Speedster Agresif X132 Hellcat Karya Confederate

No Comments »

Confederate,  perusahaan asal Amerika yang dikenal sebagai butiknya sepeda motor, menunjukkan karyanya X132 Hellcat yang merupakan generasi ketiga. Meski karyanya terbilang sederhana karena mengurangi kompleksitas, namun kinerjanya  sangat signifikan. Hellcat yang didukung tipe mesin V-Twin memiliki konstruksi baru dengan bahan Billet Alumunium.

“Motor dengan aliran cruiser ini merupakan karya yang paling signifikan,” ungkap Matt Chamber, Confederate founder and CEO. “Ini adalah 911 kami,” lanjut Chamber yang mengilustrasikan X132 Hellcat sebagai karya abadi yang ikonik, seperti mobil sport Porsche 911. Pernyataan Chamber ini menyiratkan bahwa mesin Hellcat terbaru ini memberikan tenaga yang besar. Desain mesin baru yang tidak lari dari garis keturunan generasi motor khas Confederate, tetapi mempunyai keunikan tersendiri.
X132 Hellcat 2012 lahir dengan kapasitas mesin 2.163 cc, 56 derajat, berpendingin udara, dengan bahan bakar yang disuntikan langsung pada mesin twin. Alhasil, mesin tersebut menghasilkan gaya dorong maksimal 132 PS dan torsi 203,3 Nm. jantung pacu  twin dengan konstruksi khusus ini berbasis S&S dengan toleransi yang baik.
Karya X132 Hellcat 2012 ini akan muncul dengan tiga konsep berbeda. Pertama, speedster yang ditampilkan sekarang, lalu roadster dan yang terakhir GT. Chamber menyandingkan Hellcat speedster satu level sama Ducati, lalu untuk yang roadster setara dengan Diavel. Sampai-sampa, penempatan footstep atau footpeg pada posisi di poros lengan ayun (swing arm) tepat di bawah exhaust. Untuk jarak sumbu roda (wheelbase) pada motor sedikit lebih panjang dan sasis yang lebih pendek.
Untuk kenyamanan berkendara akan lebih santai, cukup menunduk dengan sudut 23,5 derajat di speedster dan 30 derajat di roadster. Pada model GT Hellcat akan terlihat lebih styling, namun tetap mempertahankan konfigurasi speedster. Yang berpadu pada gaya balap Grand Prix di tahun 1950-an. Ketiga model terbaru ini akan tersedia dengan harga berkisar Rp 400 juta atau US$ 45.000.
MODIFIKASI, MOTOR February 9th 2012

BMW R100RS Garapan Modifikator Jepang

No Comments »

Rumah modifikasi sekaligus restorasi Ritmo-Sereno asal Nishitokyo, Tokyo, Jepang, mengubah sebuah motor lawas BMW R100RS tetap bergaya kuno, tetapi lebih manis. Tidak seperti kebanyakan pemodifikator Jepang yang hasil garapannya lebih seperti “manisan” karena bentuk dan permainan warna.

BMW R100RS buatan tahun 1970-an ini lebih mengilat dari warna aslinya yang pudar. Untuk pewarnaan, Ritmo-Sereno terinspirasi mobil balap BMW 3.5 CSL Group 5 yang khas dengan strip biru-hitam-merah di atas warna putih yang mendominasi.

Soal bodi, perubahan utama pada motor bergaya cafe racer ini terlihat di bagian buntut. Fungsi jok penumpang ditiadakan dan diganti dengan jok tunggal. Yang unik, sandaran itu sebenarnya sebuah pintu menuju ruang bagasi di buritan. Setelah retsleting dibuka, maka ruangan itu cukup untuk memuat sarung tangan atau mungkin gulungan dokumen.

Mengarah ke area bawah jok, bagian ini dibiarkan telanjang dengan mengutamakan bagian-bagian mesin dan selang-selang yang sudah dipoles dan ditata ulang. Secara unik bagian tersebut dikomposisikan dengan fairing besar bawaan asli. Perubahan tersebut membuat bobot motor jadi hanya 190 kg, dari bobot asli 242 kg.

Bagian custom-nya mencakup pegangan bagian-bagian bodi, pegangan instrumen, dan tempat aki baru. Sementara itu, knalpot terletak di kanan dibuat tunggal. Posisinya diseimbangkan dengan keberadaan suspensi tunggal Öhlins di kanan.

Penggunaan gardan sebagai penyalur tenaga (bukan rantai dan khas motor BMW) tidak diutak-atik. Komposisi kian lengkap karena velg asli RS dilabur biru mengilat dengan ban slick.

Beginilah jadinya jika motor Jerman diracik dengan rasa Jepang.

MODIFIKASI, MOTOR November 14th 2011

Harley Luncurkan 3 Model & 1 LE 2012 di Indonesia

No Comments »
detail berita

F: salah satu varian Harley Davidson (Fetra Hariandja/Okezone)
JAKARTA – Anda pecinta motor besar, Harley Davidson? Kabar baik pasti menjadi milik Anda. Produsen motor asal Amerika Serikat (AS) akan meluncurkan model dan variannya di Indonesia pada 2012 mendatang.

PT Mabua Harley-Davidson selaku selaku penyalur tunggal di Indonesia akan memasarkan tiga model dan satu varian limited edition anniversary model untuk tahun depan.

Keempat model tersebut adalah All Road Glide Costum CVO, All New Softail Blackline, All New Dyna Switchback dan Limited VROD 10th Anniversary. Demikian disampaikan General Manager Country Sales and Marketing PT Mabua Harley-Davidson, Irvino Edwardly dalam acara Media Fun Day 2011 di Jakarta.

Menurut Irvino, model 2012 akan menerapkan powertrain Cam 103 engine. Motor anyar Harley-Davidson ini bermesin 1700cc atau 100cc lebih garang dibandingkan pendahulunya.

“Harley ingin mempersembahkan motor lebih kuat. Tapi Harley tidak menanggalkan kemudahan bagi para bikers. Salah satunya adalah handling yang jauh lebih mudah,” kata Irvino.

Selain itu, lanjut Irvino, Harley model terbaru akan menggunakan Anti-Block Breaking System (ABS). Dengan kapasitas mesin lebih besar, sistem pengereman menjadi hal vital. “Dengan tambah power, kapasitas pengereman harus diperhatikan. Fitur ABS akan membuat performance stabil. Kekuatan mesin sejalan dengan sistem pengereman,” paparnya.

Ketika ditanya mengenai model yang bakal diburu bikers, Irvino menjelaskan jenis touring atau road glide custom CVO. Bikers di Tanah Air lebih familiar dengan model tersebut.

“Model touring bisa mencapai 70 persen dari total penjualan untuk semua varian. Karena model ini yang pertama dikenal bikers Indonesia,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, PT Mabua Harley-Davidson sudah mencatat pesanan 100 unit dari berbagai varian. Jumlah tersebut belum memenuhi 50 persen target yang ditentukan. “Target kami tahun depan bisa menjual 650 unit. Tapi setidaknya 550 unit bisa terjual untuk 2012,” tandasnya.

MOTOR, OTO NEWS, Uncategorized October 10th 2011

Honda CB350 “Ugal” ala Duo Perth

No Comments »

Scott G.Trenorden

Minimalis sekali Rex Havoc dan Brad membangun sebuah sepeda motor buatan tahun 1972 menjadi sesuatu yang bersih dan minimal. Mereka pun menamainya “The Brat” yang dalam bahasa Inggris bisa berarti “anak nakal”.

Entah bagaimana mengejawantahkan “anak nakal” dalam desain motor yang merupakan Honda CB350 ini. Mungkin karena bentuknya kecil dibanding motor-motor besar di daerahnya di Australia, dan desainnya yang minim aksesori tetapi tetap terkesan “ugal”.

Di bawah nama usaha bengkel mereka berdua, Garage Project Motorcycles, dua modifikator dari Perth, Australia, ini membuat desain bungkus pada knalpot yang serba lurus. Mereka juga menambahkan ban vintage Firestone, memutuskan untuk menggunakan rem tromol daripada cakram, serta menghilangkan lampu rem standar di belakang, lalu menggantinya dengan yang berukuran kecil di sebelah kiri bawah.

Yang juga unik, gambar pada tangki berbeda antara sisi kiri dan kanan serta letak kaca spionnya. Nah, spion itu bukan di setang atau di sekitarnya, melainkan di poros roda. Ajaib memang. Namun, dengan begini, motor tetap punya kelengkapan wajib berupa spion, tetapi secara keseluruhan mendukung kesan desain yang minimal sekaligus radikal.

Walau serba minimal, banyak yang memuji wujud “The Brat”. Honda yang bahan dasarnya dibeli dengan harga 1.600 dollar AS (Rp 14 juta) ini meraih posisi runner-up dalam kontes khusus motor buatan Jepang yang berlangsung di Australia.

MODIFIKASI, MOTOR, Uncategorized October 3rd 2011

Bagasi “Rahasia” buat Harley-Davidson

No Comments »

Dougz

Doug Wozney, seorang modifikator Harley Davidson, membuat sebuah body kit untuk Sportster. Tak sekadar ajaib dipandang mata, Doug mengutamakan faktor fungsi pada garapannya yang dinamainya Pro-Tour S Kit. Desainnya menarik karena tas pada bodi motor tersebut bukan buka samping seperti pada umumnya, melainkan berprinsip angkat dan lipat.

Hasilnya, ini seperti sebuah tas rahasia yang tidak ada pintunya. Di sisi lain, bodi berwarna hitam berkilau ini terlihat lebih seksi karena seakan menyatu kuat dengan motor sekaligus aerodinamis.

Di mana pintu tasnya? Angkat buntut Sportster itu dan di mulut kanan-kirinya akan terlihat semacam pintu kecil. Doug mengklaim bahwa volumenya hanya kurang sedikit dari apa yang ada pada tas standar untuk motor tersebut.

Klaim lainnya tak kalah menarik. Bodi tambahan pada motornya, khususnya tas itu, tidak akan mentok saat motor bermanuver karena dia sudah memperhitungkannya. Pada sudut rebah 45 derajat, justru pijakan kaki yang mengenai jalan. Selain itu, ia juga sudah menguji daya simpan pintu tas dan hasilnya oke. Bahkan, bobotnya diperhitungkan lebih ringan dari versi Touring aslinya.

Karena membutuhkan penyesuaian, ia mengubah sabuk roda V-Rod dengan yang lebih panjang supaya pas. Doug lantas menambahkan, paket bodi ini bisa untuk Sportster XL produksi 1986-2011.

Harga body kit yang terbuat dari campuran epoksi, lempengan logam, dan serat kaca ini diperkirakan 14.500 dollar AS (setara Rp 123 juta) di luar motor. Akan ada harga tambahan jika konsumen ingin motor dicat.

MODIFIKASI, MOTOR September 14th 2011

Yamaha R15 Hadir September 2011

No Comments »
detail berita

Yamaha R15 (foto: motorbeam.com)

NEW DELHI– Maraknya isu mengenai keluarnya model terbaru dari Yamaha, yakni Yamaha YZF R15 memang sudah menjadi perbincangan beberapa waktu lalu di berbagai media.

Namun, kali ini disebuah situs jejaring sosial di India yang mengatasnamakan akun Yamaha YZF-R15 terus mengupdate foto-foto terbaru. Yamaha R15 inipun sudah bermunculan di media online di India.

Seperti dikutip di Motor Beam, Sabtu (13/8/2011), Divisi Yamaha di India tertangkap kamera dalam ruangan sedang melakukan tes jalan R15. Dalam situs jejaring sosial tersebut, R15 ini diklaim akan hadir pada September mendatang di India.

Selain itu, R15 ini juga rancang untuk bersaing dengan kompetitornya, salah satunya Honda CBR 150CC. Untuk membuktikannya, R15 telah menggunakan mesin berkapasitas 149,8 cc dengan menghasilkan tenaga sampai 22 HP.

Karakter sporty motor ini semakin terlihat dengan penambahan aksesoris-aksesoris baru dibanding motor yang sebelumnya.

Sementara itu, mengenai kepastian motor ini akan diluncurkan atau tidaknya, masih belum terlihat jelas. Namun, di India sudah banyak beredar kabar mengenai Yamaha R15 akan mulai diluncurkan September mendatang di India.

MOTOR, OTO NEWS August 15th 2011

Sejarah Motor Harley Davidson

No Comments »

Siapa tak kenal Harley Davidson. Sejarah Harley Davidson awalnya dari sebuah ide sederhana. Yakni dari niat William Harley dan Arthur Davidson membuat motor yang bisa melahap tanjakan yang ada di daerah Milwaukee, Wisconsin, USA.
Terobosannya yang paling penting adalah mesin berkonfigurasi V, yang kemudian juga dikenal dengan Knucklehead, Panhead, Shovelhead, Evolution, sampai Twin Cam. Mesin ini belakangan menjadi acuan bagi perusahaan lain, khususnya dari Jepang, dalam membuat motor besar.
Mulai dengan Mesin 60 cc
HARLEY dan Davidson memulai perjalanan panjang ini pada 1903, ketika usia mereka masih di awal 20-an. Hasil perdana utak-atik dua anak muda ini adalah mesin satu silinder dengan kapasitas 60 cc. Bisa jalan dan berhasil melahap tanjakan dengan gampang. Belakangan, karena sukses ini, dua saudara Arthur, Walter dan William Davidson, ikut bergabung.

Dua tahun kemudian, mereka sepakat melembagakan usahanya itu ke dalam Harley-Davidson Motorcycles Co.
Ketika berdiri, perusahaan itu baru memproduksi tiga unit motor. Ketiga motor itu dihasilkan dari ”pabrik” di halaman rumah milik keluarga Davidson. Yang disebut pabrik itu adalah gubuk kecil di belakang rumah keluarga Davidson.

Pada 1906, perusahaan itu pindah ke Juneau Avenue, menempati ruangan lebih luas. Karena lebih leluasa, tahun itu Harley-Davidson bisa menghasilkan 150 unit motor. Kebanyakan motor mereka dibeli kepolisian setempat. Alasannya, motor Harley-Davidson bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi, dan lincah.

Enam tahun setelah berdiri, Harley-Davidson memperkenalkan mesin dua silinder konfigurasi V dengan sudut 45 derajat. Kapasitas mesin itu 49,5 kubik inci (sekitar 790 cc) dan mampu menghasilkan sekitar tujuh tenaga kuda. Dengan mesin itu, kecepatan 60 mil per jam bisa dicapai. Ketika itu, Harley-Davidson tak mengira mesin model itu bakal jadi salah satu ciri khas produk mereka.

Tahun yang sama, Harley-Davidson berhasil menerobos angka produksi 1.000 unit, tepatnya 1.149 unit. Persaingan dari pabrik lain mulai terasa, dua tahun kemudian. Rupanya, sukses Harley-Davidson menjadi inspirasi bagi pabrik lain untuk memulai usaha. Pada 1911, paling tidak muncul sekitar 150 merek motor. Mereka tentu jadi pesaing Harley-Davidson, walaupun tak berat-berat betul.

Buktinya, Harley-Davidson tak sulit menambah produksi. Pada 1913, ketika pabrik sudah diperluas, produksi Harley-Davidson hampir mencapai 13.000 unit. Jumlah itu bertambah lagi selama periode 1916 sampai 1918, menjadi sekitar 20.000 unit. Ini terutama karena Pemerintah Amerika Serikat memesan kendaraan roda dua untuk keperluan Perang Dunia I.

Menaklukan The Great Depression
MEMASUKI 1920-an, Harley-Davidson menjadi pabrik motor terbesar di dunia, dengan jumlah produksi 28.189 unit. Untuk memasarkan produknya itu, Harley-Davidson punya agen di 67 negara. Pada dekade ini, Harley-Davidson memperkenalkan sejumlah inovasi. Kapasitas mesin V dikembangkan menjadi 74 inci kubik (sekitar 1.184 cc). Tangki bensin desain tetes air mata diperkenalkan pada 1925. Pada 1928, motor Harley-Davidson mulai dilengkapi rem depan.

Semua prestasi itu cukup menjadi modal Harley-Davidson dalam menghadapi The Great Depression, resesi ekonomi 1933. Walau jumlah produksi menurun sampai 3.700 unit, Harley-Davidson mampu bertahan. Pembuat motor lain yang juga bertahan adalah Indian. Perusahaan ini kemudian menjadi satu-satunya pesaing Harley-Davidson hingga 1950-an.

Ketika depresi selesai, Harley-Davidson langsung tancap gas. Mereka memperkenalkan model EL dengan mesin berkapasitas 976 cc. Model mesin seperti ini populer dengan sebutan Knucklehead. Dengan Knucklehead, Harley-Davidson perlahan bangkit. Pada 1936, jumlah produksi Harley-Davidson mencapai 9.812 unit.

Perang Dunia II membawa berkah tersendiri, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi Harley-Davidson. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour, seluruh kemampuan produksi Harley-Davidson dialokasikan untuk menghasilkan motor bagi kepentingan pasukan Sekutu. Kebutuhan konsumen sipil ditinggalkan sama sekali.

Selama 1941-1945, sekitar 90.000 unit Harley-Davidson seri WML dibuat. Untuk prestasi itu, Harley-Davidson mendapat medali ”E” dari Angkatan Laut Amerika Serikat.

Usai perang, Harley-Davidson kembali membuka keran produksi sipilnya. Eh, ternyata banyak veteran perang yang kepincut performa motor itu, dan ingin mengembalikan romantisme mengendarai Harley-Davidson. Ribuan unit Harley-Davidson, baik produksi sesudah perang maupun model lama, berpindah ke rumah para veteran, cikal bakal penggemar fanatik Harley-Davidson.

Bersaing dengan Indian
PADA 1948, produksi Harley-Davidson menjadi 31.163 unit. Tahun itu, Harley-Davidson kembali memperkenalkan inovasi barunya, yaitu mesin 74 inci kubik yang dilengkapi hydraulic valve lifters dan cylinder head aluminium. Mesin ini disebut The Panhead karena tutup kepala silindernya menyerupai penggorengan terbalik.

Memasuki 1950-an, generasi kedua keluarga pendiri mulai menjadi motor penggerak perusahaan itu. Ketika merayakan hari jadi ke-50, Harley-Davidson tinggal sendirian di pasar motor Amerika. Pesaing tradisionalnya, Indian, sudah gulung tikar.

Pada 1957, Harley-Davidson memperkenalkan The Sportster, yang disebut-sebut sebagai The Father of Superbikes, biangnya motor besar. Setahun kemudian, Harley-Davidson memperkenalkan Duo Glide, yang menggunakan suspensi belakang hidrolik untuk melengkapi suspensi depan yang menggunakan model garpu.

Berikutnya, pada 1963, Harley-Davidson mengadopsi penggunaan fiberglass ke dalam motor-motornya. Untuk keperluan ini, mereka membeli 60% saham Tomahawk Boat Manufacturing Co, produsen fiberglass di Wisconsin.

Tahun 1950-1960 juga ditandai dengan hadirnya komunitas bikers, yang memperkenalkan budaya pengendara motor. Mereka gampang dikenali karena menggunakan jaket kulit, penuh tato, dan berambut panjang. Citra Wild Ones ini diperkenalkan Marlon Brando lewat film berjudul sama.

Komunitas resmi Harley-Davidson sendiri baru didirikan pada 1983, dengan nama Harley Owner Group (HOG). Ini menjadi komunitas pemilik Harley-Davidson terbesar yang disokong langsung oleh produsen. Saat ini, jumlah anggota HOG mendekati satu juta orang di seluruh dunia.

Masa Gelap Akibat Merger
PADA 1965, Harley-Davidson masuk bursa. Empat tahun kemudian, American Machine and Foundry (AMF) melakukan merger dengan Harley-Davidson. Namun, masa merger ini dianggap sebagai masa paling gelap dalam sejarah Harley-Davidson. Pasalnya, pada 1970 dan 1980, motor buatan Jepang yang harganya sangat murah memasuki pasar.

Ketika Honda, Kawasaki, dan Suzuki masuk pasar Amerika Serikat, pangsa pasar Harley-Davidson turun drastis. Dari semula 80% pada 1969, menjadi 20% sepuluh tahun kemudian. Penurunan pangsa pasar itu membuat gerah sejumlah eksekutif Harley-Davidson. Mereka pun mencari jalan untuk menyelamatkan perusahaan.

Untuk mengembalikan Harley-Davidson ke khitahnya, mereka mengajukan proposal ke Citicorp. Dengan sokongan dana US$ 80 juta dari Citicorp, mereka membeli kembali saham yang dikuasai AMF (Citicorp menjual saham itu ke Heller-Financial Corporation pada 1986). Konsep dan filosofi produksi dan jualan Harley-Davidson pun diperbaiki.

Semula, motor Harley-Davidson adalah produk yang terjangkau dan mudah dipakai serta dimodifikasi. Itu diubah dengan menjadikan Harley-Davidson produk mahal dan onderdilnya sulit dicari. Untuk mengganti lampu belakang, misalnya, pemilik motor Harley-Davidson tak bisa cuma membeli batoknya. Tapi harus membeli keseluruhan sepatbornya.

Selain Marlon Brando, sejumlah selebriti menjadikan motor Harley-Davidson bagian dari penampilan mereka. Baik di layar lebar, layar kaca, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pada 1956, Elvis Presley, si Raja Rock ‘n’ Roll, dan sebuah motor Harley-Davidson menjadi sampul majalah Enthusiast.

Pertengahan 1990-an, Arnold Schwarzeneger tampil dengan Harley-Davidson di film Terminator. Aksi Lorenzo Lamas dan Harley-Davidson Softail bertangki bensin kuning dengan lidah api merah dalam film serial Renegade juga menjadi tontonan favorit pada akhir 1990.

Aktor Keanu Reeves juga sempat membagikan 12 unit Harley-Davidson, yang total harganya mencapai US$ 200.000, kepada semua pemeran pengganti film Matrix Reloaded. Menurut Reeves, ini merupakan tanda terima kasihnya kepada para stuntman itu.
(sumber: gatra.com)

Motor-motor Harley Davidson masa kini:



Sumber : http://indomodif.blogspot.com

MOTOR August 7th 2009