
Di penghujung tahun lalu, produksi dan penjualan Kawasaki terganggu karena banjir Thailand. Kini, pada tahun Naga Air, Si “Ijo” kembali bergairah dan telah menyiapkan 4 model baru untuk untuk memenuhi keinginan penggemarnya.

Di penghujung tahun lalu, produksi dan penjualan Kawasaki terganggu karena banjir Thailand. Kini, pada tahun Naga Air, Si “Ijo” kembali bergairah dan telah menyiapkan 4 model baru untuk untuk memenuhi keinginan penggemarnya.

Kurang puas pada tampilan bawaan pabrik membuat tangan Wibowo gatal untuk segera mengubah Kawasaki Ninja 250R miliknya. Pria yang tinggal di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang sangat menggandrungi hobi balap ini otomatis memengaruhi acuan gaya modifikasinya.
“Sebenarnya saya suka motor dengan tampilan besar dan gagah serta menampilkan corak yang sporty. Kira-kira seperti gaya motor balap MotoGP atau Superbike,” papar Bowo, panggilan akrabnya. Meski demikian, ia tak langsung menjiplak murni tampilan motor balap yang ada, melainkan menciptakan sendiri sesuai imajinasi kesukaannya.
Aldi dipercaya mengaplikasikan cutting sticker di motornya sesuai dengan keinginan. Logo Givi pada fairing bukan karena disponsori produsen boks sepeda motor di Indonesia itu, melainkan kesenangannya pada produk-produk penunjang lain dari produk asal Italia.
Untuk menghadirkan kesan kokoh, komponen bawaan pabrik tak semerta-merta langsung diganti dan hanya dilakukan pada sektor kaki. Seperti velg standar ditukar ukuran lebih besar menggunakan produk V-Rosi dengan lebar 3 inci depan dan 4,5 inci belakang. Sementara lebar karet bundar disesuaikan dengan ukuran arm belakang agar tak mentok di sisi bagian dalamnya.
Beberapa aksesori pendukung ikut menghias tampilan seperti tutup tabung sokbreker depan DBS, spakbor depan ZX600, lampu HID, windshield, undertail, underclow, dan pijakan kaki NUI. Agar lebih sporty, sektor pengendali ikut dimodifikasi seperti stang clip-on serta jalu merek KTC, stabilizer stang, dan segitiga NUI.
Sistem pengereman juga turut disempurnakan agar lebih pakem dengan master rem depan Brembo dan selang rem depan-belakang TDR. Sementara kopling menggunakan sistem hidrolik KTC agar lebih empuk dan responsif saat ganti gigi.
Mesin sepertinya masih belum terlalu diperhatikan Bowo karena pemuda subur ini hanya mengganti knalpot R9 Motegi dan melakukan seting jet karburator saja. “Sektor mesin jadi proyek ke depannya,” ujar Bowo yang sudah menghabiskan dana Rp 20 juta lebih untuk modifikasi. Waktu yang dihabiskan untuk “meracik” tampilan ini pun cukup lama, sekitar 6 bulan. “Yah saya modifnya santai tapi kontinu, setiap bulan pasti ada yang diganti,” ujar Bowo.

Namanya memang mirip Kawasaki jika dibaca cepat. Cabbie selaku pembuat sekaligus pemilik motor memelesetkan namanya setelah motor nungging bergaya streetfighter ini punya organ hasil cangkokan dari berbagai merek. Mesinnya memang dari Kawasaki, tetapi sisanya dari Suzuki, Yamaha, sampai Aprilia.
Cabbie yang asal London, Inggris, rupanya jatuh hati pada motor dragrace bermesin Kawasaki tiga silinder produk tahun 1970-an (di sana disebut “Triples”). Dengan kapasitas total 750 cc, motornya bahkan kerap diadu dengan “muscle car” semacam Plymouth Hemi Cuda pada masa jayanya. Cabbie menunjukkan mesin mencatatkan waktu 9,38 detik untuk melibas jalur 402 meter saat dragrace.
Dia memasangkan mesin 750 cc itu ke rangka Suzuki GSXR 400 plus lengan ayun Aprilia dan bagian tambahan dari Yamaha YZF R6 di kaki belakang. Cabbie lalu terpaksa membuat bagian custom seperti segitiga hingga adaptor untuk roda karena dudukan masing-masing merek berbeda.
Mesinnya dipasangi tiga karburator Mikuni 38 mm, menghasilkan angka 295 lbs dengan tenaga 135 RWHP (rear wheel horsepower). Ia lantas memadukan suspensi FireFox dan Ohlins plus velg Dymags plus ban baru hasil peruntungan berburu di eBay.
Kawasaki jadi-jadian ini pun akhirnya memenangkan penghargaan Best in Show Streetfighters 2011 dalam acara Ace Cafe Streetfighter & Stunt Festival 2011 di London, Inggris.
Tampilan sarat dengan aura sporti
Tampilan Kawasaki Ninja 250 R milik Seto ini memang sosok motor sport yang gagah. Apalagi, jika diamati dari dekat, hampir seluruh bodi sudah menggunakan bahan serat karbon.
“Penggunaan serat karbon supaya tampilan motor bergaya balap sesuai dengan hobi,” ujar Seto yang saat ini memanajeri salah satu tim balap di Sentul. Kecuali fairing, katanya, semua bagian sudah diganti dengan serat karbon seperti tangki dan ruang mesin. “Kalau fairing diganti pakai bahan karbon, kelihatannya kurang bagus. Kayak siluman ular, nantinya,” kelakar pria dari Bambu Apus ini.
Biasanya, motor balap, punya ciri memiliki kesan sporti dan terlihat kokoh. Untuk kepentingan tersebut sokbreker depan diganti dengan model up setdown produk Suzuki GSX 600. Pelek dan ban standar disingkirkan dan dipasang yang ukuran 120/60 R17 depan dan 180/55 R17 belakang. Akibat lebarnya tapak ban tersebut, arm bawaan pabrik harus dipensiunkan dan ditukar dengan buatan Delkevic.
Sektor penghasil tenaga dirombak ringan untuk mendapatkan performa yang lebih mantap. Beberapa komponen peningkat performa menempel di ruang mesin seperti filter KNN, CDI BRT Imax Super Pro 50 step, Akrapovic carbon slip dan header Two Brother. Sedangkan jeroan karburator di setting ulang dengan menggunakan jeting pilot 40 dan main jet 105. “Settingan seperti itu sangat pas untuk motor yang sudah memakai open filter dan knalpot racing,” papar pria berkacamata ini.
Sedangkan untuk mendapatkan respon yang cepat saat mengoper gigi, Seto menggunakan kopling hidrolik RCS 16. “Kopling ini jarang yang pakai karena kerap digunakan Ducati. Kelebihan lainnya, kita enggak perlu khawatir mengalami putus kabel kopling,” tambahnya.
Untuk menghentikan laju motor dengan baik, sistem rem sudah di up-grade dengan produk Brembo seperti pada master rem depan-belakang dan kaliper belakang. Untuk kaliper depan menggunakan merek Tokico, sedangkan selang rem dari HELL.
Oprekan modifikasi yang dilakukan Seto secara keseluruhan ternyata telah merogoh kocek cukup besar. “Lumayanlah hampir seharga Ninja baru,” tutupnya.
Kuala Lumpur – Melihat tampilan Kawasaki Er-6n memang agak pangling. Desainnya harus diakui lebih ‘fresh’ ketimbang versi lawasnya. Walau mesinnya tidak mengalami perubahan, namun bentuknya lebih ciamik.
Juragan ROndO bersyukur bisa mencoba baik Kawasaki Er-6n ataupun Kawasaki Versys alias Er-6n versi touring.
Yang cukup menarik adalah ada juga versi ABS dari model Er6n ini. Juragan sudah pernah mencoba motor versi lawasnya. Mentok di 210 km/jam dimana akselerasi low dan midnya cukup responsif banget.

Desain dari depan, samping dan buritan memang apiiik tenan dan di negeri jiran motor ini dibanderol sekitar 33 ribu ringgit Malaysia alias Rp 100 juta.
Jika direncanakan product ini masuk ke Indonesia, memang secara harga pasti head-to-head dengan berbagai kompetitor seperti Suzuki dengan GSR-nya ataupun Ducati dengan Monsternya.
Apa yang akan terjadi jika Kawasaki memasukkan dari Negeri Jiran? Lha wong sesama negara ASEAN khan bebas bea masuk pasti akan terjadi persaingan yang cukup seru. Kembali semuanya terserah konsume mau pilih yang mana?

bicara modif motor memang gak bakal habis-habis. Apalagi sekarang pasar motor di Indionesia semakin rame dan motor baru pun berkeliaran ada dimana-mana. Huh.. pusing sendiri kalau mau menghitung jumlah motor! Banyak banget!
Masalahnya dimana sih bengkel atau toko asesories yang enak diajak konsultasi soal modif buat besutan motor sport racing Ninja 250R?“Tinggal bilang aja, seleranya mau seperti apa, kita pasti bisa kerjakan. Memang sih, sekarang-sekarang ini modif besutan Kawasaki Ninja250R lagi rame, biar kata harga motor sudah 50 juta, tapi banyak koq pemiliknya yang minta dimodif dan motor diminta tambah kenceng lagi. Kita sih bisa layani, tapi saya selalu ingatkan konsumen soal Safety Riding karena motor ini punya power besar dan jangan asal-asalan dalam hal modif,” ujar Ko Asan yang sementara lagi melayani konsumen Ninja 250R dan ia pun sudah sering nongol di tabloid terkenal dengan motor modif hasil karyanya.
Bicara soal harga, Ko Asan hanya tersenyum lebar, tapi yang pasti biar tokonya tidak terlalu besar, tapi soal harga memang sangat bersaing dibandingkan dengan toko tetangga yang kelihatan lebih besar.




KAWASAKI NINJA 250 R SPECIFICATION OF MODIFICATION DETAIL:
Owner : Hanantyo
Body work : SAS Body work
Specification :
Body
- Color “Candy Purple gold pearl” + Pernis by (Sikkens)
- Cutting Sticker Custom
- Rear Hugger (Replica A-Tech)
- Seat “Black Color” (OEM)
Engine
- Muffler / Knalpot (R9 Racing Mugello)
- Air Filter (OEM)
- Plugs (NGK Irridium)
- Cable Plugs (OEM)
- CDI (OEM)
Legs (kaki-kaki)
- Arm Custom paint
- Front Whell (OEM 17” x 2.75) Gold color
- Rear Whell (OEM 17” x 3.50) Gold color
- Front Tromol (OEM)
- Rear Tromol (OEM)
- Front Tyre (Bridgestone Batlax) 120/60/17
- Rear Tyre (Bridgestone Batlax) 150/60/17
- Front ShockBreaker (OEM)
- Rear Shockbreaker (OEM)
- Rear Per (OEM)
- Brake Master (Brembo)
- Front Disc plate (Brembo)
- Rear Disc plate (OEM)
Accessories
- Spion (OEM)
- Handle Brake (OEM)
- Takometer Spidometer (OEM)
- Front Lamp (OEM)
- Rear Lamp (OEM)
- Lampu HID xenon “Front”
- Tank pad (Replica A-Tech)
Kawasaki KLX 150 Video :

Beberapa waktu detikoto telah mengumumkan sepuluh motor terbaik di dunia. Salah satu yang terbaik adalah Kawasaki ZZR1400.
Agar tetap mempertahankan posisi sebagai motor terbaik dunia, Kawasaki pun berencana untuk mengeluarkan versi terbaru ZZR1400 ini.
Seperti yang dilansir motorcyclenews.com, Selasa(15/3/2011), Kawasaki kabarnya akan meluncurkan versi terbaru dari Kawasaki ZZR1400 yang ultra-sophisticated beberapa hari lagi.
Kendaraan anyar versi terbaru dari Kawasaki ini, juga mengklaim bahwa ini ZZR1400 kali ini memiliki teknologi yang lebih baik bila dibandingkan dengan ZX-10R dan GTR1400.
Versi terbaru dari ZZR1400 ini juga akan mengadopsi sistem terbaru dari K-ARCT. Selain itu Motor sport ini juga memiliki sistem ABS K-TRC pada bagian sistem pengereman.
Kawasaki juga mengatakan bahwa versi terbaru ZZR1400, akan memiliki tenaga yang lebih baik pada putaran tengah dan akan memiliki suara yang halus pada putaran rendah atau awal.
Namun sayang, tidak dijelaskan lebih lanjut apa saja pembaruan yang Kawasaki lakukan pada motor anyarnya ini. Spesifikasi detail mengenai motor ini pun belum dapat terungkap.
Wah jadi semakin tidak sabar ingin melihatnya ya.