Tips Cara Memilih Dan Memasang Alarm Mobil Yang Bagus

No Comments »

alarm mobilAlarm mobil yang banyak beredar saat ini, hanya berfungsi memperlambat kinerja maling. Rata-rata maling saudah menguasai bagaimana cara mengatasi alarm mobil tersebut. Namun ada beberapa pembuat alarm mobil yang sudah memiliki produk bagus untuk mengatasinya.

Para pemilik mobil sangat disarankan untuk membeli dan memasang alarm mobil dengan bermacam-macam fitur untuk menyulitkan kinerja maling. Usahakan jangan membeli alarm konvensional karena mudah dilumpuhkan maling.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam memasang alarm untuk kendaraan anda, diantaranya:

1. Carilah produk yang memiliki banyak fitur seperti GPS tracking, bisa mematikan mesin dari jarak jauh dengan internet/smartphone. Namun tentunya hal tersebut bukanlah sesuatu yang murah.

2. Letakkan sirine di tempat yang sulit dijangkau tangan(tersembunyi) sehingga maling akan kesulitan untuk melumpuhkan alarm.

3. Proteksi kabel di sekitar kepala aki agar tidak mudah dipotong.

Sekian tips tentang alarm mobil. Lain waktu akan saya berikan tambahan tips seputar alarm ini.

MOTOR, OTO NEWS, TIPS N TRICK July 1st 2013

Perbedaan Mobil Barat dengan Mobil Jepang

No Comments »

Segi penamaan

Mobil Eropa kebanyakan menggunakan angka / nomor untuk seri produk mobilnya, contoh bmw 318, mercedes 180, volvo 960, peugeot 307, fiat 131, porsce 911, renault 18 tl, citroen 19 gti dan lainnya.

Sedangkan Jepang cenderung memberi nama corola, crown, camry, terano, miata, skyline, prelude, alphard,,,,,
Dari segi mesin
Mobil eropa cenderung menggunakan mesin dengan kapasitas murni sebagai contoh Mercedes A140 cc 1400cc mesin asli mercedes 1423cc BMW318i 1800cc mesin asli 1845cc
Mobil Jepang : Kijang 1800cc = mesin kijang hanya 1785cc Camry 2400cc = mesin camry hanya 2387cc jazz 150cc = mesin jazz jhany 1479cc
Dari segi bodi
Plat bodi mobil eropa menggunakan ketebalan 1,2m/m sampai 2m/m dan bahan rata2
galvalum tidak mudah karat

Jepang 0,40m/m sampai 1,00m/m menggunakan besi logam ketahanan 10 tahun , slth itu mudah berkarat dan tipis
Dari segi bobot
A140 bobot +/- 1.500kg, Jazz bobot +/- 1.250kg
Peletakan setir
Eropa = setir kiri karena mengemudi di lajur kanan (kecuali Inggris & Irlandia yang mengikuti Jepang)
Lalu lintas lajur kanan
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kiri.
* Lalu lintas yang belok ke kiri harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kanan jalan.
* Lalu lintas di jalan memutar berlawanan arah jarum jam.
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kiri.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kiri terlebih dahulu.
* Kebanyakan kendaraan memiliki posisi pengemudi di sebelah kiri.

Jepang = setir kanan karena mengemudi di lajur kiri (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timor Timur mengikuti cara Jepang ini )
Lalu lintas lajur kiri
* Lajur yang berlawanan dilihat dari kanan.
* Lalu lintas yang belok ke kanan harus melewati lajur yang berlawanan.
* Beberapa rambu lalu lintas yang menghadap pengemudi diletakkan di sisi kiri jalan.
* Kendaraan umumnya didahului dari sebelah kanan.
* Lalu lintas di jalan memutar searah jarum jam.
* Pejalan kaki yang menyeberangi jalan dua arah harus melihat ke kanan terlebih dahulu.
* Kebanyakan kendaraan memiliki posisi pengemudi di sebelah kanan.

MOBIL, OTO NEWS, Uncategorized August 28th 2012

Tips Hemat BBM Saat Macet

No Comments »

Kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana, apalagi kota-kota besar. Bertambahnya kendaraan di jalan tidak sebanding dengan ketersediaan dan kualitas jalan itu sendiri.

Jadi tidak hanya jumlah atau lebar jalan yang kurang, tetapi juga kondisi jalan itu sendiri juga berpengaruh terhadap kelancaran lalu-lintas. Jalan yang berlubang, membuat kendaraan harus melalui dengan perlahan, sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang hanya karena lubang di jalan.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga berusaha mengatur pola waktu penggunaan jalan raya, seperti contohnya di Jakarta, seluruh sekolah dihimbau untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 pagi.

Sehingga porsi penggunaan jalan bisa teregulasi, hasilnya memang terlihat terjadi pengurangan kemacetan pada daerah-daerah yang biasanya macet di sekitar jam 7-8 pagi.

Melalui artikel ini saya mencoba berbagi pengalaman mengenai dampak kemacetan lalu-lintas terhadap konsumsi BBM pada kendaraan kita, berlaku untuk mobil maupun motor. Jika macet, Konsumsi BBM akan boros. Mengapa?

Stop and Go, Boros BBM

Ibarat kita mendorong mobil yang mogok, mendorong, kemudian berhenti, kemudian mendorong lagi, berhenti lagi, mendorong lagi. Tentunya akan lebih banyak mengeluarkan tenaga dan keringat, kita akan sangat kehausan.

Beda dengan mendorong mobil yang mogok hingga si mobil bergerak. kita terus mendorong hingga kemudian beberapa saat mesin mobil hidup. Tenaga kita tidak banyak terkuras.
Kurang lebih sama analoginya dengan mobil/motor kita saat melalui jalan yang macet.

Mobil/motor memerlukan banyak energi untuk mulai bergerak dari kondisi diam. Jauh lebih banyak energi yang diperlukan daripada untuk menambah kecepatan saat sudah bergerak. Dalam hal ini energi didapat dari bahan bakar/BBM.

Jadi semakin banyak Stop and Go, konsumsi bensin akan lebih boros, ketimbang melalui jalan yang lancar.

Analisis Rute Harian

(dibantu unit BlueTooth GPS Logger – Holux M1000C sebagai pencatat aktivitas perjalanan)

Gambar di bawah ini adalah rute perjalanan saya dari rumah ke kantor..


Garis Rute Warna HIJAU
Rumah > Kantor = 07.40 – 08.20 (40 menitan)
Rute : Legoso (Ciputat) – Ciputat Raya – Pondok Pinang – Pondok Indah – Marga Guna – Hidup Baru – Fatmawati Raya

Garis Rute Warna BIRU
Kantor > Rumah = 18.00 – 18.50 (50 menitan)
Rute : Fatmawati Raya – Arteri TB Simatupang – Terminal Lebak Bulus – Ciputat Raya – Legoso (Ciputat)

Berangkat ke Kantor

Dari grafik kecepatan di atas, terlihat bahwa saya mengalami banyak Stop and Go di sekitar Legoso akibat banyaknya polisi tidur, dan juga di daerah setelah Pondok Indah Mall, karena jalan Marga Guna yang sempit dan juga jalan Hidup Baru.

PULANG DARI KANTOR

Melihat grafik di atas, 15 menit lebih waktu yang habis untuk macet dari kantor sampai perempatan ITC Dutamas Fatmawati – Haji Nawi (hanya 400 meter saja).

Setelah perempatan itu bisa sedikit ngebut, hingga terhambat lagi di sekitar Cilandak 10 mendekati Perempatan Fatmawati – TB Simatupang, Macet lagi memasuki depan terminal Lebak Bulus dan Ciputat Raya… dan kembali lagi.. di Legoso bertemu para polisi tidur.

KONSUMSI BBM

Mobil saya termasuk boros, untuk kondisi di atas, konsumsi BBM nya hingga 1 Liter untuk 5 km perjalanan.

Bahkan pernah saat lagi musim macet, bisa tembus ke 1 Liter untuk 3 km!


SEDIKIT STOP AND GO, HEMAT BBM

Saya mencoba melakukan perjalanan dengan rute:

Ciputat Raya – Toll TB Simatupang – Toll Jagorawi (menuju ciawi) – Macet 40menit saat keluar Pintu Toll Ciawi – puter balik kembali ke Jakarta – Toll Jagorawi – Toll Dalam Kota – Kpt.Tendean – Wijaya – ITC Dutamas – Fatmawati Raya – Cirendeu Raya – Legoso (rumah).

Dengan kondisi sedikit terjadi Stop and Go, konsumsi BBM menjadi sangat irit, didapat sekitar 1 liter untuk 11 km!

SOLUSI:

Dari tulisan di atas, di dapat kesimpulan bahwa sebisa mungkin kita hindari terjadinya Stop and Go. Sulit memang untuk mengelak dari kenyataan tersebut. Namun ada beberapa tips yang bisa membantu menghemat bahan bakar kendaraan kita.

1. Selalu Pantau Konsumsi BBM
Setiap mengisi bensin full tank, kita bisa mereset tripmeter pada dashboard agar terukur berapa konsumsi BBM. Apakah minggu ini boros atau lebih irit? dan seterusnya. Tips menghitung konsumsi bbm bisa dibaca di sini

2. Injak Pedal Rem Seperlunya Saja
Manfaatkan gaya luncur mobil/motor hingga diperlukan untuk berhenti barulah kita injak pedal rem. Hal ini cukup membantu untuk menghemat bahan bakar, karena saat kendaraan di depan yang tadinya berhenti, kemudian jalan, kita tidak sampai berhenti total, sehingga mesin tidak terlalu berat untuk mendorong mobil/motor ber akselerasi.

3. Selalu Waspada
Untuk menerapkan point nomor dua di atas, mengharuskan kita selalu waspada dengan kondisi di sekitar kendaraan kita agar tidak terjadi kecelakaan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas termasuk lampu lalu lintas. Keasikan meluncur, hingga menerobos lampu merah, bisa fatal akibatnya.

4. Seakan Naik Sepeda
Saat akan melalui suatu tanjakan, sebisa mungkin tingkatkan kecepatan, saat di tanjakan, biarkan mobil/motor meluncur hingga perlahan kecepatan akan berkurang, bila perlu barulah tekan gas lagi untuk menyelesaikan rute tanjakan tersebut. Dengan cara demikian, mengurangi konsumsi BBM sebab mesin tidak dipaksa mendorong mobil dengan kondisi beban yang lebih berat (jalan menanjak).

5. Kondisi Kendaraan yang Prima
Tekanan ban yang tepat, mesin selalu di Tune-Up secara berkala, Menggunakan bensin dengan oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin, membantu menghemat konsumsi BBM.

6. Rencanakan Rute Perjalanan
Rencanakan Rute Perjalanan perlu dilakukan khususnya jika kita akan bepergian ke beberapa tempat. Juga menentukan jalan mana yang akan dilalui, untuk dipilih jalan yang tidak macet.

7. Rencanakan Waktu Perjalanan
Bepergian di waktu yang padat, misalnya jam pergi dan pulang kantor akan memperbesar kemungkinan kita berhadapan dengan macet dan stop and go.

8. Kaca Pintu Tertutup Rapat
Dengan menutup rapat kaca pintu, akan mengurangi hambatan angin selama mobil bergerak / meluncur, dengan demikian akan mengurangi beban kerja mesin.

9. Tinggalkan Barang yang Tidak Perlu
Kurangi berat kendaraan dengan meninggalkan barang-barang yang tidak perlu di bagasi mobil.

10. Akselerasi Halus
Lakukan akselerasi secara perlahan / halus (tidak langsung gaspol apalagi hingga spin / burnout)

12. Pilih Kendaraan Hemat BBM
Jika berencana untuk membeli mobil/motor, pilihlah yang hemat BBM dan sesuaikan dengan kebutuhan.

13. Selalu Uji Emisi
Jangan lupa untuk selalu Uji Emisi, dan setel hingga didapat hasil emisi yang terbaik, yaitu nilai CO: 1%-1.4% dan nilai Lambda 1.000 – 1.050 untuk hasil optimal.

KESIMPULAN AKHIR

1. Kemacetan Lalu-Lintas, membuat konsumsi BBM menjadi tinggi (boros)
2. Polisi Tidur di perumahan atau jalan umum, turut membuat Konsumsi BBM menjadi tinggi
3. Perlu menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima
4. Mengendarai mobil/motor dengan sabar, tidak agresif
5. Memilih kendaraan yang hemat BBM.

TIPS N TRICK, Uncategorized July 22nd 2011

Tips membeli ducati 2nd hand – on the bike

1 Comment »

Test Ride ducati dibutuhkan tempat luas dan sepi untuk menguji kondisi motor dengan maksimal

Langkah 4 : Test Ride (on the bike)

Jangankan membeli motor 2nd hand, motor baru pun seyogyanya kita melakukan test ride. Alias mencoba motor tersebut. Namun seringkali kita salah kaprah dalam melakukan test ride karena hanya melakukan sedikit putar-putar pada kecepatan rendah. padahal seharusnya ada beberapa tahapan test ride. Namun di tidak adasalahnya demi kenyamanan bersama test ride dilakukan bersama sang empunya motor dengan cara memboncengnya. Berikut tahapan test ride

  1. Berjalan Normal : Ini hal paling dasar dalam test ride. Menjalankan motor di kecepatan rendah mengitari rute (komplek perumahan atau lahan parkir) yang patut diperhatikan adalah kemudahan motor untuk dinetralkan. pasalnya teset ride ini motor hanya menggunakan gigi 1 , 2 dan 3.
  2. Test Cepat : ini digunakan untuk mengetes mesin dan kestabilan motor. Lakukan di jalan raya, tidak masalah bila sang empunya mengizinkan atau ingin ikut di bonceng. Upayakan mencapai kecepatan 140 km/jam dan motor berada di gigi 4. Lakukan pemindahan gigi pada 6.500 – 7.000 rpm. Getaran cukup terasa namun seharusnya tidak terjadi miss gear.
  3. Test Suspensi dan sasis : Dilakukan di saat yang sama. Test suspensi bukan berarti mengerem, namun justru dilakukan di kecepatan 60-80 km/jam dengan cara menikung cepat kanan kiri dan berjalan zigzag . Apakah terjadi getaran berlebih atau under steer ataupun oversteer berlebih. Ducati dengan rake yang buruk umumnya cenderung oversteer.
  4. Tempratur Mesin : Pada pemakaian normal di jalan umum kondisi macet (20-30 menit), ducati yang menggunakan radiator akan berada pada suhu mesin optimal 100 – 104 derajat celcius. tidak lebih, sedang Ducati yang memakai pendinginan udara atau oil cooler akan berada pada suhu 105-120. Saat motor melaju dari kemacetan maka suhu motor akan turun sekitar 3-5 derajat akibat angin yang memberi pendinginan  ke mesin. Jika melebihi berarti ada masalah pada sistem pendingian. Motor yang menggunakan radiator – kipas radiator akan menyala pada suhu 100 derajat.

Perhatikan indikator dan suara motor dengan seksama, tidak cuma mesin namun keseluruhan, ajak teman yang paham mesin motor besar

Langkah 5 : Test Bike (on the bike)

Dilakukan secara statis untuk menguji motor. Umumnya Ducati generasi baru alias keluaran tahun 2003 ke atas yang telah dilengkapi imobilizer memiliki sistem elektronik yang berbeda. Kesemuanya bisa di cek lewat speedometer. Nah dalam hal ini perlu di cek dengan seksama berikut hal yang patut di perhatikan

  1. Stop Kontak  on-off : Saat motor pertama di kontak speedo meter akan menyala dan akan terlihat tulisan type motor di LCD berikut kapasitas mesinya. Di saat yang sama akan terdengar suara “rrr” yang keluar dari fuel pump. Untuk tipe monster M620 ke atas secara bersamaan ketika dihidupkan jarum speedometer dan tackometer akan naik dari posisi 0 hingga maksimum dengan halus, kemudian kembali ke posisi netral.
  2. Indikator : Lampu merah “oil” akan menyala bersamaan dengan tanda gigi netral warna hijau. Pastikan lampu kuning “check engine” tidak menyala
  3. Langsam : Motor yang sehat memiliki langsam (putaran rpm statis) di 1.500 rpm dan tidak naik turun. Apa bila di gas akan naik dengan spontan dan ketika ditutup akan turun pula ke posisi langsam.
  4. Hembusan Knalpot : pastikan hembusan angin knalpot kanan dan kiri sama, jika tidak ada kemungkinan mesin motor pincang.
  5. Suara mesin : Ketika di starter, ada sedikit suara “krak” dan itu normal, namun  pastikan pada saat mesin di gas tidak muncul suara “krak” atau “tak” melainkan hanya suara mesin ketika langsam dengan ritme dipercepat !
  6. Suara Velg, Rem dan Rantai : Dorong motor maju mudur. Pastikan motor bisa didorong dengan ringan. Bila ada suara “krak” pada ban, bisa saja dikarenakan pelor pada velg bermasalah, jika terdengar suara “srek” atau gesekan pada velg artinya bisa saja posisi kampas rem tidak rata. Rantai tidak boleh bersuara dan dengan ketegangan normal
  7. Kopling : Berbeda dengan motor kebanyakan, Ducati menggunakan kopling Pneaumatic bukan tali. Dalam kondisi mesin hidup dengan posisi motor berhenti, motor harus mudah dinetralkan. Pastikan tidak ada kebocoran pada oil resevoir atas dan pada bagian bawah sebelah kiri.
  8. Aki : Saat mati, indikator aki akan menunjukan 12v, ketika motor dihidupkan indikator harus menunjukan angka 13.8 – 14.2v dengan spontan, jika tidak artinya aki motor bermasalah
  9. Rem dan Sein : Pastikan lampu rem menyala ketika rem depan dan belakang di itekan berbarengan dan sendir sendiri. Lampu sein depan dan belakang menyala dengan irama blip yang normal.
  10. Oli mesin, Rem dan Kopling : Perhatikan ketinggian oli mesin , bisa dilihat pada sisi kanan bawah blok mesin. Untuk rem dan kopling bisa dilihat pada resevoirnya.
  11. Ban : Ban motor yang baik adalah ban yang berusia dibawah 4 tahun. Kode produksi ban bisa dilihat di sisi kanan ban contoh H289 2109 dan dua digit terakhir merupakan tahun produksi ban. Ban yang layak jalan terbilang cukup empuk, ketika ditekan dengan kuku akan membekas. Ukuran ban standar Ducati untuk belakang adalah 160/60 x 17 dan depan tidak lebih kecil dari 110/70 x 17  untuk varian monster. Untuk varian lain adalah minimal 180/55 x 17 dan 110-120/60 x 17.
  12. Rem : Sulit mengecek ketebalan kampas rem tanpa bantuan mekanik, tapi pastikan setiap rem depan ducati memiliki masing masin satu selang yang kemudian bergabung bersama menuju master kopling dengan format 2 – 2 bukan 2 – 1 karena jika demikian ada kemungkinan rem tersebut merupakan tambahan. Khusunya untuk tipe monster M400 dan M600 hanya dilenkapi 1 rem cakram. Tetapi rem standar Ducati adalah Brembo.

Selamat Berburu Ducati 2nd Hand :D jangan lupa bergabunglah bersama DDOCI !!! :D

Sumber : http://ddoci.wordpress.com

MOTOR, TIPS N TRICK October 11th 2010

10 Tips Merawat Ban Mobil Anda

No Comments »

Lihat Gambar Menurut data yang terdapat pada Departemen Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS, sebanyak 660 kasus kecelakaan lalu lintas diakibatkan oleh kurangnya tekanan angin dalam ban dan memakan korban luka berat sebanyak 33 ribu per tahun. Sebuah penelitian yang disponsori oleh Rubber Manufacturers Association (RMA) baru-baru ini, yang dilakukan terhadap 1000 orang pengemudi di seluruh negara bagian, menemukan fakta-fakta bahwa :

* 63% pengendara mobil menyebutkan bahwa tekanan ban sangat mempengaruhi jarak tempuh dari kendaraan
* Hanya 19% dari para pengemudi yang memeriksa kondisi tekanan ban mobil mereka
* Tiap bulan, tiga dari empat pengendara mobil mencuci kendaraan mereka, sementara hanya satu dari lima pengendara yang memeriksa tekanan ban mobil mereka

Anda dapat menempuh jarak hingga mencapai 3,3% lebih jauh dan menghemat ongkos BBM, jika Anda selalu rajin memeriksa keadaan tekanan ban mobil Anda dan menjaga agar selalu dalam tekanan yang seharusnya.

Di bawah ini adalah 10 tips perawatan ban mobil :

1. Jangan menunggu hingga ban rusak. Biasakan untuk selalu memeriksa tekanan ban mobil anda, paling sedikit sekali sebulan dan terutama sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Ban dengan tekanan yang kurang memadai akan menyebabkan ban mudah panas karena gesekan yang besar dengan aspal, sehingga ban cepat aus dan bisa membahayakan keselamatan mengemudi.

2. Anda harus hapal dengan tekanan yang proporsional dari ban mobil Anda. Ukuran tekanan ban yang pas bisa dilihat pada stiker yang menempel di bagian dalam dari pintu kendaraan Anda, atau pada buku petunjuk pemilik kendaraan.

3. Untuk pengukuran yang valid terhadap tekanan ban mobil Anda, periksalah ban saat suhu mereka dingin. Jika mobil Anda habis menempuh perjalanan jauh, tunggulah kurang lebih tiga jam.

4. Lakukan pemeriksaan berkala, paling tidak sebulan sekali dan jagalah agar ukuran tekanan ban mobil Anda selalu pada batasan yang proporsional. Sehingga mobil Anda siap untuk digunakan, jika sewaktu-waktu Anda butuhkan.

5. Uang koin bisa digunakan sebagai alat penunjuk bahwa ban mobil Anda telah gundul. Letakkan uang koin di tapak ban mobil Anda. Jika Anda bisa melihat seluruh gambar uang koin tersebut, maka saatnya bagi mobil Anda untuk ganti ban.

6. Jagalah ban mobil Anda dari lobang di jalan. Sebab lobang yang terlalu besar tak hanya bisa merusak ban mobil Anda, melainkan juga akan mengganggu keseimbangan atau balance dari ban mobil.

7. Buatlah jadwal. Pastikan Anda menukarkan ban mobil Anda antara yang di depan dengan yang di belakang tiap 6000 mil, agar menyeragamkan kondisi seluruh ban dan mempertahankan masa pakai ban lebih lama.

8. Jangan mengendarai mobil dengan ban yang tanpa penutup pentilnya. Mengemudikan mobil dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan kebocoran udara dari dalam ban dan bisa mengakibatkan ban kekurangan tekanan.

9. Periksalah keseimbangan atau balance dari ban mobil Anda secara periodik, untuk menghindari putaran ban yang tak stabil.

10. Perhitungkan bobot yang harus dimuat oleh mobil Anda. Jika muatan melebihi kapasitas maksimal dapat menimbulkan tekanan yang berlebih pada ban mobil Anda dan itu bisa sangat membahayakan.

MOBIL, TIPS N TRICK August 31st 2009

Bersihkan Bodi Motor Berkulit Jeruk

1 Comment »

Buat pemilik motor bebek, coba perhatikan bagian belakang tutup panel instrumen, tutup bodi tengah, dan sepatbor belakang. Permukaan bahannya sedikit kasar alias kulit jeruk. Kalau di skubek, bagian itu terdapat di areal dek.

Membersihkannya tidak sembarangan. “Jangan dicuci atau dipoles pakai pembersih khusus motor yang kental karena, bila sisa-sisa zat pembersih melekat, susah ngebersihinnya,” bilang Heryudin, seniman cat dari bengkel Gandul 2Wheel Custom di Cinere, Depok.

Palilng aman, gunakan zat silikon, seperti Lemon Pledge, cairan semprot yang biasa dipakai untuk merawat dan mengilapkan mebel. Heryudin menggaransi kalau cairan itu cukup aman untuk bahan plastik.

Caranya, hilangkan kotoran dengan membilas bagian kulit jeruk tadi menggunakan sampo motor. Setelah kering, semprotkan cairan Lemon Pledge secara merata. Kemudian, seka dengan kain untuk mengangkat kotoran atau debu yang masih menempel.

MOTOR, TIPS N TRICK August 10th 2009

Tips Membeli Motor Bekas

No Comments »

Di tengah harga motor baru yang mulai merangkak naik, tak ada salahnya kita melirik motor bekas. Tapi sebelum membeli, anda perlu jeli dan memperhatikan betul kondisi motornya. Jangan sampai kecewa di kemudian hari. Berikut tips membeli motor bekas.

1. Cek harga pasaran.
Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga pasaran terlebih dahulu. Bisa dari koran, majalah, situs tertentu, dll.

2. Cek nomor rangka/mesin.
Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB.

3. Cek kondisi fisik.
Periksa kondisi body, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.

4. Cek kondisi oli.
Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran Oli tidak berlebihan, karena Oli yg berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.

5. Cek speedometer.
Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

6. Hidupkan mesin motor.
Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar didalam mesin.

7. Cek perpindahan gigi.
Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.

8. Cek rangka atau sasis motor.
Perhatikan kelurusan roda depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.

9. Cek kebocoran.
Usahakan anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.

10. Cek kondisi kelistrikan.
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki tidak ada permasalahan. (sumber: bb17.info)

MOTOR, TIPS N TRICK August 7th 2009