster Raceric custom.

Kali ini, mereka kembali menarik penggemar segmen sportbike. Proyek terbaru mereka ini dijuluki RAD02 Corsa, dengan makna moniker 02 yang sangat cocok untuk balapan atau motor trek yang bisa digunakan harian.

Corsa RAD02 dilengkapi dengan frame aluminium 4,2 kg custom, subframe dan swingarm disertai dengan mencocokkan bagian-bagian secara struktural. Modal power motor ini diambil dari motor Corsa Evo 1100. Bagian dari Corsa asli tetap digunakan, termasuk kursi one-piece dan buritan untuk mengurangi berat, sebuah subframe belakang lebih ringan dan fairing depan yang didesain ulang.

Jok single telah desain oleh desainer Spanyol Carlos Beltran. Sementara fairing motor karya dari Dragon TT. Pada dasarnya, satu-satunya kesamaan dengan Corsa sebelumnya adalah tangki bahan bakar. Ducati Radical mengatakan terlalu sempurna untuk diubah.

Komponen bentuk motor RAD02 Corsa baru bisa dilihat dalam gambar. Sayangnya, Radical Ducati belum memberikan selembar spesifikasi penuh dari mesin ini motor super ini.

MODIFIKASI, MOTOR September 21st 2011

Wow Ducati 1098R dari Jepang

No Comments »

MOTOR PLUS/RUDI

Gambar yang Anda lihat ini Ducati 1098R buatan Jepang? Kaget, kan? Sejak kapan Negeri Matahari dapat lisensi boleh memproduksi moge asal Italia tersebut!

Terus terang, sepeda motor ini terlahir dengan nama Yamaha Scorpio pada 2007. Berkat tangan terampil Agus Salim dari rumah modifikasi Evolution Motor Sport (EMS) di Pontianak (Kalimantan Barat), sepeda motor jenis sport itu berubah bentuk jadi moge asal Negeri Piza.

“Kebetulan punya limbah Ducati 1098R 2010 dari Amerika dan sangat eksklusif, maka saya pakai di Scorpio,” ucap Agus yang dikenal sebagai pedagang limbah di Kota Khatulistiwa.

Untuk memasang kaki-kaki, menurut Agus, hal itu tidaklah susah karena seluruh rangka dibuat ulang. Dengan begitu, pemasangan pro-arm bisa langsung disesuaikan. “Kalau masih rangka asli, (kita akan) sibuk mengepaskan pegangan arm.”

Agar bentuk rangka yang dibikin Agus, terutama subframe belakang, menjadi panjang dan memiliki dimensi sama dengan aslinya, ia mencarinya lewat internet. Hasilnya, duplikat bikinannya sama persis dengan Ducati 1098R.

Sementara itu, badan motor copy paste dari Ducati. “Masa kaki Ducati, tapi body-nya merek lain. Supaya benar-benar berkesan balap, model yang ditiru memang versi balap,” kekehnya.

Cara pemasangan komponen pada Scorpio ini dilakukan Agus mengikuti 1098R, yakni steering dumper. Katanya, ia memakai perangkat Hayabusa 1.300. Kalau aslinya dipasang di bagian segitiga bawah upside down, maka steering damper pada Ducati yang asli itu sebetulnya berada di atas segitiga atas. “Sesuai konsep aslinya, jadi harus dipasang di atas dengan memodifikasi,” papar Agus.

Yang menarik, Agus melengkapi modifikasinya itu dengan memasangkan kamera kecil di ujung buritan atas. Hasilnya seperti tunggangan pebalap Troy Bayliss di arena balap kejuaraan dunia Superbike.

MODIFIKASI, MOTOR February 17th 2011

Ducati Pamer New cEVO 1100 di IMS New York

No Comments »

(foto: IST)
NEW YORK- Lagi, Ducati akan meluncurkan produk teranyarnya yaitu Ducati Monster EVO 1100. Sebagai model perdananya di awal 2012.

Sebagai tahap awal, Ducati akan memamerkan produk terbarunya di  International Motor Show (IMS), New York, yang akan di lakasanakan 21-23 Januari 2011 nanti.

Kali ini Ducati, dengan Ducati Monsternya akan menjual model terbaiknya. Ducati Monster EVO 1100 akan dilengkapi dengan mesin Desmodue Evoluzione yang menghasilkan 100 tenaga kuda.

The Monster EVO 1100 menggunakan mesin yang tetap stabil, karena menggunakan pendinginan yang lebih baik. Dibandingkan dengan produk sebelumnya 1100 cc twin-cylinder air-cooled L-Desmodromic, unit ini memiliki putaran torsi yang tinggi.

Seperti yang di kutip autoevolution, Rabu (19/01/2011) Ducati Monster 1100 EVO juga menandai kedatangan teknologi terbarunya “Ducati Safety Pack”, kombinasi sederhana dari  kontrol traksi dan rem ABS dirancang untuk membantu keamanan si pengendara.

The Monster 1100 EVO dengan fitur kopling basah terbaru dari APTC yang menjamin pengoperasi yang halus dan dapat berumur panjang.

Selain itu, mekanisme self-servo progresif dan membuat Monster lebih praktis saat digunakan di kemacetan.

Monster 1100 EVO dijadwalkan akan di pasarkan pada musim panas mendatang, sebesar $ 11.995 atau berkisar Rp.109.000.000,-.

MOTOR, OTO NEWS January 31st 2011

Tips membeli ducati 2nd hand – on the bike

1 Comment »

Test Ride ducati dibutuhkan tempat luas dan sepi untuk menguji kondisi motor dengan maksimal

Langkah 4 : Test Ride (on the bike)

Jangankan membeli motor 2nd hand, motor baru pun seyogyanya kita melakukan test ride. Alias mencoba motor tersebut. Namun seringkali kita salah kaprah dalam melakukan test ride karena hanya melakukan sedikit putar-putar pada kecepatan rendah. padahal seharusnya ada beberapa tahapan test ride. Namun di tidak adasalahnya demi kenyamanan bersama test ride dilakukan bersama sang empunya motor dengan cara memboncengnya. Berikut tahapan test ride

  1. Berjalan Normal : Ini hal paling dasar dalam test ride. Menjalankan motor di kecepatan rendah mengitari rute (komplek perumahan atau lahan parkir) yang patut diperhatikan adalah kemudahan motor untuk dinetralkan. pasalnya teset ride ini motor hanya menggunakan gigi 1 , 2 dan 3.
  2. Test Cepat : ini digunakan untuk mengetes mesin dan kestabilan motor. Lakukan di jalan raya, tidak masalah bila sang empunya mengizinkan atau ingin ikut di bonceng. Upayakan mencapai kecepatan 140 km/jam dan motor berada di gigi 4. Lakukan pemindahan gigi pada 6.500 – 7.000 rpm. Getaran cukup terasa namun seharusnya tidak terjadi miss gear.
  3. Test Suspensi dan sasis : Dilakukan di saat yang sama. Test suspensi bukan berarti mengerem, namun justru dilakukan di kecepatan 60-80 km/jam dengan cara menikung cepat kanan kiri dan berjalan zigzag . Apakah terjadi getaran berlebih atau under steer ataupun oversteer berlebih. Ducati dengan rake yang buruk umumnya cenderung oversteer.
  4. Tempratur Mesin : Pada pemakaian normal di jalan umum kondisi macet (20-30 menit), ducati yang menggunakan radiator akan berada pada suhu mesin optimal 100 – 104 derajat celcius. tidak lebih, sedang Ducati yang memakai pendinginan udara atau oil cooler akan berada pada suhu 105-120. Saat motor melaju dari kemacetan maka suhu motor akan turun sekitar 3-5 derajat akibat angin yang memberi pendinginan  ke mesin. Jika melebihi berarti ada masalah pada sistem pendingian. Motor yang menggunakan radiator – kipas radiator akan menyala pada suhu 100 derajat.

Perhatikan indikator dan suara motor dengan seksama, tidak cuma mesin namun keseluruhan, ajak teman yang paham mesin motor besar

Langkah 5 : Test Bike (on the bike)

Dilakukan secara statis untuk menguji motor. Umumnya Ducati generasi baru alias keluaran tahun 2003 ke atas yang telah dilengkapi imobilizer memiliki sistem elektronik yang berbeda. Kesemuanya bisa di cek lewat speedometer. Nah dalam hal ini perlu di cek dengan seksama berikut hal yang patut di perhatikan

  1. Stop Kontak  on-off : Saat motor pertama di kontak speedo meter akan menyala dan akan terlihat tulisan type motor di LCD berikut kapasitas mesinya. Di saat yang sama akan terdengar suara “rrr” yang keluar dari fuel pump. Untuk tipe monster M620 ke atas secara bersamaan ketika dihidupkan jarum speedometer dan tackometer akan naik dari posisi 0 hingga maksimum dengan halus, kemudian kembali ke posisi netral.
  2. Indikator : Lampu merah “oil” akan menyala bersamaan dengan tanda gigi netral warna hijau. Pastikan lampu kuning “check engine” tidak menyala
  3. Langsam : Motor yang sehat memiliki langsam (putaran rpm statis) di 1.500 rpm dan tidak naik turun. Apa bila di gas akan naik dengan spontan dan ketika ditutup akan turun pula ke posisi langsam.
  4. Hembusan Knalpot : pastikan hembusan angin knalpot kanan dan kiri sama, jika tidak ada kemungkinan mesin motor pincang.
  5. Suara mesin : Ketika di starter, ada sedikit suara “krak” dan itu normal, namun  pastikan pada saat mesin di gas tidak muncul suara “krak” atau “tak” melainkan hanya suara mesin ketika langsam dengan ritme dipercepat !
  6. Suara Velg, Rem dan Rantai : Dorong motor maju mudur. Pastikan motor bisa didorong dengan ringan. Bila ada suara “krak” pada ban, bisa saja dikarenakan pelor pada velg bermasalah, jika terdengar suara “srek” atau gesekan pada velg artinya bisa saja posisi kampas rem tidak rata. Rantai tidak boleh bersuara dan dengan ketegangan normal
  7. Kopling : Berbeda dengan motor kebanyakan, Ducati menggunakan kopling Pneaumatic bukan tali. Dalam kondisi mesin hidup dengan posisi motor berhenti, motor harus mudah dinetralkan. Pastikan tidak ada kebocoran pada oil resevoir atas dan pada bagian bawah sebelah kiri.
  8. Aki : Saat mati, indikator aki akan menunjukan 12v, ketika motor dihidupkan indikator harus menunjukan angka 13.8 – 14.2v dengan spontan, jika tidak artinya aki motor bermasalah
  9. Rem dan Sein : Pastikan lampu rem menyala ketika rem depan dan belakang di itekan berbarengan dan sendir sendiri. Lampu sein depan dan belakang menyala dengan irama blip yang normal.
  10. Oli mesin, Rem dan Kopling : Perhatikan ketinggian oli mesin , bisa dilihat pada sisi kanan bawah blok mesin. Untuk rem dan kopling bisa dilihat pada resevoirnya.
  11. Ban : Ban motor yang baik adalah ban yang berusia dibawah 4 tahun. Kode produksi ban bisa dilihat di sisi kanan ban contoh H289 2109 dan dua digit terakhir merupakan tahun produksi ban. Ban yang layak jalan terbilang cukup empuk, ketika ditekan dengan kuku akan membekas. Ukuran ban standar Ducati untuk belakang adalah 160/60 x 17 dan depan tidak lebih kecil dari 110/70 x 17  untuk varian monster. Untuk varian lain adalah minimal 180/55 x 17 dan 110-120/60 x 17.
  12. Rem : Sulit mengecek ketebalan kampas rem tanpa bantuan mekanik, tapi pastikan setiap rem depan ducati memiliki masing masin satu selang yang kemudian bergabung bersama menuju master kopling dengan format 2 – 2 bukan 2 – 1 karena jika demikian ada kemungkinan rem tersebut merupakan tambahan. Khusunya untuk tipe monster M400 dan M600 hanya dilenkapi 1 rem cakram. Tetapi rem standar Ducati adalah Brembo.

Selamat Berburu Ducati 2nd Hand :D jangan lupa bergabunglah bersama DDOCI !!! :D

Sumber : http://ddoci.wordpress.com

MOTOR, TIPS N TRICK October 11th 2010

2009 Ducati Superbike 1198 Wallpapers

No Comments »

http://www.motorcycle-usa.com/PhotoGallerys/2009-Ducati-1198-6.jpg
2009 Ducati Superbike 1198 silver color Wallpapers

http://farm4.static.flickr.com/3394/3217626540_7ab0d977dc.jpg
2009 Ducati Superbike 1198 black 1024 x 768 Wallpapers

http://www.melillimoto.com/store/images/1198s.jpg
2009 Ducati Superbike 1198 motor sport Wallpapers

The 2009 Ducati Superbike 1198 cool motor sport Wallpapers

MODIFIKASI, MOTOR September 10th 2009

DUCATI 999 2008 MODIFICATION

2 Comments »
DUCATI 999 2008 MODIFICATION PICTURE

DUCATI 999 2008 SPECIFICATION MODIFICATION:

Custom Body : N/A
Custom Duck Tail : N/A
Custom Rear Body : N/A
Body Paint : Ferrari Red (Spies Hecker)
Custom Paint Interior : OEM
Custom Cutting Sticker & Stripping Varing : N/A
Seat : Leather Black Colour
Rear Hugger : Carbon cevlar

Bore Up : (Type: L twin cylinder, 4 valve Testastretta Desmodromic, liquid cooled) (Bore and stroke: 100 x 63.5 mm) (Compression Ratio: 11.4:1) (Power: 103 kW – 140 HP @ 9750 rpm) (Torque: 109 Nm – 11.1 Kgm @ 8000 rpm) (Displacement: 998 cc) (Fuel injection : Marelli Electronic Fuel Injection, 54 mm throttle body )
Porting Polished : N/A
CVT : N/A
Muffler : Exhaust: Single steel muffler, with catalytic converter
Air Filter : Emissions: Euro 2
Coil : OEM
Plugs : OEM
Cable Plugs : OEM
Camshaft : OEM
Carburator : N/A
Filter Carburator : N/A
Spuyer : N/A
CDI : OEM
Piston : Magnetti Marelli
Roller : N/A
Cover CVT : N/A
Cover Belt : N/A

Front Wheel : OEM (Silver Titanium colour) spoke Y light alloy 4.9 in / 125 mm
Rear Wheel : OEM (Silver Titanium colour) spoke Y light alloy 3.50 x 17
Front Tromol : OEM (Silver Titanium colour)
Rear Tromol : OEM (Silver Titanium colour)
Front Tyre : Bridgestone Battlax 120/70 ZR 17
Rear Tyre : Bridgestone Battlax 190/50 ZR 17
Front ShockBreaker : Showa 43mm fully adjustable upside-down fork with TiN
Rear Shockbreaker : Progressive linkage with fully adjustable Showa monoshock
Rear Per : Progressive linkage with fully adjustable Showa monoshock
Brake Master : (Front Brake: 2 x 320 mm semi-floating discs, 4-piston 4-pad caliper) (240 mm disc, 2-piston caliper)
Disc Plate : Brembo
Front SpackBoard : OEM
Rear SpackBoard : OEM

Brake Handle : OEM (Silver Titanium colour)
Front Lamp : OEM
Rear Lamp : OEM
Lamp : OEM
Hand Grip : OEM
Fuel Indicator : Magnetti Marelli Accesories
Rear Bracket : N/A
Deck : N/A
Steer : Magnetti Marelli Accesories
Mirror : Magnetti Marelli Accesories
Front Carrier : N/A
Rear Carrier : N/A
Spidometer : Magnetti Marelli Accesories
Rubber Set : N/A
Horn : Magnetti Marelli Accesories
Mudflap : N/A
Flyscreen : N/A
Mudguard Chest (lapis emas 18 karat) : N/A
Tachometer : Magnetti Marelli Accesories
Front Sein : Magnetti Marelli Accesories
Rear Sein : Magnetti Marelli Accesories
Side Sein : Magnetti Marelli Accesories

MODIFIKASI, MOTOR September 10th 2009