Modifikasi Honda CBR250R with Police Style

No Comments »

Beberapa kendaraan unik untuk kepolisian dipajang di International Security Expo 2013 di Pragati Maidan, New Delhi. Salah satu yang patut diberi perhatian adalah Honda CBR250R yang dimodifikasi sedemikan rupa menjadi tunggangan polisi.

”Reinkarnasi” line up 250cc Honda karya IJS Electronics yang berbasis di Okhla, India itu mengalami perombakan hampir di semua bagian. Motif dan warna kendaraan masih mengadopsi warna asli, yakni putih, merah, dan biru. Bedanya, terdapat stiker bertuliskan ”Police” pada fairing, tangki, hingga buritan.

Perubahan paling siginifikan adalah dalam penambahan aksesori. Lampu depan motor ini sudah pakai LED. Kerlip cahaya merah dan biru dari LED khas Polisi ada di bagian depan dan belakang. Khusus di buritan dipasang lampu sirine. Komponen ”walkie-talkie” tersemat pada setang, lengkap dengan megafon. Boks serbaguna ada di kanan-kiri untuk meletakkan barang bawaan polisi.

Monty Singh dari Grand IJS Electronics mengatakan kepada Indiansautoblog bahwa pihaknya menginstal peranti atraktif untuk membuat prorotipe ini. ”Kami mampu membangun 50 sepeda motor seperti ini dalam satu bulan jika ada pesanan,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk mempermudah pengoperasian lampu, tombol untuk menghidupkan dan mematikan lampu diletakkan bersebelahan dengan tombol engine stop. Lalu mikrofon dipasang terintegrasi dengan helm khusus untuk alasan keamanan dan kenyamanan.

Secara teknis, tidak ada yang berubah. Mesin masih sama, 250cc yang bisa memproduksi tenaga 26 PS dan torsi 23 Nm, berpasangan dengan girboks enam percepatan. Jika meluncur di jalanan, sepeda motor ini akan menjadi tunggangan polisi tercepat di India.

MODIFIKASI, MOTOR October 7th 2013

Modifikasi Ducati Desmosedici Jadi “Dirt Bike”

No Comments »
S

Habitat Ducati Desmosedici sudah sangat jelas. Petarung di lintasan balap. Tapi Roland Sands Design (RSD), studio modifikasi dari California, AS, rupanya tak begitu peduli soal itu. Moge asal Italia itu lantas dirombak dan dipaksa bermigrasi menjadi sepeda motor penggaruk tanah!

Jadilah seperti dalam foto, otot kekarnya semakin kentara. Bodi yang sebelumnya atletis, jadi cungkring meski tampak tetap gagah. RSD menamakan salah satu masterpiece itu sebagai Desmo Tracker. Sepeda motor yang legal digeber di jalanan, tapi juga tangguh diajak menjelajah, lahir dari trah sepeda motor balap. Meski keberadaannya misterius karena RSD menyembunyikannya sejak pertama dibangun pada 2011 atas permintaan seorang teman.
Dan kemarin (29/7), si Desmo Tracker muncul lagi, tapi di situs jual beli Ebay. Rupanya, pemilik terakhir sudah bosan dengan penampilannya, atau bisa jadi pailit. Ya, karena dengan keunikan yang berhasil ditorehkan RSD sangat disayangkan jika dijual. Sepeda motor yang pernah meraih penghargaan Performance Machine di AS itu sulit ditandingi karya lain, karena ini yang pertama.
RSD mempertahankan rangka utama. Lalu dibuat sub-frame sebagai penyangga jok belakang kustom, serta spakbor. Lengan ayun dibuat satu sisi dikombinasi tempat pelat nomor. Semua pembungkus mesin dihabisi dan dibiarkan telanjang. Lalu tangki bahan bakarnya dibentuk ulang dengan menginstal speedometer, dan pipa gas buang pakai bahan titanium FMF.
Kaki-kaki depan juga dirombak. Segitiga menggunakan Race Tech tapi dikustom lagi agar didapatkan posisi garpu yang ideal untuk model trail. Ban asli dicopot diganti 19 inci dengan spesifikasi penggaruk tanah. Peranti rem dari Brembo, suspensi dipasok Ohlins.
Tidak ada modifikasi mesin untuk kendaraan ini, pun demikian dengan peranti elektronik. Karena memang masih dirasa sangat galak. Kapasitas silinder 989 cc yang dapat menyemburkan tenaga 197 PS dan torsi 116 Nm sudah cukup untuk diajak ke berbagai kondisi jalan. Torsi besar buat nanjak, sementara tenaganya untuk ”narik-narik”.
Kini, si Desmo Tracker sudah dipajang dan menanti pembeli. Patokan pertamanya 50.000 Dollar AS atau setara Rp 513-an juta dan akan terus menanjak hingga penawar tertinggi.
MODIFIKASI, MOTOR, OTO NEWS September 9th 2013

Modifikasi Bajaj Pulsar Bertampang Gado-Gado

No Comments »

Bagi Simon Pohan, tampang Bajaj Pulsar 220 yang cukup gahar, dinilai belum bisa membuatnya puas. Imajinasi terus merangsang otaknya untuk segera melakukan operasi agar tunggangan sehari-harinya  itu tampil lebih berotot. Hasilnya,muka India hilang berganti dengan wajah moge gado-gado comotan empat merek sepeda motor!

Dibantu rumah modifikasi DJ Custom di  di Jalan  Jati Kramat Raya, Bekasi, Simon langsung menelanjangi semua penutup tubuh Pulsar.  Selanjutnya diberi  fairing kanan-kiri  hasil karya sendiri dengan  meniru lekukan Suzuki GSX-R600 yang seksi. Bodi belakang dan kondom tangki, diambil dari cetakan Ducati 1198S. Sementara sepatbor depan meniru gaya Kawasaki ZX-6R plus batok lampu depan mencontoh bentuk Honda CBR 600.

”Kalau begini orang pasti bertanya dan tidak akan mengenali wajah aslinya. Terserah orang nebak saja. Pastinya, bodi lebih besar, persis seperti keinginan dan imajiniasi saya,” tukas mahasiswa Universitas Guna Darma, Jakarta itu,

Bodi yang sudah terbentuk diwarnai. Tak mau repot, Simon tetap menonjolkan warna dasar merah agar tak mengubah STNK. Meski demikian, merah yang dipilih sedikit lebih gelap dan berunsur glitter sehingga menimbulkan efek bling-bling bila terkena sinar matahari. Kombinasi grafis silver dan putih sedikit ditumpahkan pada fairing agar tak monoton.

Ganti ban
Selebihnya, aksesori berbicara. Untuk membuat seperti moge beneran, ban diganti dengan ukuran lebih besar, dipasangkan dengan pelek bawaan pabrik. Ban depan menggunakan MRF 90/80-17 dan belakang 120/80-17. Sedangkan lengan ayun masih mengandalkan aslinya.

Setang diganti dengan model jepit merek NUI, sementara panel meter mempertahankan aslinya yang dinilai sudah gaya. Sebagai pelengkap, pijakan kaki diganti dengan jenis underbone dan knalpot standar diganti dengan kustom bergaya moge Eropa berbalur krom.

Minor
Meski bagi kebanyakan orang, tampang sepeda motor ini sudah ideal, Simon merasa masih ada yang kurang. Menurutnya,suspensi belakang asli – sokbereker ganda – kurang cocok untuk moge. Di lain hal, lengan ayun juga dibiarkan kelihatn. Hasilnya, bagian belakang sepeda motor ini jadi minor dan terkesan cungkring. ”Saya lebih suka bawaan pabrik untuk kenyamanan. Saya pakai dulu beberapa bulan! Kalau bosan, saya rombak lagi,” tegasnya.

Untuk operasi wajah sepeda motor tersebut, Simon mengaku sudah menghabiskan biaya lebih Rp 12 juta. Paling banyak disita oleh lampu depan Minerva VX, proyektor ganda yang membutuhkan biaya Rp 700.000 lebih.

MODIFIKASI, MOTOR January 4th 2013

Modifikasi Honda Scoopy Ala BMS

No Comments »

detail berita

Bengkel modifikasi BangkyMotorSport (BMS) yang berada di jalan Ir. H Juanda No.9 Depok, selain memodifikasi motor sport seperti Honda CBR 150, 250R dan Kawasaki Ninja 150 dan 250R, BMS juga melayani modifikasi motor matik, salah satunya Honda Scoopy yang sedang dalam tahap modifikasi.

Menurut Fajar Kurniawan, mekanik dari BangkyMotorSport (BMS) Honda Scoopy merupakan motor yang paling gampang untuk dimodif, baik dengan gaya retro, low rider, hot rod hingga Thai look. Namun, kali ini BMS sedang melakukan modifikasi Honda Scoopy dengan gaya Trend.

Dalam modifikasi itu, Honda Scoopy dirubah dari segi mesin dengan meningkatkan kapasitas mesin dan peningkatan volume silinder yang menjadi 145,2 cc. Untuk menyesuaikan perubahan tenaga, biar transfer daya ke roda belakang masin optimal. Mulai dari V-belt, roller, kampas sentrifungal, klep dan Noken as.

Untuk mesin tidak terlalu banyak mengalami perubahan. Kini tiba saatnya memasuki modifikasi bodi yang warna aslinya sudah tidak terlihat. Scoopy ini dibalut dengan berbagai macam warna seperti, biru muda, kuning, putih dan merah. Semua warna tersebut dikombinasikan menjadi satu di bodi belakang, samping hingga depan, sehingga terlihat seperti pemen nano-nano.

“Untuk modifikasi motor matik di BMS, kebanyakan dari konsumen yang meminta untuk dirubah dari segi bodi dan untuk mesin tidak terlalu banyak. Bodinya kebanyakan dicat dengan kombinasi warna yang ngejreng sehingga terlihat kesan ciamik,” beber Fajar kepada Okezone.

Sementara itu, untuk pengerjaan modifikasi mesin tidak jauh beda dengan pengerjaan pada motor sport, yakni tiga hari, sedangkan untuk bodi satu hari. Namun, ada perbedaan harga, untuk modifikasi motor matik terutama untuk mesin konsumen dapat merogoh koceknya hingga Rp3 jutaan dan untuk bodi hanya Rp1,5 jutaan.

MODIFIKASI, MOTOR, Uncategorized April 24th 2012

Modifikasi Ninja Batik Ala Kuta Bali

No Comments »

Hanya dengan penggantian total di kaki-kaki ternyata bisa memberikan perubahan yang radikal. Contohnya, Kawasaki Ninja 250 milik Ari Hidayat (24). “Ide dasarnya sih cuma ingin membuat motor ini semakin gagah aja, lalu cari referensi di internet terus jadi begini deh,” jelas mahasiswa Universitas Trisaksi di Jakarta.

Menariknya, komponen yang diaplikasikan justru berasal dari merek lain. Seperti  shock depan up-side down, lalu pelek depan dan belakang mencaplok Suzuki GSX 400. Untuk lengan ayun (swing-arm) diambil dari  moge Yamaha R6.

“Nah, untuk memberikan kesan sangar, saya pakai knalpot Honda VFR 800,” ujar pria tambun ini. Memang, tampilan belakang Ninja 250 lansiran 2010 ini terlihat semakin agresif. Ia sendiri tak terbayang kalau perubahannya bisa radikal.

Akhirnya, ide untuk mengembangkan gaya modifikasi motornya pun berkembang, menjadi semakin unik. Ari membatik kuda besinya itu dengan warna emas dipadu kombinasi oranye sebagai list, lalu putih dan hitam untuk warna dasarnya.

Ide  menghias street fighter sport itu muncul ketika ia sedang berlibur ke Kuta, Bali. “Memang corak seperti ini pasti sudah sering dilihat, tapi ini sisi lembut dari motor yang udah kelihatan sangar ini,” urai Ari. Ketika ditanya biaya yang dihabiskan, ia hanya tersenyum tanpa mau menyebutkannya. “Tapi kalo lama pembuatan, lumayan sih kurang lebih 6 bulanan lah,” sela Ari.

MODIFIKASI, MOTOR, Uncategorized March 13th 2012

Modifikasi Suzuki Hayabusa Bermesin Jet F14

No Comments »

Bagi penggemar sepeda motor, tentu pernah mendengar nama Hayabusa, salah satu ikon Suzuki. Tapi, tahukan Anda, Hayabusa merupakan sepeda motor terboros di dunia? Hal ini dibuktikan oleh Tony Pandolfo, 54, asal Orlando, Florida, AS yang memodifikasi sepeda motornya menggunakan mesin jet pesawat terbang.

Pria paruh baya ini berusaha mewujudkan impiannya, yaitu membuat, sepeda motor bermesin AlliedSignal jet fuel starter (JFS), sama seperti yang digunakan pada pesawat tempur F14 lama milik Angkatan Udara AS. Hasilnya, torsi sepeda motor ini “meledak” sampai 406,28 Nm, sama dengan Nissan Nevara atau mesin keluaran terbaru BMW 320D. Sangat besar untuk sepeda motor!

Karena mesin diganti, hal yang sama juga harus dilakukan untuk bahan bakarnya. Untuk itu harus menggunakan kerosin (minyak tanah)  dengan suhu penguapan lebih tinggi (di atas bensin). Akibatnya, sepeda motor ini jadi sangat “rakus”, konsumi rata-rata bahan bakarnya, 2,1 kpl.

Tony – seorang insinyur -harus memodifikasi turbin jet agar tenaga yang dihasilkan tidak maksimal. “Saya sangat memimpikan sepeda motor bertenaga jet. Suaranya mirip pesawat terbang, bisa dikendarai siapa saja, tenaganya juga tidak perlu besar,”  bebernya. dilansir akhir pekan lalu.

Dijelaskan, Hayabusa ini tetap mudah dikendarai. “Semua orang yang bisa mengendarai skuter, dapat melakukannya karena  menggunakan transmisi otomatis,” lanjut Tony.

Suzuki Hayabusa bermesin jet ini ternyata juga siap dilego oleh Tony dengan harga  60.000 dollar AS atau setara Rp 539,4 juta, tidak termasuk biaya kirim.

Spesifikasi Hayabusa Jet
Mesin : AlliedSignal jet fuel starter (also known as an auxiliary power unit or APU), used in early-model F-14s and A-10s
Torsi : 406,28 Nm
Bobot : 181,4 kg (bersih)
Bahan bakar : K2 Kerosene atau jet A
Kapasitas tabngki bahan bakar: 18,9 liter
Konsumsi Bahan bakar : 2,1 kpl
Rem: cakram ganda (belakang)
Transmisi : Otomatis
Lampu : LED (lampu utama dan belakang)

MODIFIKASI, MOTOR March 1st 2012

Buelton, Motor Bule dengan Karakter Indonesia

No Comments »

img
Buelton

Setiap modifikator harus memiliki wawasan kebangsaan. Hal itulah yang ingin ditekankan oleh builder ternama Indonesia, Lulut Wahyudi ketika membuat motor modifikasi bernama ‘Buelton’. Beragam karakter Indonesia tersaji di motor hasil garapan warga Yogyakarta tersebut mulai dari ukiran hingga handgrip yang menggunakan gagang keris.


Motor yang digarap di Retro Classic Cycles ini menyajikan nuansa khas Indonesia meski menggunakan media motor ‘orang bule’.

“Paling susah membentuk bodinya. Kita bentuk dari bahan aluminium yang kita bentuk jadi seperti ini,” jelas Lulut beberapa waktu lalu.

Bentuk tangki yang memiliki cekungan unik menurut Lulut termasuk tidak mudah ketika membuatnya. “Perlu perhatian dan kehati-hatian ekstra,” imbuh modifikator yang bermarkas di JL. Melati Wetan No. 4, Baciro, Yogyakarta ini.

Selain body aluminium tadi, tantangan yang tidak kalah seru diakui Lulut didapat ketika dirinya mengukir karakter-karakter yang sudah dikenal dekat oleh masyarakat Indonesia. Lihat saja ukiran Wisnu di bagian buritan kendaraan.

Dan untuk memperkuat kesan Jawa di motor ini, handgrip unik pun dipilih. Bukan dari besi atau karet, malainkan dari bahan kayu bergaya gagang keris ‘kinurung’ khas Yogyakarta.

“Bagian lain yang paling sulit menurut saya adalah bagian mesinnya. Sebab saya tidak menerima mesin ini secara utuh, melainkan hanya komponen-komponen saja, jadi saya dan tim harus merakit ulang mesin Buell Thunderbolts buatan 2008 ini,” jelas Lulut.

Akhirnya di tangan Lulut, mesin ini pun bisa hidup kembali. Kapasitas mesin yang sudah mencapai 1.200 cc dengan tenaga 103 hp pun di bore-up menjadi 1.430 cc. Tidak lupa, cover mesin ini juga kena sentuhan Lulut dengan beragam ukiran khas Indonesia.

Alhasil, dengan rupa seperti ini, Lulut pun mampu berlaga di ajang Mooneyes di National Pasifico Yokohama, Jepang awal bulan ini. Lulut dengan karya yang terinspirasi oleh penggila kecepatan cafe race era 60-an ini berhasil mendapatkan penghargaan.

Berikut spesifikasi ‘Buelton’

Frame:
Featherbed sixty style racing frame, special design for buell engine, made from chrommolly tubing, fully CNC engine mount, and fully TIG weding

Suspension

  • Front suspension: 43 mm upside-down telescopic fork
  • Triple tree: Retro Classic Cycles’s product, design & fabricate special for BUELTON, made from billet 6061, fully CNC machine, finishing by hand polished
  • Rear suspension: Sachs dual suspension

Engine

  • Engine: Buell Thunderbolts 2008 – 1200cc -103HP, bored up to 1430cc, built and assembly by Retro Classic Cycles
  • Piston: Revolution Performance 10,5:1 Forged piston
  • Cams: Revolution Performance RP610
  • Cylinder head: Thunderstorm cylinder heads, full porting
  • Ignition system: Daytona twintec single fire programmable ignition
  • Coil: Daytona twintec
  • Plug wires: Daytona twintec
  • Spark plugs: Stock Buell
  • Charging System: Stock Buell
  • Carburetor: Mikuni HSR-42
  • Air cleaner cover: Retro Classic Cycles’s product, design & fabricate special for BUELTON, air filter K&N
  • Engine oil: Mobil-1
  • Exhaust: Retro Classic Cycles’s product, design & fabricate special for BUELTON, fully stainless steel, upswept megaphone
  • Other: Fully hand-carving engine by Retro Classic Cycles
MOBIL, MOTOR, Uncategorized January 13th 2012

Modifikasi Motor Terinspirasi Kalajengking

No Comments »

img

Ide dalam memodifikasi memang bisa datang dari mana saja. Bahkan seekor hewan pun bisa menjadi ide dasar dalam memodifikasi roda dua. Hal inilah yang coba dibuktikan modifikator asal Slovenia, Akrapovic.

Seperti dilansir motorcyclenews, Kamis (29/12/2011) Akrapovic salah satu modifikator terbaik dunia memilih hewan kalajengking menjadi ide dasar dalam modifikasi dan diberi nama Morsus. Morsus sendiri diambil dari bahasa latin yang memiliki arti sengatan atau menggigit.

Hanya membutuhkan 2 setengah bulan Akrapovic pun mampu menyelesaikan motor anyar Morsus kalajengking ini, bahkan modifikasi ini pun memenangkan European custom show championships.

Tidak dipungkiri modifikasi kali ini memang menyuguhkan suatu ide segar. Seperti dengan pemilihan ban yang lebh terlihat besar bila dibandingkan dengan tubuhnya. Selain itu kesan aneh dan jarang digunakan pun terlihat pada pemilihan peleg yang diselimuti warna hitam.

Namun kesan kalajengking pun sangat melekat pada bagian stang dan bentuk spion berbentuk lancip, yang meniru lengan kalajengking dan cakar. Bentuk lekungan pada bagian tengah sangat mirip tubuh arachnida, begitu pun dengan bentuk kursi yang lebih berbentuk ekor kalajengking bersama sengatan beracun.

Akrapovic pun memilih serat karbon sebagai dasar bahan untuk bantal punggung sebagai kursi. Namun kursi tersebut pun dilengkapi Fox air shock atau shock udara yang berfungsi sebagai suspensi belakang. Ini memang terlihat sederhana namun sangat efektif.

Sementara itu, jangkauan kaki ke bar lebih lebar dan ini memudahkan kaki menemukan pijakan kaki dengan footpegs rendah diposisikan di suatu tempat dekat poros roda belakang.

Untuk bagian mesin jangan anggab remeh, pasalnya modifikasi kalajengking ini menggendong mesin 1.852cc air-cooled twin. Bahkan kalajengking ini pun mampu berlari hingga 140 bhp meski Morsus ini memiliki tinggi dan panjang mencapai 120/50-26-inci meski ban yang diperlihatkan sangat tipis dan lebar.

Wah pantas saja modifikator ini menjadi yang terbaik di European custom show championships yah.

MODIFIKASI, MOTOR January 12th 2012

Yamaha Xeon di Tangan Kartunis

No Comments »

img

Melihat karya kartunis Indonesia yang tertuang dalam gambar itu sudah biasa. Bagaimana jika mereka menuangkan idenya dalam sepeda motor kesayangannya? Tentunya unik-unik ya.

Impian ini coba diwujudkan Andryan Kuncoro salah satu kartunis Indonesia yang telah go internasional, dengan mengikuti ajang Kyoto International Cartoon Exibition Special 2011 bahkan 8 hasil karyanya pun kini menjadi koleksi Seika Museum Japan. Dan menjadikan dirinya sebagai Specialy From Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung Andryan pun ingin menjadikan Yamaha Xeon lahiran 2011 kendaraannya agar memiliki tampil berbeda dari kendaraan lainnya.

Spontan Andryan meminta bantuan bengkel Tauco Custom milik modifikator Topo Goedel Atmodjo. Alhasil konsep Big Scooter pun dipilih untuk memenuhi rasa haus karikatur ini.

“Saya hanya menawarkan ide segar dan jarang yang dipilih orang lain dalam memodifikasinya,”ujar Topo saat ditemui di bengkelnya, Jl. Kebagusan Raya No. 99 Jak-Sel ini.

Akhirnya lahirlah sosok scooter bongsor yang memiliki tubuh lebih dari satu meter ini yang sekujur tubuhnya diselimuti dengan warna orange dihiasi putih sebagai pemanisnya.

“Saya sengaja memilih warna terang untuk kendaraan kali ini. Karena Yamaha Xeon ini akan menjadi bahan perhatian pengendara lain, bukan hanya dengan tampilan tubuh bongsornya saja namun keunikan kendaraan ini pun patut diperhitungkan,” kata topo.

Seluruh bagian tubuh pun dirubah dengan tampilan bongsor yang menggunakan pelat galvanis 0.8 mm. Tentu kekokohan pun terlihat disetiap sudutnya.

Tidak berhenti sampai disitu, kekokohan juga tergambar pada penggunaan velg mobil berdiameter 14 yang dibalut dengan ban depan Swallow 110/70/14 dan belakang 140/70/14.

Bagian suspensi belakang Topo menempelkan milik Yamaha Jupiter MX. Dan pada bagian suspensi depan lelaki berambut prontos ini juga ikut menempelkan milik Piaggio X.

Dan sentuhan terakhir pun terlihat dengan menggunakan setang Kawasaki Ninja yang memiliki ukuran lebih panjang, agar lebih mudah dikendarai.

MODIFIKASI, MOTOR January 11th 2012

Si Merah Terinspirasi Mobil Balap Kuno

No Comments »

Desainer otomotif asal Moskwa, Mikhail Smolyanov, kembali menelurkan konsep motor yang memancing mata. Tak cuma satu, tetapi dua sekaligus. Motor yang dominan warna merah ini merupakan “terjemahan” dari mobil balap tua buatan 1938 bernama GAZ GL1.

Tak banyak informasi detail yang dibeberkan Mikhail. Namun, perbedaan pada kedua sepeda motor tersebut tampak di buntut. Untuk yang pendek dinamai “GL-1m”, sedang yang panjang “GL-2m”. Nama GL diambil dari nama mobil, sedangkan embel-embel “m” merujuk pada “GL versi motor”.

GL-1m
Motor ini bervelg bolong-bolong pada roda depan bak mobil balap aslinya. Punya bodi tunggal (bentuknya jadi satu), mulai dari tangki, tengah, hingga buritan yang menutup nyaris seluruh roda belakang. Dengan lekuk halus, akses garis-garis keperakan memperkuat gaya retro streamliner atau bentuk kereta api cepat zaman dulu.

Mesin dua silinder dipasang sedemikian rata di bawah tangki, termasuk juga karburator, hingga ke penataan belt. Sementara itu, setangnya terlihat kecil sehingga mirip sungut di tengah bodi motor yang lumayan bongsor.

Kaki penunggang pun diberi semacam pelindung yang tipis tapi panjang. Sementara itu, roda belakang tertutup dengan pelapis hitam yang ditambahi nomor mirip kendaraan balap. Namun, roda depannya dibuat telanjang dengan pemasangan suspensi tunggal.

Lampunya cukup unik, mirip wajah seekor serangga yang lengkap dengan lampu ganda. Terus, indikator ditanam di tangki yang membulat.

GL-2m
Desain bodi lebih kurang sama dengan GL-1m. Bedanya, selain pada buntut, kedua knalpot terletak di kanan. Roda depan dibuat bertameng dan sebelah kiri roda belakang dibiarkan telanjang.

Buntutnya mirip salah satu lampu belakang sedan lebar Amerika produksi 1950-an, seperti Chevy Bel-Air 1955.

Mikhail sebenarnya hanya membuat dua motor ini sebagai opsi. Namun, ketika diikutsertakan dalam ajang lomba desain menghormati GAZ GL1, Alexander Bushuev selaku penyelenggara dan produsen kendaraan minta dua-duanya. Bahkan, menurut media Lostinasupermarket, Alexander berniat mewujudkannya dalam bentuk utuh, bukan lagi sekadar gambar. Apakah modifikator Indonesia mau ikut mewujudkannya juga?

MODIFIKASI, MOTOR January 3rd 2012